Quran
ﯭ
ﱔ
ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ١ ١ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ
ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ٢ ٢ ﭲ ﭳ ﭴ
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ٣ ٣ ﭽ
ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ
ﮉ ﮊ ﮋ ٤ ٤ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ٥ ٥ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ
ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ٦ ٦ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ
ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ٧ ٧
ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ
٨ ٨ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ
ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ
ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ٩ ٩
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ لَهُ ٱلۡمُلۡكُ وَلَهُ ٱلۡحَمۡدُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١
Hanya kepada Allah seluruh makhluk memuji, karena tidak seorang pun dari makh-luk yang mengetahui kebaikan kecuali berasal dari Allah. Mereka tidak mempunyai pemberi rizki selain Allah. Maka pujian mereka semuanya hanya kepada Allah. (Ath-Thabari, 23/415).
Pertanyaan: Mengapa segala apa yang ada di langit dan di bumi memuji Allah?
خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ بِٱلۡحَقِّ وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡۖ وَإِلَيۡهِ ٱلۡمَصِيرُ ٣
Allah menjadikan mereka makhluk yang paling bagus wajahnya dan paling baik bentuk jasmaninya. Buktinya manusia tidak mengharapkan wajahnya berubah menjadi wajah selain manusia. Di antara bentuk penciptaan manusia yang baik adalah bahwa Allah menciptakannya berdiri tegak, tidak merangkak. (Al-Qurthubi, 21/9).
Pertanyaan: Apa maksud dari Firman Allah, “Dia membentuk rupa kalian lalu memperbagus rupa kalian.”?
وَٱللَّهُ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ ٤
Bila Allah mengetahui itu, maka orang yang berakal dan melihat dengan bashirahnya pasti berusaha dengan sungguh-sungguh dalam menjaga hatinya dari akhlak-akhlak tercela, menghiasi hatinya dengan sifat-sifat mulia. (As-Sa’di, 866).
Pertanyaan: Bila orang yang berakal mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di dalam dada, maka apa yang dia petik darinya?
أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبۡلُ فَذَاقُواْ وَبَالَ أَمۡرِهِمۡ وَلَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ ٥
Ayat ini menyamakan apa yang menimpa mereka dengan makanan yang rasanya pahit, siapa yang menerimanya menelannya, karena merasa dengan lidah lebih sensitif daripada dengan tangan atau kulit. (Ibnu Asyur, 28/268).
Pertanyaan: Mengapa azab yang menimpa orang kafir diungkapkan dengan merasakan?
زَعَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَن لَّن يُبۡعَثُواْۚ قُلۡ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبۡعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلۡتُمۡۚ وَذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ ٧
Yang sulit dalam pemahaman manusia tidak sulit bagi Allah. Allah berfirman di ayat lain, “Dan Dia-lah yang menciptakan manusia dari permulaan kemudian mengembalikannya kembali dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagiNya.” [Ar-Rum: 27]. (Ibnu Asyur, 28/272).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini mengabarkan bahwa membangkitkan adalah suatu yang mudah?
يَوۡمَ يَجۡمَعُكُمۡ لِيَوۡمِ ٱلۡجَمۡعِۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلتَّغَابُنِۗ
Yang dimaksud dengan اَلْمَغْبُوْر (yang digadai) adalah siapa yang digadaikan, yaitu yang merugi pada keluarga dan tempatnya di surga. Hari itu kerugian setiap orang kafir terlihat karena tidak beriman, sebagaimana kerugian Mukmin karena lalai dalam melakukan kebaikan. (Al-Alusi, 14/319).
Pertanyaan: Mengapa Hari Kiamat dinamakan yaum taghabun?
يَوۡمَ يَجۡمَعُكُمۡ لِيَوۡمِ ٱلۡجَمۡعِۖ ذَٰلِكَ يَوۡمُ ٱلتَّغَابُنِۗ
Yaum at-Thaghabun adalah Hari Kiamat. Kata اَلتَّغَابُن adalah kata pinjaman dari perdagangan manusia yang sebagian mengambil keuntungan dari lainnya. Hal itu saat orang-orang yang berbahagia meraih surga, maka seolah-olah merugikan ahli Neraka dengan merebut tempat mereka seandainya mereka masuk surga. (Ibnu Juzay, 2/452).
Pertanyaan: Bagaimana kerugian terjadi pada hari kiamat?