Quran
ﮐ
ﰽ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ
ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ٩٥ ٩٥ ﭶ ﭷ ﭸ
ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ٩٦ ٩٦ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ
ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ
ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ
ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ٩٧ ٩٧ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ
ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ٩٨ ٩٨
ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ٩٩ ٩٩ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ
ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ
ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ١٠٠ ١٠٠ ﯽ ﯾ ﯿ
ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ
ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ ﰓ ﰔ ١٠١ ١٠١
وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ
Bila Allah mengunggulkan sesuatu atas sesuatu, namun keduanya sama-sama memiliki keutamaan, maka Allah menyebutkan keutamaan yang menyatukan keduanya, hal ini untuk menepis dugaan salah bahwa salah satu dari keduanya tercela, sebagaimana Allah berfirman di sini, “Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga).” (As-Sa'di, 195).
Pertanyaan: Mengapa Allah menghadirkan firmanNya, “Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga)” setelah Allah menyebutkan orang-orang mujahidin dan orang-orang yang tidak berangkat jihad?
فَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ دَرَجَةٗۚ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ وَفَضَّلَ ٱللَّهُ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ عَلَى ٱلۡقَٰعِدِينَ أَجۡرًا عَظِيمٗا ٩٥ دَرَجَٰتٖ مِّنۡهُ وَمَغۡفِرَةٗ وَرَحۡمَةٗۚ
Perhatikanlah bagusnya peralihan dari satu keadaan ke keadaan yang lebih tinggi darinya, Allah menafikan persamaan pertama kali antara mujahid (yang berjuang di jalan Allah) dengan selainnya, kemudian Allah menyatakan keunggulan orang yang berjihad atas orang yang duduk satu derajat, kemudian Allah beralih dengan mengunggulkannya lewat ampunan, rahmat dan derajat-derajat. (As-Sa'di, 195).
Pertanyaan: Ayat ini mengandung metode bahasa yang mengundang minat orang-orang mujahidin. Apa itu?
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٗ فَتُهَاجِرُواْ فِيهَاۚ فَأُوْلَٰٓئِكَ مَأۡوَىٰهُمۡ جَهَنَّمُۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا ٩٧
Ayat ini turun mengenai sekelompok penduduk Mekkah yang telah masuk Islam ketika Rasulullah masih di Mekkah, yang ketika beliau hijrah ke Madinah, mereka masih memilih tinggal bersama kaum mereka di Mekkah, maka orang-orang Mekkah menekan mereka dan mereka akhirnya murtad, mereka keluar bersama kaum musyrikin ke Badar, mereka memperbanyak barisan kaum musyrikin, mereka terbunuh di Badar dalam keadaan kafir. Maka kaum Muslimin berkata, “Rekan-rekan kami itu adalah orang-orang Muslim, namun mereka dipaksa untuk berangkat dan kufur.” Maka turunlah ayat ini pada mereka. [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu Abbas]. (Ibnu Asyur, 5/174).
Pertanyaan: Kapan alasan tidak mampu hijrah diterima dari seorang Muslim?
إِنَّ ٱلَّذِينَ تَوَفَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمۡۖ قَالُواْ كُنَّا مُسۡتَضۡعَفِينَ فِي ٱلۡأَرۡضِۚ قَالُوٓاْ أَلَمۡ تَكُنۡ أَرۡضُ ٱللَّهِ وَٰسِعَةٗ فَتُهَاجِرُواْ فِيهَاۚ
Yakni, bukankah kalian mampu dan bisa berhijrah untuk menjauhi orang-orang yang menindas kalian? Ayat ini menunjukkan kewajiban menjauhi negeri yang di sana kemaksiatan dikerjakan. (Al-Qurthubi, 7/64).
Pertanyaan: Apa kewajiban seorang Mukmin saat dia berada di sebuah negeri yang penuh dengan kemaksiatan dan dia khawatir atas dirinya?
وَمَن يُهَاجِرۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ يَجِدۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُرَٰغَمٗا كَثِيرٗا وَسَعَةٗۚ وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۗ
Allah mendorong hijrah dengan sesuatu yang bisa menghibur terhadap apa yang dibisikkan oleh setan bahwa dia meninggalkan negerinya yang mapan dan masuk ke dalam hidup yang asing dan susah, bahwa dia tertimpa kesulitan dan dijemput kematian sebelum tiba ke tujuan. (Al-Biqa'i, 2/304).
Pertanyaan: Apa bujuk rayu setan untuk menghalangi seorang Mukmin dari hijrah?
وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۗ
Siapa yang berniat melakukan kebaikan namun belum melakukannya, maka dia mendapatkan pahalanya utuh sebagai balasan dari Allah yang Maha Pemurah. (Al-Biqa'i, 2/305).
Pertanyaan: Ayat mengandung kemurahan dan rahmat Allah. Jelaskan hal itu!
وَمَن يَخۡرُجۡ مِنۢ بَيۡتِهِۦ مُهَاجِرًا إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ يُدۡرِكۡهُ ٱلۡمَوۡتُ فَقَدۡ وَقَعَ أَجۡرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِۗ
Orang yang berhijrah mendapatkan salah satu dari dua kebaikan; dia menghinakan musuh Allah karena dia memilih berpisah meninggalkan mereka untuk menjemput kebaikan dan keluasan, atau dia mati di tengah perjalanan dan dia meraih kebahagiaan sejati dan kenikmatan yang abadi. (Al-Alusi, 5/128).
Pertanyaan: Orang yang berhijrah mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, apa itu?