Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٧٧ ٧٧ ٧٨ ٧٨
٧٩ ٧٩
٨٠ ٨٠
٨١ ٨١
٨٢ ٨٢
٨٣ ٨٣
٨٤ ٨٤
٨٥ ٨٥
ﭿ
٨٦ ٨٦
٨٧ ٨٧
٨٨ ٨٨
٨٩ ٨٩
٩٠ ٩٠
٩١ ٩١
٩٢ ٩٢
٩٣ ٩٣
٩٤ ٩٤
٩٥ ٩٥ ٩٦ ٩٦
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١
٢ ٢

٣ ٣
537
Al-Waqi'ah Ayat 0 - 77

إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ ٧٧

Allah memuliakan al-Qur`an, meninggikan derajatnya di atas kitab-kitab, Allah memuliakannya sehingga ia bukan sihir, bukan perdukunan dan bukan kedustaan. Ada yang berkata, al-Qur`an itu mulia karena ia mengandung kemuliaan akhlak dan hal-hal luhur lainnya. Ada yang berkata, karena penghafalnya menjadi mulia dan pembacanya menjadi baik. Al-Wahidi menyebutkan dari para ahli ma’ani (makna-makna) bahwa pensifatan al-Qur`an dengan sifat mulia karena ia memberi kebaikan yang melimpah melalui petunjuk-petunjuk yang membimbing kepada kebenaran dalam agama. Al-Azhari berkata, “Al-Karim adalah nama sebutan general untuk apa yang dipuji. Al-Qur`an al-Karim dipuji karena ia berisi hidayah, keterangan, ilmu dan hikmah.” (Asy-Syaukani, 5/160).
Pertanyaan: Sebutkan sebagian dari kemuliaan al-Qur`an!

Al-Waqi'ah Ayat 0 - 79

إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ ٧٧ فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ ٧٨ لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ ٧٩

Ayat ini melalui apa yang tersurat dan apa yang tersirat menunjukkan bahwa yang mengetahui makna-makna dan memahaminya hanyalah hati yang suci, sebaliknya tidak akan digapai oleh hati yang ternoda oleh najis bid’ah dan penyimpangan untuk mendapatkan makna-maknanya dan memahaminya sebagaimana mestinya. (Ibnul Qayyim, 3/120).
Pertanyaan: Siapa yang ingin memahami al-Qur`an maka dia harus membersihkan hatinya. Jelaskan hal itu!

Al-Waqi'ah Ayat 0 - 80

تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠

Allah menyebutkan diturunnya al-Qur`an dengan menyandarkan-nya kepada RububiyahNya atas alam semesta yang berarti bahwa Dia adalah Pemilik semua itu, yang mengatur mereka, menetapkan hukum pada mereka, dan bahwa Allah yang tindakannya (Mahabijak) terhadap makhluk-makhluk seperti itu tidak mungkin dan tidak sejalan dengan RububiyahNya yang sempurna membiarkan makhluk begitu saja dan menelantarkannya sedemikian rupa, menciptakan mereka karena main-main, tidak memerintahkan dan tidak melarang mereka, tidak memberi mereka balasan pahala dan hukuman siksa. (Ibnul Qayyim, 3/131).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan diturunnya al-Qur`an dengan menyandarkannya kepada RububiyahNya atas alam semesta?

Al-Waqi'ah Ayat 0 - 80

تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٨٠

Al-Qur`an yang disifati dengan sifat-sifat mulia tersebut adalah diturunkan dari Tuhan alam semesta yang memperhatikan hamba-hambaNya dengan nikmat-nikmatNya dunia dan agama, di antara perhatianNya yang paling berharga adalah bahwa Dia menurunkan kitab al-Qur`an ini yang mengandung kebaikan-kebaikan manusia di dua alam dunia dan akhirat. (As-Sa'di, 836).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan alam semesta sesudah menyatakan bahwa al-Qur`an turun dari sisiNya?

Al-Waqi'ah Ayat 0 - 81

أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ ٨١

Apakah kalian wahai manusia melunakkan perkataan kalian terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an yang telah Aku kabarkan dan kisahkan urusannya kepada kalian karena kalian menyetujui mereka dalam mendustakan dan mengingkarinya? (Ath-Thabari, 23/153).
Pertanyaan: Apa makna dari مُدْهِنُوْنَ?

Al-Waqi'ah Ayat 0 - 82

وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ ٨٢

Ibnu Athiyyah berkata, “Para ulama tafsir sepakat bahwa ayat ini mencela orang-orang yang berkata tentang turunnya hujan, ‘Ia turun karena bintang ini dan anu.” Makna ayat, kalian membalas nikmat rizki Allah kepada Allah dengan mendustakan. (Ibnu Juzay, 2/406).
Pertanyaan: Apakah maksud dengan rizki dan mendustakan dalam ayat?

Al-Hadid Ayat 0 - 3

هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ ٣

“Dia-lah Yang awal,” sebelum segala sesuatu tanpa awalan, Dia ada sebelum segala sesuatu ada, “Yang Akhir,” sesudah fananya segala sesuatu tanpa akhiran, segala sesuatu fana dan hanyalah Dia Yang abadi. “Yang Zahir,” yakni, yang unggul tinggi atas segala sesuatu, “dan Yang Batin,” yakni, yang mengetahui segala sesuatu. Ini adalah makna ucapan Ibnu Abbas. (Al-Baghawi, 4/322).
Pertanyaan: Jelaskan makna empat nama Allah di dalam ayat!