Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٢٤ ٢٤



ﭿ ٢٥ ٢٥

٢٦ ٢٦



٢٧ ٢٧


٢٨ ٢٨



٢٩ ٢٩
٣٠ ٣٠
399
Al-Ankabut Ayat 0 - 24

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُواْ ٱقۡتُلُوهُ أَوۡ حَرِّقُوهُ

Karena bukti telah tegak atas mereka, hujjah telah mendiamkan mereka, maka mereka beralih dengan menggunakan kekuatan dan kekuasaan mereka. (Ibnu Katsir, 3/395).
Pertanyaan: Orang-orang zhalim beralih menggunakan kekuatan, hal ini menunjukkan apa?

Al-Ankabut Ayat 0 - 24

فَأَنجَىٰهُ ٱللَّهُ مِنَ ٱلنَّارِۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ٢٤

Allah tidak hanya membuat satu tanda saja, karena kejadian itu adalah tanda bagi siapa yang menyaksikannya dari kalangan kaumnya, yang menunjukkan kodrat Allah dan kemuliaan rasulNya, kebenaran janjiNya, perendahan terhadap musuhNya, bahwa seluruh makhluk, yang besar dan yang kecil tunduk kepada kekuasaan Allah. (Ibnu Asyur, 20/235).
Pertanyaan: Penyelamatan Allah terhadap Ibrahim dari api adalah tanda-tanda kekuasa-an bukan satu tanda saja, jelaskan hal itu!

Al-Ankabut Ayat 0 - 25

وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا

Termasuk ke dalam hal ini setiap orang yang menyetujui teman-temannya dari kalangan ahli kemaksiatan atau orang-orang pengangguran yang melakukan perbuatan hina agar dianggap sebagai orang yang pandai bergaul, berperangai baik dan berjiwa mulia atau karena takut mereka akan menyebutnya sebagai orang yang bertabiat kaku dan tidak bisa berteman. Demi Allah, hal seperti ini mewabah di zaman ini, agar mereka dianggap setia kawan dan loyal kepada teman namun berpaling dari Allah pemilik kerajaan dan pembalasan. (Al-Biqa'i, 14/424).
Pertanyaan: Mencari kerelaan teman dan rekan ada batasnya. Jelaskan hal itu melalui ayat ini!

Al-Ankabut Ayat 0 - 25

وَقَالَ إِنَّمَا ٱتَّخَذۡتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَوۡثَٰنٗا مَّوَدَّةَ بَيۡنِكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا

Qatadah berkata, “Pertemanan di dunia akan menjadi lawan di akhirat kecuali di antara orang-orang yang bertakwa.” (Ath-Thabari, 20/25).
Pertanyaan: Jelaskan akibat dari pertemanan baik dan pertemanan buruk!

Al-Ankabut Ayat 0 - 25

ثُمَّ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَكۡفُرُ بَعۡضُكُم بِبَعۡضٖ وَيَلۡعَنُ بَعۡضُكُم بَعۡضٗا

Berhala-berhala berlepas diri dari para penyembahnya, para pemimpin berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti mereka, para pengikut mengutuk para pemimpin. (Al-Baghawi, 3/467).
Pertanyaan: Bila asas mengikuti di dunia adalah kemaksiatan kepada Allah, apa akibatnya di akhirat?

Al-Ankabut Ayat 0 - 26

۞فَـَٔامَنَ لَهُۥ لُوطٞۘ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَىٰ رَبِّيٓۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٢٦

Allah tidak menyebutkan bahwa Dia membinasakan mereka dengan sebuah azab, akan tetapi Allah menyebutkan bahwa Ibrahim menyingkir dari mereka dan berhijrah dari tengah-tengah mereka. Seandainya Allah menghabisi mereka dengan azab, niscaya Allah menyebutkannya sebagaimana Allah menyebutkan pembinasaan umat-umat yang mendustakan. Dan di antara rahasia dalam hal ini, mungkin, adalah bahwa Ibrahim al-Khalil termasuk manusia paling pengasih, paling utama, paling lapang dada dan paling mulia, maka beliau tidak berdoa atas kaumnya sebagaimana nabi-nabi lainnya. Di antara yang menunjukkan hal itu adalah bahwa dia sempat mempertanyakan keinginan malaikat-malaikat yang hendak membinasakan kaum Luth, Ibrahim membela mereka dan berdebat karena itu, padahal mereka bukan kaumnya. Wallahu a'lam. (As-Sa'di, 629-630).
Pertanyaan: Di antara sifat wali-wali Allah adalah, bahwa mereka merupakan manusia paling pengasih kepada manusia. Jelaskan hal itu melalui kisah Ibrahim!

Al-Ankabut Ayat 0 - 28

وَلُوطًا إِذۡ قَالَ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّكُمۡ لَتَأۡتُونَ ٱلۡفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنۡ أَحَدٖ مِّنَ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢٨

Banyak perbuatan bejat yang tidak manusia lakukan, dikarenakan mereka tidak mengenalnya, namun ketika ada seseorang yang memulai melakukannya dan mereka menyaksikannya, maka mulailah pikiran-pikiran manusia tertuju padanya dan nafsu-nafsu syahwat mereka terikat olehnya. (Ibnu Asyur, 20/241).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya memulai perbuatan buruk!