Quran
ﯦ
ﱓ
ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ
ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ١٢ ١٢ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ
ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ
ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ
ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ١٣ ١٣ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ
ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ١٤ ١٤ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ
ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ
ﮭ ﮮ ١٥ ١٥ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ
ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ
ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ
ﯭ ﯮ ١٦ ١٦ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ١٧ ١٧ ﯿ ﰀ ﰁ
ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ١٨ ١٨
يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ
Abdullah bin Mas’ud berkata, “Mereka diberi cahaya berdasarkan amal-amal mereka, ada yang diberi cahaya seperti pohon kurma, ada yang seperti laki-laki yang berdiri, yang paling rendah adalah diberi cahaya di ujung ibu jarinya yang terkadang menyala dan terkadang meredup.” (Al-Baghawi, 4/324).
Pertanyaan: Apakah cahaya orang-orang Mukmin di Hari Kiamat sama? Dan apa asas perbedaan tersebut?
يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ
Ini adalah kesedihan dan kerugian yang paling berat, yaitu dibukakan untuk seorang hamba jalan keselamatan dan keberuntungan, sehingga ketika dia menyangka dirinya selamat, dia melihat rumah-rumah kebahagiaan, ternyata dia dihalangi darinya dan dia pun mendapatkan kesengsaraan. Kita berlindung kepada Allah dari murka dan marahNya. (Ibnul Qayyim,3/129).
Pertanyaan: Ada azab kejiwaan atas orang-orang munafik pada Hari Kiamat. Jelaskan!
يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ ١٤
Mereka menyebutkan empat perbuatan yang menjadi sebab kerugian, yaitu mereka mencelakakan diri mereka sendiri, menantikan kehancuran menimpa orang-orang Mukmin, meragukan kebenaran Rasulullah dan tertipu oleh angan-angan mereka sendiri. (Ibnu Asyur, 27/385).
Pertanyaan: Sebutkan empat sebab kerugian yang tersebut di dalam ayat yang mulia ini!
۞أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ
“Secara khusyu' mengingat Allah,” yakni, mereka meraih derajat yang tinggi dalam iman, hati mereka melunak, tenang, tunduk, merendah, khusyu’, tenteram, lalu ia berpaling dari yang fana dan fokus meraih yang abadi. “Secara khusyu' mengingat Allah,” yakni, Maharaja paling agung yang tidak ada kebaikan kecuali dariNya, lalu siapa yang berdusta dalam imannya segera membenarkannya, siapa yang lemah di dalam imannya segera menguatkannya, tidak mencari obat untuk agamanya dan penyakit hatinya di selain al-Qur`an, karena sesungguhnya mengingat Allah membersihkan karat di dalam hati dan mencerahkan kilaunya. (Al-Biqa'i, 19/279).
Pertanyaan: Apa obat paling mujarab untuk hati yang keras?
وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ
“Hati mereka menjadi keras,” karena masa yang panjang. Yakni, hati mereka keras dan bengkok sehingga sampai batas tidak tergerak untuk melakukan ketaatan dan kebaikan. Al-Qusyairi berkata, “Hati keras berasal dari mengikuti syahwat karena syahwat dan kebersihan hati tidak akan berkumpul.” (Al-Biqa'i, 10/280).
Pertanyaan: Apa makna hati yang keras?
وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ ١٦
Kerasnya hati adalah dasar keburukan-keburukan, ia muncul karena kelalaian yang panjang terhadap Allah. (Al-Alusi, 14/181).
Pertanyaan: Apa bahaya hati yang keras bagi manusia?
ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ١٧
Ini adalah perumpamaan, hati yang beriman memerlukan mengingat Allah seperti bumi yang mati memerlukan hujan. Apabila hati mengingat Allah maka ia jernih dan bening sebagaimana bila hujan menyirami bumi, maka ia hidup dan hijau. (Ibnu Asyur, 27/393).
Pertanyaan: Apa faidah pemberitahuan Allah bahwa Dia menghidupkan bumi sesudah mati?