Quran
ﮯ
ﱎ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ٣١ ٣١ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ
ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ
ﭸ ﭹ ٣٢ ٣٢ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ
ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ٣٣ ٣٣
ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ
ﮕ ٣٤ ٣٤ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ
ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ٣٥ ٣٥ ﮦ ﮧ ﮨ
ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ
ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ٣٦ ٣٦ ﯛ ﯜ
ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ٣٧ ٣٧ ﯷ ﯸ ﯹ
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ٣٨ ٣٨
ثُمَّ أَوۡرَثۡنَا ٱلۡكِتَٰبَ ٱلَّذِينَ ٱصۡطَفَيۡنَا مِنۡ عِبَادِنَاۖ فَمِنۡهُمۡ ظَالِمٞ لِّنَفۡسِهِۦ وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَضۡلُ ٱلۡكَبِيرُ ٣٢
Umar, Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ka'ab, Aisyah dan mayoritas ulama tafsir menyatakan bahwa tiga sifat ini milik umat Muhammad. Yang menzhalimi diri adalah pelaku kemaksiatan. Yang berlomba adalah yang bertakwa. Yang tengah-tengah adalah yang di antara keduanya. (Ibnu Juzay, 2/217).
Pertanyaan: Tiga sifat ini milik umat siapa? Jelaskanlah maksud dengan sifat-sifat mereka!
وَمِنۡهُم مُّقۡتَصِدٞ وَمِنۡهُمۡ سَابِقُۢ بِٱلۡخَيۡرَٰتِ بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ
"Dengan izin Allah" untuk yang berlomba-lomba dalam kebaikan, agar mereka tidak berbangga dengan ilmu mereka, karena mereka bisa demikian berkat taufik dan pertolongan Allah, karena itu dia layak sibuk dengan syukur kepada Allah atas nikmatNya. (As-Sa'di, 689).
Pertanyaan: Mengapa untuk orang yang berlomba dalam kebaikan dikhususkan dengan dengan izin Allah?
وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَذۡهَبَ عَنَّا ٱلۡحَزَنَۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٞ شَكُورٌ ٣٤
Ibnu Abbas berkata, “Kesulitan api neraka.” Qatadah berkata, “Kesulitan kematian.” Muqatil berkata, “Mereka bersedih karena mereka tidak mengetahui apa yang Allah lakukan terhadap mereka.” Ikrimah berkata, “Kesulitan dari dosa-dosa dan keburukan-keburukan, ke-khawatiran ditolaknya keburukan.” (Al-Baghawi, 3/626).
Pertanyaan: Apa yang membuat orang-orang yang beriman bersedih di dunia lalu Allah menghilangkannya dari mereka di surga?
ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ مِن فَضۡلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٞ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٞ ٣٥
دَارُ الْمُقَامَةِ adalah surga. Dinamakan demikian karena mereka tinggal di sana tanpa pindah selamanya. (Ibnu Juzay, 2/217).
Pertanyaan: Mengapa surga disebut Darul Muqamah?
ٱلَّذِيٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلۡمُقَامَةِ مِن فَضۡلِهِۦ
Yang telah memberi kami kedudukan ini dengan karunia, nikmat dan rahmatNya, amal-amal kami tidak sebanding dengannya. Ibnu Katsir, 3/535).
Pertanyaan: Apakah manusia masuk surga hanya dengan amalnya? Jelaskan hal ini melalui ayat.
وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمۡ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي كُلَّ كَفُورٖ ٣٦
Makna لَا يُقْضَى tidak dimatikan sekalian, karena apabila mereka mati, indra mereka tidak berfungsi, sehingga mereka istirahat dari azab. (Ibnu Athiyyah, 4/440).
Pertanyaan: Mengapa penduduk neraka tidak mati?
وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ
Ibnu Abbas berkata, “Kami mengucapkan la ilaha illallah. Yakni kami beriman sebagai ganti kafir, kami menaati sebagai ganti mendurhakai, kami menjalankan perintah para rasul." (Al-Qurthubi, 17/388).
Pertanyaan: Apa amal shalih yang diangan-angankan oleh penduduk neraka sesudah mereka memasukinya?