Quran
ﯛ
ﱒ
ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ
ﭨ ﭩ ﭪ ٢١ ٢١ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ
ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ٢٢ ٢٢ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ
ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ٢٣ ٢٣ ﮇ
ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ
ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ٢٤ ٢٤ ﮜ ﮝ
ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ
ﮩ ﮪ ٢٥ ٢٥ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ
ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ٢٦ ٢٦ ﯮ ﯯ
ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ٢٧ ٢٧
ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ
ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ٢٨ ٢٨
۞وَٱذۡكُرۡ أَخَا عَادٍ إِذۡ أَنذَرَ قَوۡمَهُۥ بِٱلۡأَحۡقَافِ وَقَدۡ خَلَتِ ٱلنُّذُرُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦٓ
Perumpamaan dan kisah orang-orang terdahulu merupakan media untuk mengetahui apa yang baik dan apa yang buruk. Allah berfirman kepada RasulNya, “Dan ingatlah (Hud) saudara kaum ‘Ad.” (Al-Alusi, 25/251).
Pertanyaan: Apa faidah disebutkannya kisah kaum ‘Ad?
قَالَ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَأُبَلِّغُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ٢٣
Ditambahkan kata, “Kaum,” dan tidak hanya menyebutkan, “bodoh,” untuk menunjukkan bahwa kebodohan pada mereka itu mengakar sehingga ia menjadi pilar bagi eksistensi mereka sebagai kaum dan untuk menunjukkan bahwa kebodohan tersebut mencakup seluruh kabilah, sebagaimana Luth berkata kepada kaumnya, “Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal?” [Hud: 78]. (Ibnu Asyur, 26/48).
Pertanyaan: Apa yang ditunjukkan oleh kata “kaum” dalam ayat yang mulia ini?
فَلَمَّا رَأَوۡهُ عَارِضٗا مُّسۡتَقۡبِلَ أَوۡدِيَتِهِمۡ قَالُواْ هَٰذَا عَارِضٞ مُّمۡطِرُنَاۚ بَلۡ هُوَ مَا ٱسۡتَعۡجَلۡتُم بِهِۦۖ رِيحٞ فِيهَا عَذَابٌ أَلِيمٞ ٢٤
Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa bila angin berhembus, maka Nabi mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikannya, kebaikan apa yang ada padanya dan kebaikan yang karenanya ia diutus dan aku berlindung dari keburukannya, keburukan apa yang ada padanya dan keburukan yang karenanya ia diutus.” Bila langit mendung. Maka wajah Nabi berubah, beliau keluar masuk, maju mundur, apabila langit menurunkan hujan, maka beliau berbahagia, maka Aisyah bertanya lalu beliau menjawab, “Aku tidak tahu, bisa jadi awan itu sebagaimana ucapan kaum 'Ad, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita.” (Al-Alusi, 25/256).
Pertanyaan: Apa doa yang dianjurkan saat melihat angin atau awan datang?
وَلَقَدۡ مَكَّنَّٰهُمۡ فِيمَآ إِن مَّكَّنَّٰكُمۡ فِيهِ
Kami telah meneguhkan kedudukan kaum ‘Ad sebagaimana Kami meneguhkan kalian wahai kalian semua, kalian jangan menyangka bahwa Kami hanya meneguhkan kalian secara khusus, bahwa keteguhan itu akan mampu menolak azab Allah dari kalian. Justru selain kalian lebih kuat kedudukannya, namun harta mereka, anak-anak mereka dan bala tentara mereka tidak menolong mereka sedikit pun dari azab Allah. (As-Sa’di, 783).
Pertanyaan: Apabila Allah hendak menghukum penduduk negeri, maka kekuatan materi tidak berguna sedikit pun bagi mereka. Jelaskan!
وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعٗا وَأَبۡصَٰرٗا وَأَفۡـِٔدَةٗ
Faidah dari Firman Allah, “Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati.” Bahwa media-media untuk mengetahui kebenaran tidak sedikit pun berkurang dari mereka kalau seandainya mereka tidak mengingkari. Ini adalah sindiran terhadap kaum musyrikin Quraisy, maksudnya kalian tidak mengambil faidah dari pendengaran, penglihatan dan hati kalian serta akal kalian. (Ibnu Asyur, 26/53).
Pertanyaan: Apa faidah dari Firman Allah, “Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati.”?
وَجَعَلۡنَا لَهُمۡ سَمۡعٗا وَأَبۡصَٰرٗا وَأَفۡـِٔدَةٗ فَمَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُمۡ سَمۡعُهُمۡ وَلَآ أَبۡصَٰرُهُمۡ وَلَآ أَفۡـِٔدَتُهُم مِّن شَيۡءٍ إِذۡ كَانُواْ يَجۡحَدُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ
Ayat ini dan yang sepertinya menunjukkan bahwa pendengaran, penglihatan dan hati tidak berguna bagi pemiliknya bila dia mengingkari ayat-ayat Allah. Hal ini menunjukkan bahwa akal adalah poros bagi taklif namun sekedar akal saja tidak mewujudkan iman dan ilmu yang menyelamatkan dari azab Allah. (Ibnu Taimiyah, 5/550).
Pertanyaan: Hidayah bukan sekedar buah dari akal, akan tetapi ia adalah karunia dari Allah. Jelaskan!
فَلَوۡلَا نَصَرَهُمُ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ قُرۡبَانًا ءَالِهَةَۖ بَلۡ ضَلُّواْ عَنۡهُمۡۚ
Mengapa tuhan-tuhan yang mereka sembah untuk mendekatkan diri kepada Allah itu tidak menolong mereka dan memberi mereka syafa'at, di mana mereka berkata, “Mereka adalah para pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah.” Dan mengapa tuhan-tuhan tersebut tidak menyelamatkan mereka dari azab yang menimpa mereka. (Asy-Syaukani, 5/24).
Pertanyaan: Sesembahan-sesembahan selain Allah adalah lemah di dunia dan akhirat. Jelaskan melalui ayat ini!