Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﯰ

ﱕ

Surah Header

ﯰ

ﭦﭛﭣﭤ
ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ١ ١ ﭛ ﭜ
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ
٢ ٢
ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ
ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ٣ ٣
ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ
ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ٤ ٤
ﮈ ﮉ ﮊ
ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ٥ ٥
ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ
٦ ٦
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ٧ ٧ ﮨ ﮩ
ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ٨ ٨

ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ
ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ٩ ٩
ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ
ﯵ ١٠ ١٠
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ١١ ١١ ﯽ
ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ١٢ ١٢
562
Al-Mulk Ayat 0 - 1

تَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١

Segala pengaturan hanya milik Allah, dengan kuasaNya Dia memperlihatkan apa yang Dia kehendaki, tidak ada sesuatu pun yang menghalangiNya, tidak ada tandingan bagi-Nya. (Al-Biqa’i, 20/217).
Pertanyaan: Mengapa jiwa menjadi tenang bila bertawakal kepada Allah?

Al-Mulk Ayat 0 - 2

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ ٢

Fudhail bin Iyadh berkata, “Yang paling baik adalah yang paling ikhlas dan paling benar, dan amal tidak diterima sehingga ia ikhlas dan benar.” (Al-Baghawi, 4/435).
Pertanyaan: Apa maksud dari amal yang baik?

Al-Mulk Ayat 0 - 4

ثُمَّ ٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنقَلِبۡ إِلَيۡكَ ٱلۡبَصَرُ خَاسِئٗا وَهُوَ حَسِيرٞ ٤

Ayat ini memerintahkan memandang dua kali, karena bila seseorang melihat sekali, dia tidak melihat aibnya, dan dia baru melihatnya bila memandangnya dua kali. (Al-Qurthubi, 21/116).
Pertanyaan: Mengapa memandang langit diperintahkan dua kali?

Al-Mulk Ayat 0 - 5

وَلَقَدۡ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلۡنَٰهَا رُجُومٗا لِّلشَّيَٰطِينِۖ وَأَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ ٥

Qatadah berkata, “Allah menciptakan bintang-bintang untuk tiga hal; sebagai perhiasan langit, untuk melempar setan dan sebagai penunjuk jalan di dalam kegelapan malam di daratan dan lautan.” (Ibnu Juzay, 2/494).
Pertanyaan: Sebutkan faidah bintang!

Al-Mulk Ayat 0 - 8

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۖ كُلَّمَآ أُلۡقِيَ فِيهَا فَوۡجٞ سَأَلَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَذِيرٞ ٨

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak mengazab seseorang di dalam Neraka kecuali sudah diperingatkan sebelumnya di dunia. (Asy-Syinqithi, 8/233).
Pertanyaan: Malaikat-malaikat penjaga neraka bertanya kepada penghuninya, “Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepada kalian (di dunia)?” Pertanyaan ini menunjukkan apa?

Al-Mulk Ayat 0 - 10

وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ ١٠

Mendengar didahulukan dari memikirkan, karena mendengar seruan dari pemberi peringatan adalah sesuatu yang lebih dahulu diterima oleh orang-orang yang diperingatkan, lalu barulah mereka menggunakan akal mereka untuk memikirkan peringatan itu. (Ibnu Asyur, 29/28).
Pertanyaan: Mengapa mendengar didahulukan atas memikirkan?

Al-Mulk Ayat 0 - 12

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ ١٢

Ampunan didahulukan untuk menenangkan jiwa, karena mereka takut dihukum karena kekufuran mereka sebelum Islam, karena dosa-dosa dan semisalnya, kemudian dilanjutkan dengan kabar gembira berupa pahala yang besar. Metode ini mengikuti kaidah yang menyebutkan, “Dikosongkan dahulu sebelum dihiasi.” (Ibnu Asyur, 29/29).
Pertanyaan: Mengapa ampunan didahulukan atas pahala yang besar dalam ayat ini?