Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﮑ

ﰾ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ
ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ٧١ ٧١

ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ
ﮇ ﮈ ﮉ ٧٢ ٧٢
ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ
ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ
ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ٧٣ ٧٣

ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ٧٤ ٧٤

ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ
ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ
ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ٧٥ ٧٥
ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ
ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ٧٦ ٧٦
ﰀ
ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ
ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ ﰓ ﰔ ﰕ ﰖ ٧٧ ٧٧
120
Al-Ma'idah Ayat 0 - 71

وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ فَعَمُواْ وَصَمُّواْ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ثُمَّ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٧١

Orang-orang yang Allah telah mengambil perjanjian dari mereka menyangka bahwa tidak akan turun dari Allah ujian dan cobaan yang berat, karena mereka tertipu dengan kata-kata mereka, ‘Kami adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasihNya. Mereka tertipu oleh penangguhan Allah yang panjang. (Al-Qurthubi, 8/97).
Pertanyaan: Dengan apakah mereka tertipu sehingga mereka meninggalkan perintah Allah?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 71

وَحَسِبُوٓاْ أَلَّا تَكُونَ فِتۡنَةٞ فَعَمُواْ وَصَمُّواْ ثُمَّ تَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡ ثُمَّ عَمُواْ وَصَمُّواْ كَثِيرٞ مِّنۡهُمۡۚ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِمَا يَعۡمَلُونَ ٧١

“Kemudian Allah menerima taubat mereka.” Allah membawa mereka kembali kepada ketaatan dan kebenaran dan di antara bentuk kefasihan lafazh, Allah menisbatkan perbuatan yang mulia ini kepada DiriNya, sementara untuk buta dan tuli yang bermakna kesesatan disandarkan kepada mereka sendiri. (Ibnu Athiyyah, 2/221).
Pertanyaan: Ayat ini menjelaskan kelembutan Allah kepada hamba-hambaNya dan kebodohan para hamba terhadap kebaikan mereka sendiri. Jelaskan hal itu!

Al-Ma'idah Ayat 0 - 72

لَقَدۡ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَۖ وَقَالَ ٱلۡمَسِيحُ يَٰبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمۡۖ

Allah mengabarkan tentang kekufuran orang-orang Nasrani dengan ucapan mereka, “Sesungguhnya Allah itu dialah al-Masih putra Maryam.” Alasan mereka karena dia lahir tanpa bapak, dia berbeda dari sisi penciptaan dengan manusia lainnya. Padahal al-Masih menolak perkataan mereka dan dia berkata kepada mereka, “Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.” Al-Masih menyatakan bahwa diri-nya adalah hamba sempurna, sedangkan Rububiyah yang menyeluruh atas seluruh makhluk adalah milik Tuhannya. (As-Sa'di, 240).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan perkataan al-Masih sesudah perkataan orang-orang Nasrani?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 74

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسۡتَغۡفِرُونَهُۥۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٧٤

“Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepadaNya?” Taubat adalah meninggalkan apa yang dilakukan di masa mendatang, kembali kepada keyakinan yang benar, sedangkan istighfar adalah meminta ampunan terhadap apa yang mereka lakukan di masa lalu, menyesali apa yang mereka lakukan berupa keyakinan yang salah. (Ibnu Asyur, 6/284).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyatukan antara taubat dengan istigh-far di dalam ayat yang mulia ini?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 74

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى ٱللَّهِ وَيَسۡتَغۡفِرُونَهُۥۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٧٤

Allah mengampuni dosa-dosa dari orang-orang yang bertaubat sekalipun ia membubung ke ujung langit. Allah menyayangi mereka dengan menerima taubat mereka, mengganti keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan. Allah mengajak mereka bertaubat dengan bahasa penawaran yang menunjukkan kelembutan paling tinggi dan kelunakan. Allah berfirman, “Mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampunan kepadaNya?” (As-Sa'di, 240).
Pertanyaan: Bagaimana seorang da'i mengambil faidah dari ayat ini dalam berdakwah?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 75

مَّا ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٞۖ كَانَا يَأۡكُلَانِ ٱلطَّعَامَۗ ٱ

Shiddiqah adalah wanita yang banyak membenarkan. Ada yang berkata dinamakan shiddiqah karena dia shaddaqat (membenarkan) ayat-ayat Allah sebagaimana Allah berfirman tentangnya, “Dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya.” [At-Tahrim: 12]. (Al-Baghawi, 1/699).
Pertanyaan: Mengapa Maryam mendapat sebutan shiddiqah?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 75

مَّا ٱلۡمَسِيحُ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ إِلَّا رَسُولٞ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِهِ ٱلرُّسُلُ وَأُمُّهُۥ صِدِّيقَةٞۖ كَانَا يَأۡكُلَانِ ٱلطَّعَامَۗ ٱ

Ayat ini adalah dalil yang nyata bahwa Isa dan ibunya adalah dua orang hamba yang membutuhkan dan bergantung, sebagaimana anak-anak Adam lainnya membutuhkan makanan dan minuman. Seandainya keduanya adalah dua tuhan, niscaya keduanya tidak membutuhkan makanan, tidak membutuhkan apa pun, karena Tuhan yang haq ada-lah yang Mahakaya lagi Maha Terpuji. (As-Sa'di, 240).
Pertanyaan: Makan dan minum adalah bukti bahwa Isa dan ibunya bukan Tuhan. Bagaimana demikian?