Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٥٩ ٥٩


٦٠ ٦٠


ﭿ ٦١ ٦١

٦٢ ٦٢

٦٣ ٦٣




٦٤ ٦٤

٦٥ ٦٥


٦٦ ٦٦
474
Ghafir Ayat 0 - 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠

“Sesungguhnya orang-orang yang sombong yang tidak mau menyembahKu,” yakni, mereka menyombongkan diri sehingga tidak berharap kepadaKu. Sebagaimana Nabi bersabda, “Barangsiapa tidak meminta kepada Allah, maka Allah murka atasnya.” Adapun sabda Nabi , “Doa adalah ibadah.” Maka maknanya adalah bahwa doa dan berharap kepada Allah adalah ibadah, karena doa menampakkan kebutuhan hamba dan kerendahannya kepada Allah. (Ibnu Juzay, 2/284).
Pertanyaan: Bagaimana kamu menjadikan ayat sebagai dalil bahwa doa adalah ibadah?

Ghafir Ayat 0 - 60

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠

Sufyan ats-Tsauri berkata, “Wahai Allah yang di antara hamba-hambaNya yang paling Dia cintai adalah yang memohon kepadaNya lalu dia banyak memohon. Wahai Allah yang di antara hamba-hambaNya yang paling Dia benci adalah yang tidak memohon kepadaNya; tidak seorang pun yang demikian wahai Tuhanku kecuali Engkau.” Semakna dengan ini ucapan penyair, “Allah marah apabila kamu tidak meminta kepadaNya, sedangkan manusia, bila diminta malah marah.” (Ibnu Katsir, 4/87).
Pertanyaan: Bandingkan antara meminta kepada Allah dengan meminta kepada manusia!

Ghafir Ayat 0 - 60

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ٦٠

Yakni, hina dan dina, mereka menyatukan azab dan kehinaan sebagai balasan atas kesombongan mereka. (As-Sa’di, 741).
Pertanyaan: Bicaralah tentang kaidah "balasan sejenis dengan amal perbuatan" melalui ayat di atas!

Ghafir Ayat 0 - 64

ٱللَّهُ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ قَرَارٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ

Karena maksud dari ayat ini adalah menjelaskan nikmat sebagaimana yang ditunjukkan oleh, “Untuk kalian,” maka bumi didahulukan atas langit, karena kegunaannya riil bagi penduduknya, lalu langit hadir sesudahnya dalam konteks menghadirkan sesuatu dengan pasangannya. (Ibnu Asyur, 24/189).
Pertanyaan: Mengapa bumi disebutkan sebelum langit di dalam ayat ini?

Ghafir Ayat 0 - 64

وَصَوَّرَكُمۡ فَأَحۡسَنَ صُوَرَكُمۡ

Muqatil berkata, “Allah menciptakan kalian dan membaguskan bentuk ciptaan kalian.” Ibnu Abbas berkata, “Allah menciptakan Adam berdiri tegak, makan dengan tangan sedangkan selainnya makan dengan mulutnya.” (Al-Baghawi, 4/52).
Pertanyaan: Jelaskan keistimewaan manusia dengan selainnya!

Ghafir Ayat 0 - 64

وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِۚ

Yakni, yang nikmat-nikmat, karena yang baik-baik hadir dalam konteks menjelaskan nikmat, maka maksudnya adalah yang nikmat-nikmat, apabila hadir dalam konteks penghalalan dan pengharaman, maka maksudnya adalah halal dan haram. (Ibnu Juzay, 2/284).
Pertanyaan: Kata ath-thayyibat hadir di dalam al-Qur`an dengan dua makna. Sebutkan disertai penjelasan!

Ghafir Ayat 0 - 66

وَأُمِرۡتُ أَنۡ أُسۡلِمَ لِرَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٦٦

Tunduk dan patuh kepada Allah. (Al-Qurthubi, 18/378).
Pertanyaan: Bagaimana berserah diri kepada Allah terwujud?