Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٣٠ ٣٠

٣١ ٣١



٣٢ ٣٢
ﭿ
٣٣ ٣٣

٣٤ ٣٤


٣٥ ٣٥

٣٦ ٣٦

٣٧ ٣٧



٣٨ ٣٨
510
Muhammad Ayat 0 - 30

وَلَوۡ نَشَآءُ لَأَرَيۡنَٰكَهُمۡ فَلَعَرَفۡتَهُم بِسِيمَٰهُمۡۚ

Kalau Kami berkehendak wahai Muhammad niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu mengetahui mereka dengan mata kepalamu. Akan tetapi Allah tidak melakukan hal itu untuk seluruh orang-orang munafik karena Allah menutup aib hamba-hambaNya dan dalam rangka membawa urusan kepada apa yang nampak dan memulangkan apa yang rahasia kepada Allah yang Maha mengetahui. (Ibnu Katsir, 4/183).
Pertanyaan: Mengapa Allah tidak menampakkan seluruh orang-orang munafik kepada kaum Muslimin?

Muhammad Ayat 0 - 33

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَلَا تُبۡطِلُوٓاْ أَعۡمَٰلَكُمۡ ٣٣

Firman Allah, “Dan janganlah kalian merusakkan segala amal kalian,” mengandung empat kemungkinan makna: 1. Jangan membatalkan amal kalian dengan kekufuran sesudah beriman. 2. Jangan membatalkan kebaikan kalian dengan melakukan keburukan. 3. Jangan membatalkannya dengan ujub dan riya`. 4. Jangan membatalkannya dengan menghentikannya sebelum amal tersebut selesai. (Ibnu Juzay, 2/343).
Pertanyaan: Jelaskan pembatal-pembatal amal melalui ayat yang mulia ini!

Muhammad Ayat 0 - 35

فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ

Di dalam ayat, “Dan Allah bersama kalian” terdapat kabar gembira besar berupa kemenangan dan keunggulan atas musuh. (Ibnu Katsir, 4/184).
Pertanyaan: Apa pengaruh dari kebersamaan Allah terhadap kaum Muslimin?

Muhammad Ayat 0 - 35

فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ

“Maka janganlah kalian lemah,” janganlah bersikap lemah terhadap musuh, “dan mengajak damai,” dengan gencatan senjata dan menghentikan peperangan antara kalian dan orang-orang kafir, padahal kalian mempunyai kekuataan orang dan perlengkapan, “karena kalianlah yang lebih unggul,” di saat kalian lebih unggul atas musuh kalian. Adapun bila orang-orang kafir lebih kuat dan lebih banyak dibandingkan kaum Muslimin dan pemimpin melihat adanya kebaikan dalam gencatan senjata dan berdamai, maka hal itu diperbolehkan. (Ibnu Katsir, 4/184).
Pertanyaan: Ayat ini menjelaskan sikap yang sepatutnya diambil oleh kaum Muslimin saat mereka kuat dan saat mereka lemah. Jelaskan!

Muhammad Ayat 0 - 36

إِنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞۚ وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ يُؤۡتِكُمۡ أُجُورَكُمۡ وَلَا يَسۡـَٔلۡكُمۡ أَمۡوَٰلَكُمۡ ٣٦

Sepertinya ayat ini menginduk kepada ayat, “Maka janganlah kalian lemah dan mengajak damai” untuk mengingatkan bahwa menaati larangan tersebut adalah ketakwaan yang terpuji, karena mengajak berdamai bisa didorong oleh cinta dunia dan harta untuk biaya perang, maka mereka diingatkan bahwa iman dan takwa ini adalah untuk mencampakkan sifat wahn (cinta dunia dan takut mati). Mereka dilarang bersikap demikian dan dilarang untuk mengajak berdamai, maka menaatinya termasuk takwa. (Ibnu Asyur, 26/133).
Pertanyaan: Apa obat wahn yang menimpa umat berdasarkan ayat yang mulia ini?

Muhammad Ayat 0 - 36

وَإِن تُؤۡمِنُواْ وَتَتَّقُواْ يُؤۡتِكُمۡ أُجُورَكُمۡ وَلَا يَسۡـَٔلۡكُمۡ أَمۡوَٰلَكُمۡ ٣٦

Tuhan kalian tidak meminta uang kalian sebagai pengganti pahala, akan tetapi memerintahkan kalian agar beriman dan bertakwa untuk memberi kalian balasan surga. Senada dengan ayat ini Firman Allah, “Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka.” [Adz-Dzariyat: 57]. Ada yang berkata, Muhammad tidak meminta uang kalian. Hal ini senada dengan Firman Allah, “Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak meminta imbalan sedikit pun kepada kalian atasnya (dakwahku)'.” [Shad: 86]. Ada yang berkata, Allah dan Rasulullah tidak meminta harta kalian semuanya untuk zakat, namun hanya mengutip sedikit dari yang banyak, dua setengah persen, maka berikanlah dengan lapang dada. (Al-Qurthubi, 4/163).
Pertanyaan: Di antara tanda kebenaran seorang ulama adalah bahwa dia tidak meminta uang dari orang-orang. Bagaimana kamu mengetahuinya dari ayat ini?

Muhammad Ayat 0 - 38

هَٰٓأَنتُمۡ هَٰٓؤُلَآءِ تُدۡعَوۡنَ لِتُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَمِنكُم مَّن يَبۡخَلُۖ وَمَن يَبۡخَلۡ فَإِنَّمَا يَبۡخَلُ عَن نَّفۡسِهِۦۚ وَٱللَّهُ ٱلۡغَنِيُّ وَأَنتُمُ ٱلۡفُقَرَآءُۚ وَإِن تَتَوَلَّوۡاْ يَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا يَكُونُوٓاْ أَمۡثَٰلَكُم ٣٨

“Dan barangsiapa kikir, maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri.” Dampak buruk kekikirannya kembali kepada dirinya sendiri, seakan-akan dia kikir untuk dirinya dengan pahala yang berhak diterimanya apabila dia berinfak. “Dan jika kalian berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kalian) dengan kaum yang lain,” yakni, mendatangkan kaum yang mempunyai sifat berbeda dengan kalian, yang berhasrat untuk berinfak di jalan Allah. (Ibnu Juzay, 2/344).
Pertanyaan: Kita memetik faidah dari ayat ini bahwa balasan itu sejenis dengan amal perbuatan. Jelaskan!