Quran
ﯗ
ﱑ
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ
ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ٥٢ ٥٢ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ٥٣ ٥٣
ﯘ
ﮉ ﮊ ٣ ٣ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ
ﮑ ﮒ ٤ ٤ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ
ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ٥ ٥ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ
ﮢ ٦ ٦ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ
٧ ٧ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ
٨ ٨ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ
ﯝ ﯞ ﯟ ٩ ٩ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ
ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ١٠ ١٠
وَكَذَٰلِكَ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ رُوحٗا مِّنۡ أَمۡرِنَاۚ م
Al-Qur`an disebut ruh karena ia adalah kehidupan dari kematian karena kebodohan. Malik bin Dinar berkata, “Wahai ahli al-Qur`an, apa yang ditanamkan oleh al-Qur`an di dalam hati kalian?” Al-Qur`an adalah taman indah hati, sebagaimana hujan menumbuhkan bumi.” (Al-Qurthubi, 18/509).
Pertanyaan: Al-Qur`an disebut ruh, ini mengandung dorongan dan petunjuk yang mendalam. Jelaskan hal itu!
مَا كُنتَ تَدۡرِي مَا ٱلۡكِتَٰبُ وَلَا ٱلۡإِيمَٰنُ
Allah menyebutkan sifat RasulNya sebelum menurunkan wahyu kepada beliau. “Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah Kitab (al-Qur`an) dan apakah iman itu,” karena Nabi adalah ummi yang tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis. Ini lebih mendalam dari sisi mukjizat, lebih membuktikan kebenaran kenabian Nabi. (Asy-Syaukani, 4/545).
Pertanyaan: Ayat yang mulia menunjukkan kebenaran kenabian Nabi. Jelaskan hal itu!
وَلَٰكِن جَعَلۡنَٰهُ نُورٗا نَّهۡدِي بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَاۚ وَإِنَّكَ لَتَهۡدِيٓ إِلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ٥٢
Ayat ini menyerupakan al-Qur`an dengan cahaya, karena sisi kesamaan sebagai yang menunjuki; karena iman, hidayah dan ilmu adalah cahaya, sebaliknya kekafiran, kesesatan dan kebodohan adalah kegelapan. Allah berfirman, “Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman).” [Al-Baqarah: 257]. Orang yang berjalan di dalam kegelapan akan tersesat, bila ada cahaya maka dia mengetahui jalan, cahaya adalah media untuk berjalan tanpa tersesat, namun ia berguna manakala tidak ada penghalang, karena bila ada penghalang maka media tidak berguna. Karena itu Allah berfirman, “Dengan itu Kami memberi petunjuk siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami” (Ibnu Asyur, 25/154).
Pertanyaan: Mengapa al-Qur`an diserupakan dengan cahaya dan siapa yang mengambil faidah dari cahaya al-Qur`an al-Karim?
وَإِنَّهُۥ فِيٓ أُمِّ ٱلۡكِتَٰبِ لَدَيۡنَا لَعَلِيٌّ حَكِيمٌ ٤
Di sini Allah menjelaskan kemuliaan al-Qur`an di kalangan malaikat yang paling tinggi kedudukannya agar penduduk bumi, alam bawah, menghormati, mengagungkan, dan menaatinya. (Ibnu Ka-tsir, 4/124).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengabarkan kemuliaan al-Qur`an di kalangan para malaikat yang paling tinggi kedudukannya?
أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا أَن كُنتُمۡ قَوۡمٗا مُّسۡرِفِينَ ٥
Qatadah berkata, “Demi Allah, seandainya al-Qur`an ini diangkat ketika manusia awal dari umat ini menolak, niscaya mereka binasa, akan tetapi Allah terus menerus menurunkannya dengan rahmat-Nya.” (Al-Qurthubi, 19/7).
Pertanyaan: Bagaimana keadaan kita seandainya al-Qur`an ini diangkat manakala manusia awal dari umat ini menolak?
أَفَنَضۡرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكۡرَ صَفۡحًا أَن كُنتُمۡ قَوۡمٗا مُّسۡرِفِينَ ٥
Sekalipun keadaan kalian demikian, kalian meninggalkan al-Qur`an dan kalian terus demikian hingga kalian mati di atas kekufuran dan kesesatan, lalu kalian masuk ke dalam azab yang abadi, Kami tidak akan membiarkan kalian demikian karena luasnya rahmat Kami, sebaliknya Kami akan terus membimbing kalian dengan mengutus seorang Rasul yang terpercaya dan menurunkan Kitab yang jelas. (Al-Alusi, 25/90).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan luasnya rahmat dan karunia Allah?
وَمَا يَأۡتِيهِم مِّن نَّبِيٍّ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ ٧
Ini adalah hiburan untuk Nabi. (Al-Qurthubi, 19/9).
Pertanyaan: Apa maksud disebutkannya olok-olok umat terdahulu terhadap para nabi?