Quran
ﯖ
ﱐ
ﯖ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ٣ ٣ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ٤ ٤ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ
ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ
٥ ٥ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ٦ ٦ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ٧ ٧ ﮕ ﮖ
ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ٨ ٨ ﮟ ﮠ ﮡ
ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ﮭ ﮮ ٩ ٩ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ
ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ
ﯟ ١٠ ١٠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ
ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ١١ ١١
تَنزِيلٞ مِّنَ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٢
Di antara rahmat Allah yang paling besar dan berharga adalah al-Qur`an yang mengandung ilmu, hidayah, cahaya, kesembuhan, rahmat dan kebaikan yang banyak yang merupakan nikmatNya yang paling agung bagi hamba-hambaNya. (As-Sa’di, 744).
Pertanyaan: Sebutkan rahmat Allah paling besar kepada umat manusia!
كِتَٰبٞ فُصِّلَتۡ ءَايَٰتُهُۥ
Yakni, segala bentuknya dijelaskan sedemikian rupa, ini mengandung penjelasan sempurna dan pembedaan di antara segala sesuatu dan keterangan tentang hakikat-hakikat. (As-Sa’di, 744).
Pertanyaan: Apa faidah yang kita petik dari, “Kitab yang ayat-ayatnya dijelaskan.”?
بَشِيرٗا وَنَذِيرٗا فَأَعۡرَضَ أَكۡثَرُهُمۡ فَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ ٤
Ayat ini menafikan pendengaran berguna yang dipertimbangkan. (Ibnu Athiyyah, 5/4).
Pertanyaan: Pendengaran apa yang dinafikan dari orang-orang itu?
وَقَالُواْ قُلُوبُنَا فِيٓ أَكِنَّةٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ وَفِيٓ ءَاذَانِنَا وَقۡرٞ وَمِنۢ بَيۡنِنَا وَبَيۡنِكَ حِجَابٞ فَٱعۡمَلۡ إِنَّنَا عَٰمِلُونَ ٥
Penghalang tersebut adalah perselisihan mereka dalam agama, karena agama mereka adalah menyembah berhala sedangkan agama Nabi Muhammad adalah menyembah Allah semata tidak ada sekutu bagiNya. Itulah penghalang yang mereka klaim antara mereka dengan Nabi Allah. (Ath-Thabari, 21/429).
Pertanyaan: Orang-orang kafir menyatakan bahwa di antara mereka dengan utusan Allah terdapat sekat penghalang, apa itu?
قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَٱسۡتَقِيمُوٓاْ إِلَيۡهِ وَٱسۡتَغۡفِرُوهُۗ وَوَيۡلٞ لِّلۡمُشۡرِكِينَ ٦
Yakni, aku bukan malaikat, akan tetapi aku adalah manusia salah satu anak keturunan Nabi Adam. Al-Hasan berkata, “Allah mengajari Nabi untuk bertawadhu’.” (Al-Qurthubi, 18/392).
Pertanyaan: Ayat ini menunjukkan pentingnya tawadhu’, jelaskan!
ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ كَٰفِرُونَ ٧
Mengapa ayat ini menyebutkan secara khusus bahwa orang-orang kafir itu tidak menunaikan zakat dan mereka kafir kepada akhirat? Kami menjawab, karena sesuatu yang paling manusia cintai adalah uangnya. Uang adalah saudara kandung nyawa. Bila seseorang memberikannya di jalan Allah, maka itu menjadi bukti paling kuat atas keteguhan dan istiqamahnya, kebenaran niatnya dan kebersihan hatinya. Tidakkah kamu membaca Firman Allah, "Dan perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya untuk mencari ridha Allah dan untuk memperteguh jiwa mereka." [Al-Baqarah: 265] Yakni, meneguhkan diri mereka dan menunjukkan keteguhan tersebut melalui infak di jalan Allah. (Al-Qurthubi, 18/393).
Pertanyaan: Mengapa menolak membayar zakat disandingkan dengan mengingkari kehidupan akhirat?
۞قُلۡ أَئِنَّكُمۡ لَتَكۡفُرُونَ بِٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡأَرۡضَ فِي يَوۡمَيۡنِ وَتَجۡعَلُونَ لَهُۥٓ أَندَادٗاۚ ذَٰلِكَ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِيَ مِن فَوۡقِهَا وَبَٰرَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَآ أَقۡوَٰتَهَا فِيٓ أَرۡبَعَةِ أَيَّامٖ سَوَآءٗ لِّلسَّآئِلِينَ ١٠
Hikmah Allah menciptakan makhluk-makhluk dalam waktu yang memanjang tersebut padahal Allah Mahakuasa untuk menciptakannya dalam sekejap, adalah agar hamba-hambaNya belajar proses di dalam sebuah urusan atau perkara. (Ibnu Athiyyah, 5/5).
Pertanyaan: Mengapa Allah menciptakan makhluk-makhluk dalam masa tersebut padahal Allah kuasa untuk menciptakannya dalam sekejap?