Quran
ﯜ
ﱒ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ٢ ٢ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ ٣ ٣ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ
ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ
ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ٤ ٤ ﮫ
ﮬ ﮭ ٥ ٥ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ٦ ٦ ﯕ ﯖ
ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ٧ ٧ ﯟ ﯠ
ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ٨ ٨ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ
ﯬ ﯭ ٩ ٩ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ١٠ ١٠ ﰃ
ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ١١ ١١
وَلَوۡ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَٱنتَصَرَ مِنۡهُمۡ وَلَٰكِن لِّيَبۡلُوَاْ بَعۡضَكُم بِبَعۡضٖۗ
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, kuasa untuk membuat orang-orang kafir tidak pernah menang sekalipun, sehingga kaum Muslimin memberangus kekuatan mereka semuanya. “Tetapi Dia hendak menguji kalian satu sama lain.” Agar pasar jihad tegak berlaku, dengan itu kondisi manusia akan terbukti, siapa yang benar dan siapa yang dusta, agar siapa yang beriman, beriman dengan benar bukan dengan iman yang hanya sekedar mengikuti siapa yang menang, karena iman seperti ini adalah iman yang lemah sekali, tidak kokoh di depan badai ujian dan cobaan. (As-Sa’di, 785).
Pertanyaan: Apa ujian yang dikandung oleh kemenangan kaum musyrikin atas kaum Muslimin di sebagian kesempatan?
وَٱلَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ فَلَن يُضِلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٤ سَيَهۡدِيهِمۡ وَيُصۡلِحُ بَالَهُمۡ ٥
“Dan memperbaiki keadaan mereka,” yaitu keadaan pikiran mereka, hingga Allah menjadikannya menerima segala kebaikan, jauh dari segala keburukan, aman dari ketakutan, tenang dengan iman dengan segala ketenangan yang ada padanya. Apabila seseorang gugur di jalanNya maka Allah akan mengurusi anak keturunannya secara lebih baik dibandingkan apa yang dilakukan orang yang gugur tersebut seandainya dia masih hidup. (Al-Biqa’i, 7/153).
Pertanyaan: Apa makna Allah memperbaiki keadaan mereka?
وَيُدۡخِلُهُمُ ٱلۡجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمۡ ٦
Maksudnya Allah menjelaskan kepada mereka tempat-tempat mereka di surga sehingga mereka mengetahuinya tanpa salah dan tanpa petunjuk siapa pun, seolah-olah mereka sudah mendiaminya sejak mereka diciptakan. Seorang Mukmin lebih mengetahui derajatnya, istrinya dan pelayannya di surga dibandingkan rumahnya dan keluarganya di dunia. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama tafsir. (Al-Baghawi, 4/154).
Pertanyaan: Bagaimana Allah mengenalkan surga kepada penghuninya?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧
Orang-orang yang melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dari kalangan orang-orang yang menyatakan diri mereka sebagai kaum Muslimin kemudian mereka berkata Allah akan menolong kami, mereka itu adalah orang-orang yang tertipu, karena mereka bukanlah bala tentara Allah yang dijanjikan kemenangan sebagaimana tidak samar. Makna orang-orang Mukmin menolong Allah adalah menolong agama dan kitabNya, berusaha dan berjihad untuk meninggikan kalimat Allah sehingga kalimat Allah adalah yang tertinggi, menegakkan batasan-batasan Allah di bumiNya dan menjauhi larangan-laranganNya. (Asy-Syinqithi, 7/252).
Pertanyaan: Apa makna pertolongan orang-orang Mukmin kepada Allah dan apakah orang-orang yang berbuat kemaksiatan layak mendapatkan pertolongan Allah?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ ٧ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَتَعۡسٗا لَّهُمۡ وَأَضَلَّ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٨ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَرِهُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأَحۡبَطَ أَعۡمَٰلَهُمۡ ٩
Ini adalah ancaman untuk umat, bila mereka tidak menolong Allah, tidak berjihad di jalan Allah, meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, maka Allah menyerahkan mereka kepada diri mereka, Allah tidak sudi menolong mereka dan menguasakan musuh mereka atas mereka. Dan kekuasaan sebagian orang-orang fasik telah terwujud manakala kaum Muslimin meremehkan hal-hal di atas dan hanya berpangku tangan saja. (Al-Biqa’i, 7/155).
Pertanyaan: Apa hukuman berpaling dari perintah-perintah Allah dan membencinya?
۞أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۖ دَمَّرَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِمۡۖ
Setiap ayat yang di dalamnya Allah memerintahkan manusia agar berjalan di muka bumi, baik secara riil dengan kaki atau kendaraan atau dengan berpikir untuk mengambil pelajaran, atau dengan kata yang mencakup keduanya, maka maksudnya adalah mengambil pelajaran agar apa yang menimpa mereka tidak menimpa kita. (Ibnul Qay-yim, 2/454).
Pertanyaan: Apa hikmah perintah Allah kepada hamba-hambaNya agar berjalan di muka bumi?
وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ ١١
Tidak ada penolong bagi orang-orang kafir yang membimbing mereka ke jalan keselamatan, menyelamatkan mereka dari azab dan hukuman Allah, karena penolong-penolong mereka adalah thaghut yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan-kegelapan. (As-Sa’di, 786).
Pertanyaan: Bila wali-wali bagi orang-orang kafir adalah thaghut, maka apa maksud dari bahwa mereka tidak memiliki penolong?