Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢
٣ ٣
٤ ٤
٥ ٥

٦ ٦

ﭿ ٧ ٧

٨ ٨
٩ ٩
١٠ ١٠

١١ ١١

١٢ ١٢
١٣ ١٣
١٤ ١٤

١٥ ١٥

١٦ ١٦

١٧ ١٧
١٨ ١٨
496
Ad-Dukhan Ayat 0 - 3

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةٖ مُّبَٰرَكَةٍۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ ٣

"Pada malam yang diberkahi," yakni, malam yang banyak kebaikan dan keberkahannya, yaitu malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada 1000 bulan. Allah menurunkan perkataan paling utama, di malam paling utama, di hari yang paling utama dengan bahasa Arab. (As-Sa’di, 773).
Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan malam yang diberkahi dan mengapa dinamakan demikian?

Ad-Dukhan Ayat 0 - 4

فِيهَا يُفۡرَقُ كُلُّ أَمۡرٍ حَكِيمٍ ٤

Makna يُفْرَقُ adalah diputuskan dan ditetapkan. Urusan yang penuh hikmah adalah rezeki manusia dan ajal mereka serta segala perkara di tahun tersebut, dipindah dari Lauh Mahfuzh di malam Lailatul Qadar agar malaikat-malaikat menunaikannya untuk setahun ke depan. (Ibnu Juzay, 2/321).
Pertanyaan: Apa itu urusan yang penuh hikmah yang ditetapkan di malam Lailatul Qadar?

Ad-Dukhan Ayat 0 - 9

بَلۡ هُمۡ فِي شَكّٖ يَلۡعَبُونَ ٩

Pengakuan mereka tidak bersumber dari ilmu dan keyakinan yang kokoh. Keberadaannya seperti ketiadaannya, karena mereka mencampurnya dengan keraguan dan main-main, sehingga ciri khas yakin dan pengakuan -yang harus sesuai dengan kepastian- hilang darinya. Apabila ilmu tidak diamalkan oleh pemiliknya dan tidak terus-menerus dipelajari, maka itu beresiko terlalaikan kemudian terlupakan, lalu ia melemah sehingga menjadi keraguan. (Ibnu Asyur, 25/284-285).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya tidak mengamalkan ilmu dalam konteks ayat yang mulia ini!

Ad-Dukhan Ayat 0 - 10

فَٱرۡتَقِبۡ يَوۡمَ تَأۡتِي ٱلسَّمَآءُ بِدُخَانٖ مُّبِينٖ ١٠

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, “Lakukanlah amal shalih sebelum datangnya enam perkara; dajjal, asap, hewan melata bumi, terbitnya matahari dari barat, perkara hari kiamat dan urusan khusus seseorang di antara kalian (kematian).” (Al-Biqa’i, 7/68).
Pertanyaan: Apa dampak negatif menunda-nunda amal shalih dari waktunya?

Ad-Dukhan Ayat 0 - 12

رَّبَّنَا ٱكۡشِفۡ عَنَّا ٱلۡعَذَابَ إِنَّا مُؤۡمِنُونَ ١٢

"Sesungguhnya kami akan beriman," merupakan alasan dari permintaan diangkatnya azab dari mereka. Maksudnya, kami akan melakukan sesuatu yang bisa menepis azab atas orang-orang kafir dari kami. Ucapan mereka ini menunjukkan keutamaan iman. (Al-Biqa’i, 25/290).
Pertanyaan: Bagaimana ayat yang mulia ini menunjukkan keutamaan iman?

Ad-Dukhan Ayat 0 - 17

۞وَلَقَدۡ فَتَنَّا قَبۡلَهُمۡ قَوۡمَ فِرۡعَوۡنَ وَجَآءَهُمۡ رَسُولٞ كَرِيمٌ ١٧

Qatadah berkata, "Rasul yang mulia," adalah Musa. Allah menyebutnya dengan sifat ini karena dia memang mulia di sisi Allah, berkedudukan tinggi di sisiNya. Bisa juga karena di tengah kaumnya dia memang orang mulia dan dihormati. (Ath-Thabari, 22/24).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Musa dinyatakan sebagai rasul yang mulia?

Ad-Dukhan Ayat 0 - 18

إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ١٨

Yakni utusan Allah Tuhan alam semesta, dipercaya dalam mengemban risalahNya, aku tidak menyembunyikan apa pun darinya, aku tidak menambah dan tidak juga mengurangi. Ini menunjukkan totalitas ketundukan beliau kepadaNya. (As-Sa’di, 773).
Pertanyaan: Ayat ini mencela bid’ah dan perbuatan bid’ah di dalam agama. Jelaskan!