Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

١٠ ١٠ ١١ ١١
١٢ ١٢
١٣ ١٣ ١٤ ١٤
١٥ ١٥
١٦ ١٦
١٧ ١٧
١٨ ١٨
١٩ ١٩
٢٠ ٢٠ ٢١ ٢١
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢ ٣ ٣
٤ ٤

٥ ٥
٦ ٦
٧ ٧
٨ ٨ ٩ ٩
١٠ ١٠
١١ ١١
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢
596
Al-Lail Ayat 0 - 19

ٱلَّذِي يُؤۡتِي مَالَهُۥ يَتَزَكَّىٰ ١٨ وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعۡمَةٖ تُجۡزَىٰٓ ١٩

Ayat ini mengandung bimbingan bahwa orang yang bertakwa tidak patut menyisakan jasa baik dari seseorang. Bila dia masih mempunyai hutang budi darinya, sepatutnya dia segera membalasnya, agar dia tidak lagi berhutang budi kepada seseorang, lalu sesudah itu amalnya seluruhnya hanya karena Allah semata, tidak ada lagi tanggungan atasnya untuk membalas makhluk lain atas kebaikannya. (Ibnul Qayyim, 3/326).
Pertanyaan: Bagaimana sikap orang yang bertakwa terhadap kebaikan manusia kepadanya dan mengapa?

Al-Lail Ayat 0 - 21

وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُۥ مِن نِّعۡمَةٖ تُجۡزَىٰٓ ١٩ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ وَجۡهِ رَبِّهِ ٱلۡأَعۡلَىٰ ٢٠ وَلَسَوۡفَ يَرۡضَىٰ ٢١

Dia tidak lagi berbuat kebaikan untuk membalas kebaikan orang lain kepadanya di masa lalu, akan tetapi dia melakukannya karena mencari ridha Allah. (Ibnu Juzay, 2/580).
Pertanyaan: Allah mengaitkan ridhanya untuk penginfak di dalam ayat ini kepada satu syarat. Apa itu?

Adh-Dhuha Ayat 0 - 4

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ ٣ وَلَلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ لَّكَ مِنَ ٱلۡأُولَىٰ ٤

Akhirat lebih baik daripada dunia dan kamu memilih Akhirat daripada dunia, Tuhanmu juga tidak membiarkanmu. Ini membimbing orang-orang Mukmin kepada kunci kedekatan hamba kepada Tuhannya, mencela orang-orang musyrik yang mencintai dunia dan berpaling dari Akhirat. (Al-Alusi, 15/379).
Pertanyaan: Apa sifat hamba yang dekat kepada Tuhannya, jelaskan hal itu melalui ayat ini!

Adh-Dhuha Ayat 0 - 10

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ ١٠

Mencakup peminta uang dan peminta ilmu. Karena itu seorang guru diperintahkan agar berakhlak baik kepada muridnya, memperlakukannya dengan lembut dan kasih sayang. Karena hal itu membantunya untuk meraih keinginannya dan memuliakan orang yang berusaha memberi manfaat bagi manusia dan negara. (As-Sa’di, 928).
Pertanyaan: Apakah larangan menghardik peminta-minta hanya berlaku untuk peminta uang saja? Jelaskan!

Adh-Dhuha Ayat 0 - 11

وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١

Membicarakan nikmat Allah mengajak untuk mensyukurinya, menggugah hati untuk mencintai pemberinya, karena hati manusia tercipta untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya. (As-Sa’di, 929).
Pertanyaan: Bagaimana membicarakan nikmat Allah bisa menjadi sebab bertambahnya iman?

Adh-Dhuha Ayat 0 - 11

وَأَمَّا بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثۡ ١١

Membicarakan nikmat Allah adalah mensyukurinya, karena itu sebagian salaf menganjurkan membicarakan kebaikan yang diamalkan selama tidak bertujuan riya` dan membanggakan, dan agar diteladani. (Al-Alusi, 15/383).
Pertanyaan: Mengapa ada perintah membicarakan nikmat Allah?

Asy-Syarh Ayat 0 - 1

أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ ١

Dada disebutkan secara khusus, karena ia adalah wadah bagi jiwa dan ilmu. Maksudnya adalah menyebutkan nikmat Allah kepada Nabi dengan melapangkan dada beliau sehingga beliau bangkit menegakkan dakwah, mampu memikul beban berat kenabian dan menjaga wahyu. (Asy-Syaukani, 5/461).
Pertanyaan: Mengapa dada disebutkan secara khusus dalam ayat yang mulia ini? Dan apa maksudnya?