Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


١٠ ١٠


١١ ١١

١٢ ١٢
ﭿ
١٣ ١٣



١٤ ١٤

١٥ ١٥


١٦ ١٦


١٧ ١٧
١٨ ١٨
Surah Header

557
At-Taghabun Ayat 0 - 11

مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۗ وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ

Ayat ini berlaku umum mencakup semua musibah, segala apa yang menimpa hamba adalah dengan qadha dan qadar Allah. Jadi yang penting adalah apakah seorang hamba menunaikan tugas yang semestinya di dalam keadaan ini atau tidak? Siapa yang menunaikannya, maka dia mendapatkan pahala yang besar di dunia dan Akhirat, bila seorang hamba beriman bahwa musibah datang dari sisi Allah , lalu dia ridha terhadapnya, menyerahkannya kepada keputusanNya, maka Allah membimbing hatinya, membuatnya tenang dan tidak goncang saat musibah terjadi. (As-Sa’di, 867).
Pertanyaan: Apabila kamu mengetahui bahwa musibah adalah dari Allah, maka apa pengaruhnya bagimu?

At-Taghabun Ayat 0 - 11

وَمَن يُؤۡمِنۢ بِٱللَّهِ يَهۡدِ قَلۡبَهُۥۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٞ ١١

Dari Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia berkata, “FirmanNya, 'Dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya'," yakni, membim-bing hatinya kepada keyakinan, sehingga dia pun mengetahui bahwa apa yang menimpanya tidak akan meleset darinya, dan apa yang meleset darinya tidak akan menimpanya.” (Ath-Thabari, 23/42).
Pertanyaan: Apa maksud dibimbingnya hati orang Mukmin di dalam ayat ini?

At-Taghabun Ayat 0 - 13

وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ١٣

Ayat ini menyebutkan nama iman bagi orang-orang Mukmin bukan nama lainnya adalah dalil yang menunjukkan bahwa iman menuntut sikap tawakal, dan bahwa kekuatan dan lemahnya tawakal kembali kepada kuat dan lemahnya iman seorang hamba, semakin kuat iman seorang hamba, maka semakin kuat tawakalnya, semakin lemah imannya, semakin lemah tawakalnya, dan tawakal yang lemah adalah bukti lemahnya iman. (Ibnul Qayyim, 3/159).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini berbicara tentang orang-orang Mukmin dengan menyebut iman saat memerintahkan mereka agar bertawakal?

At-Taghabun Ayat 0 - 14

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ مِنۡ أَزۡوَٰجِكُمۡ وَأَوۡلَٰدِكُمۡ عَدُوّٗا لَّكُمۡ فَٱحۡذَرُوهُمۡۚ

Al-Qadhi Abu Bakar bin al-Arabi berkata, “Ini menjelaskan sisi permusuhan, karena musuh di sini bukan musuh dari sisi dirinya akan tetapi dari sisi perbuatannya. Bila istri atau suami atau anak melakukan apa yang musuh lakukan, maka dia adalah musuh. Dan tidak ada perbuatan yang lebih buruk dibandingkan upaya menghalang-halangi hamba dari ketaatan kepada Allah. (Al-Qurthubi, 21/17).
Pertanyaan: Bagaimana istri dan anak bisa menjadi musuh bagi seseorang?

At-Taghabun Ayat 0 - 15

إِنَّمَآ أَمۡوَٰلُكُمۡ وَأَوۡلَٰدُكُمۡ فِتۡنَةٞۚ وَٱللَّهُ عِندَهُۥٓ أَجۡرٌ عَظِيمٞ ١٥

Ibnu Mas’ud berkata, “Janganlah seseorang dari kalian berkata, ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ujian, karena tidak ada seseorang dari kalian kecuali dia membawa ujian, karena Allah berfirman, “Sesungguhnya harta kalian dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian).” Apabila seseorang dari kalian berlindung kepada Allah maka hendaknya berlindung dari ujian-ujian yang menyesatkan.” (Ibnul Qayyim, 3/160).
Pertanyaan: Apa doa yang patut diucapkan seorang hamba saat fitnah (malapetaka) terjadi?

At-Taghabun Ayat 0 - 16

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ

Allah memerintahkan hamba-hambaNya agar bertakwa kepadaNya, yaitu menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, dan membatasi perintah ini dengan kemampuan dan kesanggupan. Ayat ini menunjukkan bahwa semua yang wajib yang seorang hamba tidak mampu melaksanakannya, maka ia gugur dari pundaknya, bila dia mampu melakukan sebagian dan tidak mampu untuk sebagian lainnya, maka dia melakukan apa yang dia mampu dan apa yang tidak dia mampu gugur darinya. (As-Sa’di, 868).
Pertanyaan: Apa faidah dibatasinya perintah takwa dengan kemampuan?

At-Taghabun Ayat 0 - 17

فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ مَا ٱسۡتَطَعۡتُمۡ وَٱسۡمَعُواْ وَأَطِيعُواْ وَأَنفِقُواْ خَيۡرٗا لِّأَنفُسِكُمۡۗ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ١٦ إِن تُقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعِفۡهُ لَكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ ١٧

Maksud ayat ini adalah memberikan perhatian kepada urusan keutamaan infak yang dianjurkan dengan perhatian yang terus-menerus. Hal itu, karena sesudah infak dinyatakan sebagai kebaikan, ia dinyatakan sebagai sebab keberuntungan. Infak adalah pinjaman seorang hamba kepada Allah, ini sudah cukup sebagai pendorong dan penegas dalam memerintahkan berinfak, karena orang yang berinfak dianggap seolah-olah memberi Allah harta dan hal itu termasuk ihsan dalam bermuamalah dari hamba kepada Tuhannya. (Ibnu Asyur, 28/290).
Pertanyaan: Sebutkan motivasi-motivasi untuk berinfak di dalam ayat yang mulia ini!