Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٧٤ ٧٤
٧٥ ٧٥
٧٦ ٧٦
٧٧ ٧٧

٧٨ ٧٨

٧٩ ٧٩
ﭿ
٨٠ ٨٠

٨١ ٨١

٨٢ ٨٢

٨٣ ٨٣

٨٤ ٨٤


٨٥ ٨٥

٨٦ ٨٦

٨٧ ٨٧

ﯿ ٨٨ ٨٨
٨٩ ٨٩
495
Az-Zukhruf Ayat 0 - 75

لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ٧٥

Putus asa di dalam ayat adalah putus asa dari keselamatan, orang yang tidak berharap selamat, dia pasrah di depan azab. (Ath-Thabari, 21/643).
Pertanyaan: Apa maksud dari keputusasaan orang kafir di dalam neraka?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 75

لَا يُفَتَّرُ عَنۡهُمۡ وَهُمۡ فِيهِ مُبۡلِسُونَ ٧٥

Mereka sangat bersedih karena keputusasaan yang berat. Ar-Raghib berkata, “Al-iblas adalah kesedihan yang terjadi karena keputusasaan yang berat. Ada yang berpendapat, dari sini nama Iblis diambil. Karena orang yang berputus asa biasanya hanya bisa diam, melupakan apa yang terjadi padanya. Dikatakanأَبْلَسَ فُلَانٌ artinya fulan hanya diam kehabisan alasan.” Kata al-iblas di sini ditafsirkan dengan diam dan habisnya alasan. (Al-Alusi, 25/141).
Pertanyaan: Apa makna "mereka berputus asa."?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 78

قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ ٧٧ لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ٧٨

Ketika mereka meminta kematian, malaikat penjaga neraka menjawab, “Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal (di neraka ini).” Lalu dia menyebutkan sebab kesengsaraan me-reka, yaitu penentangan mereka terhadap kebenaran dan kebencian mereka. “Sungguh Kami telah datang membawa kebenaran kepada kalian tetapi kebanyakan di antara kalian benci pada kebenaran itu.” (Ibnu Katsir, 4/137).
Pertanyaan: Apa faidah dari, “Sungguh Kami telah datang membawa kebenaran kepada kalian tetapi kebanyakan di antara kalian benci pada kebenaran itu,” sesudah ucapan, “Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal (di neraka ini).”?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 78

لَقَدۡ جِئۡنَٰكُم بِٱلۡحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَكُمۡ لِلۡحَقِّ كَٰرِهُونَ ٧٨

Kami telah membawa kebenaran kepada kalian di dunia, yaitu Tauhid dan segala apa yang wajib kalian imani, dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab, akan tetapi kebanyakan dari kalian membenci kebenaran -kebenaran apa pun-, tidak menerimanya dan malah menjauh darinya. (Al-Alusi, 25/142).
Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan kebenaran yang tersebut di dalam ayat ini?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 81

قُلۡ إِن كَانَ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدٞ فَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡعَٰبِدِينَ ٨١

"Maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu)," maksudnya, menyembah anak tersebut, karena ia adalah bagian dari orang tuanya. Aku adalah orang pertama yang tunduk kepada hal-hal yang Allah cintai, akan tetapi aku adalah orang pertama yang paling keras mengingkari keberadaan anak Allah, paling kuat menolaknya, maka hal itu membuktikan kebatilannya. Ini adalah hujjah agung di sisi orang-orang yang mengetahui keadaan para rasul. (As-Sa’di, 770).
Pertanyaan: Ayat ini menunjukkan bahwa para rasul adalah orang pertama dalam segala bentuk kesempurnaan dan paling jauh dari keburukan dan kekurangan. Jelaskan hal itu melalui ayat ini!

Az-Zukhruf Ayat 0 - 82

سُبۡحَٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبِّ ٱلۡعَرۡشِ عَمَّا يَصِفُونَ ٨٢

Maksud disebutkannya langit dan bumi adalah pengetahuanNya yang mliputi alam penciptaan dan pengaturan, karena kaum musyrikin menetapkan sekutu-sekutu bagi Allah di bumi, yaitu berhala-berhala mereka, sebagaimana mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah di langit, yaitu para malaikat, karena mereka menyatakan bahwa malaikat-malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. (Ibnu Asyur, 25/267).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini mengkhususkan langit dan bumi dengan rububiyah Allah ?

Az-Zukhruf Ayat 0 - 89

فَٱصۡفَحۡ عَنۡهُمۡ وَقُلۡ سَلَٰمٞۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٨٩

Ini bukanlah perintah mengucapkan salam penghormatan, akan tetapi salam selamat tinggal. Maksudnya, bila kalian tetap menolak, maka aku berpisah dari kalian. (Al-Alusi, 25/151).
Pertanyaan: Kita diperintahkan agar tetap bersikap lunak dan bijak di depan penolakan orang-orang yang menentang. Jelaskan hal ini melalui ayat ini!