Quran
ﮩ
ﱌ
ﭘ ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ٧ ٧ ﭞ ﭟ
ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ
ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ٨ ٨
ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
٩ ٩ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ
ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ
١٠ ١٠ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ
١١ ١١ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ
ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ
ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ١٢ ١٢ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ
ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ
١٣ ١٣ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ
ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ١٤ ١٤
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَئِّاتِهِمۡ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَحۡسَنَ ٱلَّذِي كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٧
Yakni dengan amal paling baik mereka, yaitu ketaatan. Ada yang berkata, Kami memberi mereka balasan yang lebih banyak dan lebih baik. (Al-Baghawi, 3/463).
Pertanyaan: Bagaimana orang-orang Mukmin diberi pahala di sisi Allah lebih baik dari-pada apa yang mereka lakukan?
وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُدۡخِلَنَّهُمۡ فِي ٱلصَّٰلِحِينَ ٩
Di antara faidah unik yang tersimpan dalam konteks perkataan ini, manakala seorang Mukmin diperintahkan agar tidak menaati bapak ibunya yang memerintahkannya agar menyekutukan Allah dengan sesuatu, dan hal tersebut akan melahirkan hubungan dingin di antara dirinya dengan kedua orang tuannya, maka Allah memberinya balasan yang menghibur dan sebagai ganti dari hubungan dingin tersebut, yaitu dengan memasukkannya ke dalam golongan orang-orang shalih, dengan mereka seorang Mukmin menjadi tenang. (Ibnu Asyur, 20/215).
Pertanyaan: Allah memuliakan siapa yang mendahulukan ketaatan kepadaNya atas ke-taatan kepada manusia dengan pemuliaan yang tinggi. Jelaskan hal itu!
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ فَإِذَآ أُوذِيَ فِي ٱللَّهِ جَعَلَ فِتۡنَةَ ٱلنَّاسِ كَعَذَابِ ٱللَّهِۖ
Yakni, dia menyamakan gangguan dari manusia dan siksaan mereka seperti azab Allah di akhirat, yakni, dia melempem karena gangguan manusia, tidak sabar menghadapinya, karena itu dia menaati manusia seperti orang yang takut azab Allah menaati Allah. (Al-Baghawi, 3/464).
Pertanyaan: Bagaimana orang munafik menjadikan gangguan manusia seperti azab Allah?
وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ
Berita tentang para penyeru kepada kekufuran dan kesesatan, bahwa pada Hari Kiamat mereka akan memikul beban dosa mereka dan dosa orang lain yang mereka sesatkan, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun. (Ibnu Katsir, 6/226).
Pertanyaan: Apa dosa penyeru kepada kerusakan seperti dosa orang yang menjawab seruannya? Jelaskan hal ini melalui ayat!
وَلَيَحۡمِلُنَّ أَثۡقَالَهُمۡ وَأَثۡقَالٗا مَّعَ أَثۡقَالِهِمۡۖ
Dosa yang dilakukan oleh pengikut, orang yang diikuti dan yang mengikuti sama-sama mendapatkan bagiannya, karena orang yang mengikuti melakukannya sendiri, sedangkan oleh yang diikuti menjadi sebab terjadinya perbuatan tersebut. Sebagaimana kebaikan, bila ada yang melakukannya, maka pelakunya mendapatkan pahalanya, demikian juga siapa yang mengajak kepada kebaikan tersebut. (As-Sa'di, 627).
Pertanyaan: Ayat ini mengandung isyarat tidak langsung tentang keutamaan berdakwah kepada Allah. Jelaskan hal tersebut!
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ١٤
Kata اَلسَّنَةُ (tahun) dipilih karena kata ini dipakai untuk tahun kekeringan dan paceklik, berbeda dengan kata اَلْعَامُ, maka cocok bila kata ini dipilih untuk masa dakwah Nuh yang dia mendapatkan perlakukan tidak menyenangkan dari mereka. (Al-Alusi, 10/348).
Pertanyaan: Apa faidah ungkapan اَلسَّنَةُ di dalam ayat?
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَلَبِثَ فِيهِمۡ أَلۡفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمۡسِينَ عَامٗا فَأَخَذَهُمُ ٱلطُّوفَانُ وَهُمۡ ظَٰلِمُونَ ١٤
Engkau wahai Muhammad tidak perlu berduka atas kaummu yang kafir kepadamu, tidak usah bersedih atas mereka, karena sesungguhnya Allah memberi hidayah siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, di tanganNya segala urusan, hanya kepadaNya segala perkara kembali. (Ibnu Katsir, 3/393).
Pertanyaan: Apakah hidayah hanya dengan akal semata atau dengan apa?