Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٢٧ ٢٧


٢٨ ٢٨

٢٩ ٢٩
ﭿ
٣٠ ٣٠
٣١ ٣١
٣٢ ٣٢

٣٣ ٣٣

٣٤ ٣٤

٣٥ ٣٥

٣٦ ٣٦

٣٧ ٣٧
٣٨ ٣٨
٣٩ ٣٩

٤٠ ٤٠
ﯿ
٤١ ٤١
٤٢ ٤٢
455
Sad Ayat 0 - 29

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩

Zhahir ayat ini menunjukkan bahwa tadabur termasuk tujuan dari diturunkannya al-Qur`an, jadi membaca dengan tartil lebih utama daripada membaca dengan cepat, karena tadabbur hanya bisa dengan tartil. (Ibnu Athiyyah, 4/503).
Pertanyaan: Apa hubungan antara tartil dengan tadabur?

Sad Ayat 0 - 29

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩

Semua ayat-ayat al-Qur`an terberkahi, ia mengarahkan kepada kebaikan atau mencegah kerusakan dan keburukan, dan itu adalah sebab kebaikan dunia dan akhirat, tidak ada keberkahan yang lebih besar dari itu. (Ibnu Asyur, 23/251).
Pertanyaan: Semua yang ada dalam kitab Allah adalah terberkahi. Jelaskan hal itu dari ayat yang mulia ini!

Sad Ayat 0 - 29

كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ إِلَيۡكَ مُبَٰرَكٞ لِّيَدَّبَّرُوٓاْ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢٩

Ulul albab adalah orang-orang yang berakal. Jadi ini juga merupakan sindiran bahwa siapa yang tidak merenungkan al-Qur`an dan tidak mengambil pelajaran dari al-Qur`an, bukan termasuk orang-orang yang berakal. Mengambil pelajaran adalah kebiasaan kaum Muslimin yang mendengar perkataan dan mengikuti yang terbaik, mereka termasuk orang-orang yang merenungkan ayat-ayat al-Qur`an lalu mengambil makna-makna dari apa yang sebelumnya tidak mereka kuasai. Sedangkan orang-orang kafir tidak merenungkan al-Qur`an, maka tidak heran apabila mereka tidak mengambil pelajaran darinya. (Ibnu Asyur, 23/253).
Pertanyaan: Jelaskan tanda orang-orang yang berakal melalui ayat ini!

Sad Ayat 0 - 32

فَقَالَ إِنِّيٓ أَحۡبَبۡتُ حُبَّ ٱلۡخَيۡرِ عَن ذِكۡرِ رَبِّي حَتَّىٰ تَوَارَتۡ بِٱلۡحِجَابِ ٣٢

Al-Khail (kuda) disebut khair (baik), karena pada ubun-ubun kuda tertambat kebaikan; yaitu pahala dan rampasan perang (bila kuda digunakan untuk jihad di jalan Allah). (Al-Baghawi, 3/703).
Pertanyaan: Mengapa khail disebut khair?

Sad Ayat 0 - 35

قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٣٥

Istighfar didahulukan sebelum meminta kekuasaan, karena perkara agama bagi mereka lebih penting daripada urusan dunia, maka ia didahulukan karena lebih utama. (Ibnu Katsir, 2/255).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Sulaiman mendahulukan istighfar sebelum meminta kekuasaan?

Sad Ayat 0 - 36

قَالَ رَبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَهَبۡ لِي مُلۡكٗا لَّا يَنۢبَغِي لِأَحَدٖ مِّنۢ بَعۡدِيٓۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡوَهَّابُ ٣٥ فَسَخَّرۡنَا لَهُ ٱلرِّيحَ تَجۡرِي بِأَمۡرِهِۦ رُخَآءً حَيۡثُ أَصَابَ ٣٦

Diriwayatkan dari al-Hasan, dia berkata, “Tatkala ditunjukkan kuda di hadapan Nabi Sulaiman, dia membuatnya sibuk memandanginya sehingga terlewat shalat Ashar darinya, “sampai matahari terbenam.” Allah pun murka dan memerintahkan agar kuda tersebut disembelih, lalu Allah menggantinya seketika itu juga dengan sesuatu yang lebih cepat, yaitu kemampuan menundukkan angin yang berhembus ke mana pun sesuai perintahnya. (Ath-Thabari, 21/201-202).
Pertanyaan: Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Jelaskan melalui ayat ini!

Sad Ayat 0 - 41

وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ أَيُّوبَ إِذۡ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَسَّنِيَ ٱلشَّيۡطَٰنُ بِنُصۡبٖ وَعَذَابٍ ٤١

Allah menyebutkan kondisi Nabi Ayyub yang sedang berdoa ini secara khusus tanpa menyebutkan kondisinya yang lain, karena ia adalah bukti tawakalnya kepada Allah dan jawaban Allah terhadap doanya dengan mengangkat kesulitan darinya. (Ibnu Asyur, 23/268).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebut secara khusus kondisi Nabi Ayyub ketika berdoa kepada Tuhannya, tanpa menyebut kondisinya yang lain?