Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



١٢ ١٢


١٣ ١٣

ﭿ ١٤ ١٤


١٥ ١٥


١٦ ١٦

١٧ ١٧

١٨ ١٨

١٩ ١٩


٢٠ ٢٠
416
As-Sajdah Ayat 0 - 12

وَلَوۡ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلۡمُجۡرِمُونَ نَاكِسُواْ رُءُوسِهِمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ رَبَّنَآ أَبۡصَرۡنَا وَسَمِعۡنَا فَٱرۡجِعۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ ١٢

Yakni, kalau engkau melihat keadaan orang-orang yang suka melakukan perbuatan dosa itu di akhirat, niscaya engkau melihat suatu yang mengerikan. "Menundukkan kepala mereka," sebagai suatu ungkapan kehinaan, duka dan penyesalan. "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar," asumsi lengkapnya, mereka berkata, "Wahai Tuhan kami! Kami telah mengetahui hakikat yang sebenarnya." (Ibnu Juzay, 2/178).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang yang gemar berbuat dosa akan menundukkan kepala mereka pada Hari Kiamat?

As-Sajdah Ayat 0 - 15

إِنَّمَا يُؤۡمِنُ بِـَٔايَٰتِنَا ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُواْ بِهَا خَرُّواْۤ سُجَّدٗاۤ وَسَبَّحُواْ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَهُمۡ لَا يَسۡتَكۡبِرُونَ۩ ١٥

Yakni, mereka merunduk sujud kepada Allah dengan wajah mereka kepada; sebagai pengagungan bagi ayat-ayatNya dan rasa takut kepada hukuman dan siksaNya. (Al-Qurthubi, 17/27).
Pertanyaan: Bagaimana seorang Mukmin bersikap, ketika diingatkan dengan ayat-ayat Allah?

As-Sajdah Ayat 0 - 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ١٦

"Lambung mereka jauh dari tempat tidur," yakni, terangkat. Maknanya, mereka meninggalkan tempat tidur mereka di malam hari, karena banyak melakukan shalat sunnah malam, dan siapa yang melakukan Shalat Isya dan Shalat Shubuh berjamaah, maka dia termasuk yang telah mengambil bagiannya dari kebaikan ini. (Ibnu Juzay, 2/179).
Pertanyaan: Apa yang menyebabkan sebagian kaum Mukminin meninggalkan tempat tidur mereka?

As-Sajdah Ayat 0 - 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ١٦

FirmanNya, "Dan penuh harap," yakni, terhadap ridhaNya yang memastikan pahalaNya. Perasaan ini diungkapkan dengan طَمَع bukan الرَّجَاء untuk mengindikasikan bahwa karena hebatnya mengetahui kekurangan-kekurangan mereka, tidak menganggap amal-amal mereka sedikitpun, bahkan mereka memohon karuniaNya tanpa hisab. Dan jika mereka berharap rahmatNya tanpa sebab, maka kalau disertai sebab tentu lebih diharapkan terkabulkan. Karena itu, mereka tidak putus asa dari ramat-rahmatNya. (Al-Biqa'i: 15/256).
Pertanyaan: Mengapa berharap di sini diungkapkan dengan طَمَع bukan dengan الرَّجَاء?

As-Sajdah Ayat 0 - 16

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمۡ عَنِ ٱلۡمَضَاجِعِ يَدۡعُونَ رَبَّهُمۡ خَوۡفٗا وَطَمَعٗا وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ ١٦

FirmanNya, "Dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka," yakni, setelah Allah menyebutkan sikap mereka yang mendahulukan taqarrub kepada Allah dari pada mendapatkan bagian kenikmatan jasmani mereka, Allah menyebutkan bersama itu sikap mereka yang mendahulukannya dari pada meraih kenikmatan lain, yaitu harta benda. (Ibnu Asyur, 21/229).
Pertanyaan: Mengapa FirmanNya, "Dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka," setelah menyebutkan Shalat Sunnah Malam (qiyamul Lail)?

As-Sajdah Ayat 0 - 17

فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ

Yakni, tidak ada seorang pun yang mengetahui betapa agungnya apa yang Allah simpan secara rahasia bagi mereka di surga-surga yang penuh kenikmatan dan abadi, juga kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh seorang pun yang sepertinya (sebagai balasan) karena mereka menyembunyikan amal mereka, maka begitu pula Allah  menyembunyikan balasan pahala bagi mereka sebagai balasan yang setimpal; karena balasan itu sesuai dengan jenis amal. Al-Hasan al-Bashri berkata, "Ada orang-orang yang menyembunyikan amal mereka, maka Allah menyembunyikan balasan bagi mereka, yang tidak pernah dilihat mata dan tidak pernah terbetik di dalam hati seorang manusia pun." (Ibnu Katsir, 3/443).
Pertanyaan: Mengapa Allah merahasiakan banyak pahala bagi penduduk surga?

As-Sajdah Ayat 0 - 20

كُلَّمَآ أَرَادُوٓاْ أَن يَخۡرُجُواْ مِنۡهَآ أُعِيدُواْ فِيهَا

Setiap kali keinginan mereka berbisik kepada diri mereka untuk keluar, karena azab telah menimpa mereka begitu hebat, mereka dikembalikan kepadanya, sehingga hilang dari diri mereka semangat mendapatkan jalan keluar itu dan semakin keras kesulitan menimpa mereka. (As-Sa'di, 656).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan dahsyatnya azab atas mereka?