Quran
ﮥ
ﱋ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
٢١ ٢١ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ
ﭯ ﭰ ٢٢ ٢٢ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ
ﭹ ﭺ ٢٣ ٢٣ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ
ﮁ ﮂ ٢٤ ٢٤ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ
ﮊ ٢٥ ٢٥ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ﮕ ٢٦ ٢٦ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ
ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ٢٧ ٢٧ ﮣ ﮤ ﮥ
ﮦ ﮧ ﮨ ٢٨ ٢٨ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ٢٩ ٢٩ ﯘ ﯙ ﯚ
ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ٣٠ ٣٠ ﯢ
ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ
ﯭ ٣١ ٣١ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ٣٢ ٣٢
وَقَدِمۡنَآ إِلَىٰ مَا عَمِلُواْ مِنۡ عَمَلٖ فَجَعَلۡنَٰهُ هَبَآءٗ مَّنثُورًا ٢٣
Ibnul Mubarak berkata, “Yaitu amal-amal yang dilakukan bukan karena Allah.” Mujahid berkata, “Amal-amal yang tertolak.” (Ibnu Taimiyah, 5/12).
Pertanyaan: Jelaskan bahaya amal bukan karena Allah!
ٱلۡمُلۡكُ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡحَقُّ لِلرَّحۡمَٰنِۚ
Di antara perkara yang menenangkan hati, menenteramkan jiwa dan melapangkan dada adalah bahwa Allah menyandarkan kerajaan pada Hari Kiamat kepada "ar-Rahman" yang rahmatNya meliputi segala sesuatu dan mencakup segala makhluk. Allah menciptakan manusia yang lemah, memuliakan dan meninggikan derajatnya untuk menyempurnakan nikmatNya kepadanya, untuk memayunginya dengan rahmatNya, mereka dalam keadaan hina, rendah, tunduk di hadapanNya, menantikan keputusanNya yang akan berlaku atas mereka, dan Dia lebih menyayangi mereka daripada diri mereka sendiri dan bapak ibu mereka, lalu apa dugaanmu terhadap perlakuanNya terhadap mereka? (As-Sa'di, 582).
Pertanyaan: Apa faidah disandarkannya kerajaan di Hari Kiamat kepada nama "ar-Rahman"?
وَيَوۡمَ يَعَضُّ ٱلظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيۡهِ يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي ٱتَّخَذۡتُ مَعَ ٱلرَّسُولِ سَبِيلٗا ٢٧
Barangsiapa mendahulukan ridha manusia dengan mengorbankan murka Allah, maka manusia tidak bisa membantunya sedikitpun dari siksa Allah, seperti orang zhalim yang menggigit kedua tangannya dan berkata, “Wahai sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)” (Ibnu Taimiyah, 5/12)
Pertanyaan: Barangsiapa mendahulukan ridha manusia dengan mengorbankan ridha Allah, maka manusia tidak bisa membantunya sedikitpun dari siksa Allah. Jelaskan!
يَٰوَيۡلَتَىٰ لَيۡتَنِي لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِيلٗا ٢٨ لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا ٢٩
Ini mengandung isyarat bahwa kebiasaan teman dekat adalah percaya kepada teman dekatnya, menilai usulannya sebagai nasihat kebaikan, karena itu seseorang tidak patut memposisikan teman dekat kecuali di tempat yang dia yakin itu adalah keselamatan baginya dari masukan-masukan buruk. (Ibnu Asyur, 19/14).
Pertanyaan: Melalui ayat ini, jelaskan pentingnya nasihat di antara dua orang teman!
لَّقَدۡ أَضَلَّنِي عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَآءَنِيۗ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِلۡإِنسَٰنِ خَذُولٗا ٢٩
Yakni, demi Allah, “Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (al-Qur`an).” Membutakan jalan atasku dari al-Qur`an, yang tidak ada dzikir selainnya dalam arti yang sebenarnya, dan memalingkanku darinya. (Al-Biqa'i, 13/375).
Pertanyaan: Apa tanda teman yang buruk?
وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوّٗا مِّنَ ٱلۡمُجۡرِمِينَۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ هَادِيٗا وَنَصِيرٗا ٣١
Allah berfirman kepada NabiNya Muhammad, sebagaimana Kami wahai Muhammad menjadikan musuh-musuh untukmu dari kalangan orang-orang musyrik kaummu, Kami juga melakukan hal yang sama untuk orang-orang yang Kami angkat sebagai nabi-nabi sebelummu, dalam urusan ini kamu dan mereka adalah sama saja, karena itu bersabarlah dalam menghadapi musuh-musuh itu sebagaimana nabi-nabi sebelumnya juga bersabar. (Ath-Thabari, 19/265).
Pertanyaan: Di antara tanda kebenaran seorang da'i adalah ujian. Jelaskan hal ini melalui ayat!
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوۡلَا نُزِّلَ عَلَيۡهِ ٱلۡقُرۡءَانُ جُمۡلَةٗ وَٰحِدَةٗۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِۦ فُؤَادَكَۖ وَرَتَّلۡنَٰهُ تَرۡتِيلٗا ٣٢
“Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu.” Ini adalah jawaban untuk mereka, asumsinya Kami menurunkan al-Qur`an secara bertahap untuk meneguhkan hati Muhammad. Di samping itu al-Qur`an turun dengan latar belakang yang tidak sama, hal ini tidak seiring dengan penurunannya sekaligus. “Dan Kami membacakannya secara tartil,” yakni Kami mencicilnya, karena al-Qur`an turun dalam rentang masa lebih dari 20 tahun. (Ibnu Juzay, 2/107).
Pertanyaan: Sebutkan sebagian faidah diturunkannya al-Qur`an secara bertahap!