Quran
ﮢ
ﱉ
١ ١ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ
ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ٢ ٢ ﭳ ﭴ ﭵ
ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ٣ ٣
ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ﮇ
ﮈ ﮉ ﮊ ٤ ٤ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ
ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ
ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ
ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ
ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ
ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ
ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ٥ ٥
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ
Allah berbicara kepada seluruh manusia agar mereka bertakwa kepada Tuhan mereka yang telah melimpahkan kepada mereka nikmatNya lahir dan batin, maka selayaknya bagi mereka untuk bertakwa kepadaNya dengan meninggalkan syirik, kefasikan dan kemaksiatan, menjalankan perintah-perintahNya sebisa mereka. (As-Sa'di, 532).
Pertanyaan: Mengapa kata "ar-Rabb" disebutkan secara khusus di sini dari nama-nama Allah lainnya?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُواْ رَبَّكُمۡۚ إِنَّ زَلۡزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَيۡءٌ عَظِيمٞ ١ يَوۡمَ تَرَوۡنَهَا تَذۡهَلُ كُلُّ مُرۡضِعَةٍ عَمَّآ أَرۡضَعَتۡ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمۡلٍ حَمۡلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٞ ٢
Faedah disebutkannya ketakutan Hari Kiamat adalah mendorong manusia agar bersiap-siap untuk menghadapinya, menyiapkan diri dengan amal shalih. (Al-Qurthubi, 14/311).
Pertanyaan: Apa faidah disebutkannya ketakutan Hari Kiamat?
يَوۡمَ تَرَوۡنَهَا تَذۡهَلُ كُلُّ مُرۡضِعَةٍ عَمَّآ أَرۡضَعَتۡ
Padahal tabiat ibu menyusui adalah kecintaannya yang sangat kepada anaknya, khususnya dalam keadaan yang mana anak tidak hidup kecuali bersamanya. (As-Sa'di, 533).
Pertanyaan: Mengapa ibu menyusui disebutkan secara khusus di sini?
يَوۡمَ تَرَوۡنَهَا تَذۡهَلُ كُلُّ مُرۡضِعَةٍ عَمَّآ أَرۡضَعَتۡ
Ayat ini tidak berkata مُرْضِع karena اَلْمُرْضِعَة adalah wanita sedang menyusui, memberikan payudaranya kepada anaknya, sedangkan اَلْمُرْضِع adalah wanita yang menyusui walaupun tidak sedang menyusui. Ayat berkata مُرْضِعَة karena hal itu lebih menunjukkan kelalaian, karena dalam keadaan demikian, dia menarik payudaranya dari mulut anaknya. (Ibnu Juzay, 2/48).
Pertanyaan: Apa sisi balaghah dari مُرْضِعَة dan bukan مُرْضِع?
وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٞ ٢
Mereka seperti orang-orang yang mabuk karena ketakutan yang besar. (Ibnu Juzay, 2/49).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang diserupakan dengan orang-orang mabuk padahal mereka bukan mabuk?
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيۡطَٰنٖ مَّرِيدٖ ٣
Al-Fakhr ar-Razi berkata di dalam Tafsirnya, “Pemahaman ayat ini menunjukkan dibolehkannya berdebat yang benar, karena celaan terhadap perdebatan tanpa ilmu menunjukkan bahwa perdebatan dengan ilmu dibolehkan, perdebatan batil adalah yang dimaksud oleh Firman Allah, "Mereka tidak memberikan (perumpamaan) itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja," [Az-Zukh-ruf: 58]. Sedangkan perdebatan yang benar adalah yang dimaksud oleh Firman Allah , “Dan debatlah mereka dengan cara yang lebih baik.” [An-Nahl: 125]. (Asy-Syinqithi, 4/263).
Pertanyaan: Berdebat ada dua macam, sebutkan keduanya dan mana yang boleh!
وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَيَتَّبِعُ كُلَّ شَيۡطَٰنٖ مَّرِيدٖ ٣
Ini adalah keadaan orang yang tersesat yang mengikuti orang yang menyesatkannya, dia tidak membutuhkan perincian, dia mendebat tanpa ilmu, mengikuti setiap setan yang bengal, telah ditetapkan atas setan bahwa barangsiapa berkawan dengannya, maka dia akan menyesatkannya dan menggiringkan ke dalam azab api neraka. Ini adalah keadaan orang yang bertaklid kepada para imam kesesatan dari kalangan ahli kitab dan ahli bid’ah, sesungguhnya mereka itu mendebat tentang Allah tanpa ilmu, mengikuti setan jin dan ma-nusia yang menyesatkannya. (Ibnu Taimiyah, 4/401).
Pertanyaan: Jelaskanlah bahaya bertaklid kepada para imam kesesatan!