Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan





١٢ ١٢
ﭿ
١٣ ١٣
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ

١ ١
٢ ٢
٣ ٣


٤ ٤


٥ ٥
551
Al-Mumtahanah Ayat 0 - 12

وَلَا يَعۡصِينَكَ فِي مَعۡرُوفٖ

Kedurhakaan kepada Nabi merupakan kedurhakaan dalam kebaikan, karena Nabi tidak memerintahkan kemungkaran. Akan tetapi untuk ayat ini dikatakan bahwa ia mengandung petunjuk bahwa menaati ulil amri hanya dalam batas kebaikan. (Ibnu Taimiyah, 6/295).
Pertanyaan: Nabi tidak memerintahkan kecuali kebaikan, lalu mengapa ayat hadir melarang mereka untuk mendurhakai Nabi dalam kebaikan?

Al-Mumtahanah Ayat 0 - 12

وَلَا يَعۡصِينَكَ فِي مَعۡرُوفٖ

Yakni dalam kebaikan yang kamu perintahkan kepada mereka dan dalam kemungkaran yang kamu larang mereka darinya. Disebutkan batasan 'dalam urusan yang baik' padahal Nabi tidak memerintahkan kecuali kebaikan, untuk menunjukkan bahwa tidak boleh menaati makhluk dalam kemaksiatan terhadap Khaliq. (Al-Alusi, 14/274).
Pertanyaan: Apa faidah batasan 'dalam kebaikan' padahal Nabi tidak memerintahkan kecuali kebaikan?

As-Saff Ayat 0 - 2

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٢

An-Nakha’i berkata, “Tiga ayat yang membuatku tidak mau bercerita kepada manusia. “Apakah kalian menyuruh orang-orang (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kalian melupakan diri kalian sendiri, padahal kalian membaca Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kalian berpikir” [Al-Baqarah: 44]. “Dan aku tidak ingin menyelisihi kalian (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kalian lakukan.” [Hud: 88]. “Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan.” [Ash-Shaf: 2]. (Al-Qurthubi, 20/436).
Pertanyaan: Jelaskan keadaan salaf yang sedemikian takut terhadap ayat ini!

As-Saff Ayat 0 - 2

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ ٢

Orang yang memerintahkan kebaikan harus menjadi orang pertama yang mengerjakannya, orang yang melarang dari keburukan harus menjadi orang yang paling jauh darinya. (As-Sa’di, 858).
Pertanyaan: Apa faidah yang diambil seorang da'i dari ayat ini?

As-Saff Ayat 0 - 4

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِهِۦ صَفّٗا كَأَنَّهُم بُنۡيَٰنٞ مَّرۡصُوصٞ ٤

Barisan mereka tertata dan rapi, dengannya terwujud persamaan di antara para mujahidin, saling menguatkan dan membuat musuh gentar, serta sebagian menyemangati sebagian lainnya. (As-Sa’di, 858).
Pertanyaan: Apa hikmah dari berbaris dalam perang dalam keadaan rapi seperti bangunan yang kokoh?

As-Saff Ayat 0 - 4

كَأَنَّهُم بُنۡيَٰنٞ مَّرۡصُوصٞ ٤

Qatadah berkata, “Tidakkah kamu melihat orang yang mendirikan bangunan, bukankah dia tidak ingin bangunannya lemah? Maka demikian juga Allah, Dia tidak ingin perintahNya diselisihi. Allah membariskan orang-orang Mukmin dalam peperangan mereka dan membariskan mereka dalam shalat mereka, maka peganglah perintah Allah, karena ia adalah pelindung bagi siapa saja yang memegangnya.” (Ibnu Katsir, 4/359).
Pertanyaan: Allah memerintahkan orang-orang Mukmin agar berbaris rapi dan teratur di dua kondisi. Kondisi apa itu?

As-Saff Ayat 0 - 5

فَلَمَّا زَاغُوٓاْ أَزَاغَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُمۡۚ

Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa apabila Allah menyesatkan hamba-hambaNya, maka itu bukanlah kezhaliman dari Allah terhadap mereka, mereka tidak bisa berdalih demikian, karena hal itu disebabkan oleh mereka sendiri. Merekalah yang menutup pintu hidayah dari diri mereka sendiri sesudah mereka mengetahuinya, maka sesudah itu Allah membalas mereka dengan menyesatkan mereka dan memalingkan mereka dari kebenaran yang tidak kuasa mereka tolak. (As-Sa’di, 859).
Pertanyaan: Ayat ini menyanggah pihak yang berdalil kepada takdir atas penyelewengannya. Jelaskan hal itu!