Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan





٦٢ ٦٢
ﭿ


٦٣ ٦٣


٦٤ ٦٤
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ

١ ١

٢ ٢
359
An-Nur Ayat 0 - 62

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَإِذَا كَانُواْ مَعَهُۥ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ جَامِعٖ لَّمۡ يَذۡهَبُواْ حَتَّىٰ يَسۡتَـٔۡذِنُوهُۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَـٔۡذِنُونَكَ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ

Sebuah urusan yang menuntut adanya pertemuan di antara mereka seperti perang yang di depan mata atau shalat yang dihadiri atau bermusyawarah dalam urusan yang terjadi, mereka tidak meninggalkan majlis sehingga mereka meminta izin terlebih dulu kepada Rasulullah. (Ath-Thabari, 19/228).
Pertanyaan: Meminta izin adalah bukti iman dan keberhasilan urusan bersama. Jelaskan hal ini melalui ayat!

An-Nur Ayat 0 - 62

وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمُ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٦٢

Berdoalah kepada Allah untuk mereka agar mereka memberi mereka karunia berupa maaf atas kesalahan-kesalahan mereka denganNya. “Sesungguhnya Allah Maha Peng-ampun,” bagi dosa-dosa para hambaNya, “lagi Maha Penyayang,” dengan tidak menyiksa mereka sesudah mengampuni mereka. (Ath-Thabari, 19/229).
Pertanyaan: Di antara kelembutan pemimpin dan kasih sayangnya adalah bahwa dia mendoakan rakyatnya di belakang mereka. Jelaskan hal ini!

An-Nur Ayat 0 - 63

لَّا تَجۡعَلُواْ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُم بَعۡضٗاۚ

Orang-orang Mukmin dilarang memanggil Rasulullah seperti sebagian dari mereka memanggil sebagian lainnya dalam lafazh atau cara. Untuk yang pertama adalah dengan tidak mengucapkan, “Wahai Muhammad." Atau, "Wahai putra Abdullah atau wahai putra Abdul Muththalib.” Akan tetapi, “Wahai Rasulullah, atau wahai Nabi Allah, atau dengan kuniah, wahai Abu al-Qasim.” Adapun untuk cara maka tidak memanggil beliau di belakang dinding, tidak memanggil beliau berulang-ulang bila tidak keluar kepada mereka. (Ibnu Asyur, 18/309).
Pertanyaan: Memuliakan Rasulullah adalah termasuk dari memuliakan Allah. Jelaskan melalui ayat!

An-Nur Ayat 0 - 63

لَّا تَجۡعَلُواْ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيۡنَكُمۡ كَدُعَآءِ بَعۡضِكُم بَعۡضٗاۚ

Ini mengandung ta’zhim kepada Rasulullah, dikatakan bahwa seorang syaikh di majlisnya adalah seperti Rasulullah di umatnya, maka dia patut dihormati dalam berbicara kepadanya dan dibedakan dengan selainnya. (Al-Alusi, 9/419).
Pertanyaan: Ada adab-adab mulia yang harus dijaga oleh penuntut ilmu di depan syaikhnya dan para ulama besar. Jelaskan melalui ayat!

Al-Furqan Ayat 0 - 1

تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا ١

Disebut al-Furqan karena dua hal. Pertama, karena ia فَرَّقَ, (membedakan) antara yang haq dengan yang batil, Mukmin dan kafir. Kedua, karena ia mengandung apa yang Allah syariatkan halal dan haram. (Al-Qurthubi, 15/366).
Pertanyaan: Mengapa al-Qur`an al-Karim disebut al-Furqan?

Al-Furqan Ayat 0 - 1

تَبَارَكَ ٱلَّذِي نَزَّلَ ٱلۡفُرۡقَانَ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦ لِيَكُونَ لِلۡعَٰلَمِينَ نَذِيرًا ١

Yang dimaksud dengan hamba Allah adalah Muhammad, dan beliau disebut demikian karena kemuliaan beliau, menunjukkan bahwa beliau berada di derajat ubudiyah paling tinggi, untuk menunjukkan bahwa seorang rasul hanyalah seorang hamba bagi yang mengutusnya, ini adalah bantahan terhadap orang-orang Nasrani. (Al-Alusi, 9/422).
Pertanyaan: Allah menyebut ubudiyah bagi RasulNya dalam konteks menurunkan al-Qur`an bukan kenabian dan kerasulan. Apa faidahnya bagi kita?

Al-Furqan Ayat 0 - 2

وَخَلَقَ كُلَّ شَيۡءٖ فَقَدَّرَهُۥ تَقۡدِيرٗا ٢

Allah menyempurnakannya dan menyiapkannya untuk apa yang baik bagiNya, tidak ada kekurangan padanya dan perbedaan. Ada yang berkata, menetapkan takdir segala sesuatu berupa ajal dan rizki, maka takdir berjalan sebagaimana yang Allah ciptakan. (Al-Baghawi, 3/321).
Pertanyaan: Jelaskan sesuatu dari keagungan Allah dalam takdirNya kepada makhlukNya!