Quran
ﯚ
ﱒ
٣٣ ٣٣ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ
ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ٣٤ ٣٤ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ
ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
٣٥ ٣٥ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ٣٦ ٣٦
ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ٣٧ ٣٧
ﯛ
ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ
ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ٣ ٣ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ
ﯩ ٤ ٤ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ
ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ٥ ٥
وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ
Kebatilan dan kesenangannya menipu kalian, kalian menduga tidak ada kesenangan selainnya dan tidak ada kebangkitan. (Al-Qurthubi, 19/173).
Pertanyaan: Bagaimana dunia menipu manusia?
فَلِلَّهِ ٱلۡحَمۡدُ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَرَبِّ ٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٣٦
Kata اَلرَّبُّ diulang untuk menunjukkan bahwa penjagaanNya terhadap makhluk dan rububiyahNya mempunyai berbagai bentuk sesuai dengan kehidupan makhlukNya. PenjagaanNya terhadap bagian ini dalam bentuk yang berbeda dengan penjagaanNya terhadap bagian yang lain. PenjagaanNya terhadap keseluruhan secara umum berbeda dengan penjagaanNya terhadap setiap bagian secara independen, sekalipun semuanya dalam hal kesempurnaan kuasaNya adalah sama. (Al-Biqa’i, 18/116).
Pertanyaan: Mengapa kata اَلرَّبُّ diulang-ulang?
فَلِلَّهِ ٱلۡحَمۡدُ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَرَبِّ ٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٣٦ وَلَهُ ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ
Ibadah berpijak kepada dua pilar; cinta Allah dan tunduk kepadaNya, keduanya lahir dari ilmu tentang kebaikan-kebaikan Allah, kebesaran dan keagunganNya. (As-Sa’di, 779).
Pertanyaan: Apa dua pilar ibadah dan dari apa keduanya lahir?
وَلَهُ ٱلۡكِبۡرِيَآءُ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٣٧
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah bersabda, “Allah berfirman, ‘Kesomongan adalah selempangKu dan keagungan adalah sarungKu, barangsiapa merebut salah satu darinya dariKu, maka Aku mencampakkannya ke dalam neraka'.” (Asy-Syaukani, 5/12).
Pertanyaan: Sebutkan hadits yang menyebutkan bahwa kesombongan adalah milik Allah saja!
تَنزِيلُ ٱلۡكِتَٰبِ مِنَ ٱللَّهِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَكِيمِ ٢ مَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَآ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَأَجَلٖ مُّسَمّٗىۚ وَ
Sesudah Allah menjelaskan penurunan kitabNya yang berisi perintahNya dan laranganNya, selanjutnya Allah menyebutkan penciptaan langit dan bumi, jadi Allah menyatukan antara penciptaan dan perintah sebagaimana dalam Firman Allah, “Ingatlah, menciptakan dan menetapkan ketentuan hanyalah hak Allah.” [Al-A’raf: 54]. (As-Sa’di, 779).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan penciptaan langit, bumi dan apa yang ada di antara keduanya sesudah penurunan al-Qur`an?
وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّن يَدۡعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَن لَّا يَسۡتَجِيبُ لَهُۥٓ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ ٥
Tidak ada yang lebih sesat daripada orang yang berdoa kepada tuhan yang tidak menjawab doanya, yaitu berhala-berhala, ia tidak mendengar, tidak berakal. Karena itu ayat ini menyatakan berhala tersebut lalai dari doa mereka, karena ia tidak mendengarnya. (Ibnu Juzay, 2/331).
Pertanyaan: Berdoa kepada yang tidak mendengar adalah bentuk kebodohan dan kesesatan. Jelaskan hal ini dari ayat ini!
وَهُمۡ عَن دُعَآئِهِمۡ غَٰفِلُونَ ٥
Maksud menyematan sifat lalai kepada berhala adalah penyamaan dengan manusia yang lalai dari apa yang dikatakan kepadanya. Berhala itu tidak mengerti apa pun tentang apa yang diucapkan kepadanya, sama seperti orang yang lalai dari sesuatu dan lupa darinya. Ini adalah celaan keras dari Allah terhadap kaum musyrikin karena buruknya pendapat mereka, buruknya pilihan mereka dalam ibadah mereka kepada sesuatu yang tidak mengerti apa pun dan tidak memahami. (Ath-Thabari, 22/95).
Pertanyaan: Mengapa tuhan-tuhan yang disembah oleh kaum musyrikin dikatakan lalai, dan apa maksudnya?