Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﮭ

ﱎ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ٣١ ٣١
ﭡ ﭢ
ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ
ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ٣٢ ٣٢
ﭶ
ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ
ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ
ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ
ﮐ ٣٣ ٣٣
ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ
ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ٣٤ ٣٤

ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ
ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ
ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ
ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ٣٥ ٣٥
422
Al-Ahzab Ayat 0 - 31

۞وَمَن يَقۡنُتۡ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَتَعۡمَلۡ صَٰلِحٗا نُّؤۡتِهَآ أَجۡرَهَا مَرَّتَيۡنِ وَأَعۡتَدۡنَا لَهَا رِزۡقٗا كَرِيمٗا ٣١

Disandarkan pahala kepada ‘nya’ merupakan isyarat bahwa pahala tersebut besar, bahwa ia sesuai dengan kedudukannya, dan menunjukkan pemuliaannya, bahwa dia berhak atas pahala tersebut, dan isyarat pelipatgandaan pahala atas ketaatan dan pemuliaan kepada kedudukan mereka. (Ibnu Asyur, 22/5).
Pertanyaan: Jelaskan kedudukan para istri Nabi melalui ayat yang mulia ini!

Al-Ahzab Ayat 0 - 32

يَٰنِسَآءَ ٱلنَّبِيِّ لَسۡتُنَّ كَأَحَدٖ مِّنَ ٱلنِّسَآءِ إِنِ ٱتَّقَيۡتُنَّۚ

Allah memuliakan mereka atas kaum wanita lainnya dengan syarat takwa, dan memang mereka bertakwa maka mereka lebih utama dari kaum wanita lainnya, hanya saja keluar dari keumuman ini Fathimah binti Rasulullah, Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir'aun, berdasarkan kesaksian Rasulullah untuk masing-masing dari mereka bahwa dia adalah sayyidah kaum wanita di zamannya. (Ibnu Juzay, 2/188).
Pertanyaan: Apa syarat keutamaan Ummahatul Mukminin atas kaum wanita lain dan siapa lagi selain mereka yang mendapatkan keutamaan ini?

Al-Ahzab Ayat 0 - 32

فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِٱلۡقَوۡلِ فَيَطۡمَعَ ٱلَّذِي فِي قَلۡبِهِۦ مَرَضٞ وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٣٢

Hati yang sehat adalah hati yang tidak berisi syahwat kepada apa yang Allah haramkan, hati yang seperti ini hampir tidak dibelokkan dan digoda oleh faktor-faktor penggoda karena ia memang sehat dan selamat dari penyakit. Berbeda dengan pemilik hati sakit yang tidak kuat, ia tidak sabar seperti hati yang sehat, penggoda paling lemah pun bisa menjerumuskannya kepada yang haram. (As-Sa'di, 664).
Pertanyaan: Mengapa hati yang sakit disebutkan secara khusus?

Al-Ahzab Ayat 0 - 32

وَقُلۡنَ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا ٣٢

Ketika mereka dilarang untuk berkata lemah lembut, maka mungkin ada yang menyangka bahwa mereka harus berkata kata kasar, maka dugaan seperti ini ditepis dengan “Dan ucapkanlah perkataan yang baik,” yakni tidak kasar dan keras, namun juga tidak lemah gemulai. (As-Sa'di, 664).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini ditutup dengan, “Dan ucapkanlah perkataan yang baik.”?

Al-Ahzab Ayat 0 - 33

وَقَرۡنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

Saudah ditanya, “Mengapa kamu tidak keluar rumah?” Dia menjawab, “Karena Allah memerintahkan kami agar tetap berdiam di rumah.” Bila membaca ayat ini, Aisyah menangis teringat keluarnya dia di hari-hari perang Jamal. (Ibnu Juzay, 2/188).
Pertanyaan: Bagaimana ketaatan Ummahatul Mukminin dalam menerapkan ayat ini?

Al-Ahzab Ayat 0 - 33

إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذۡهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجۡسَ أَهۡلَ ٱلۡبَيۡتِ

Ayat ini merupakan nash bahwa para istri Nabi termasuk ahlul bait, karena sebab nuzulnya berkenaan dengan mereka, dan yang terkait dengan sebab nuzul masuk ke dalam sebutan ahlul bait tanpa ada perbedaan pendapat. (Ibnu Katsir, 3/465).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini membatalkan pendapat Syi’ah tentang ahlul bait?

Al-Ahzab Ayat 0 - 35

وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ

Karena puasa adalah penolong terbesar dalam mematahkan dorongan syahwat, maka cocok bila sesudahnya hadir, “Laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya.” (Ibnu Katsir, 3/469).
Pertanyaan: Mengapa menjaga kehormatan disebutkan sesudah penyebutan tentang puasa?