Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

١٢ ١٢
١٣ ١٣

١٤ ١٤

١٥ ١٥

١٦ ١٦
ﭿ
١٧ ١٧

١٨ ١٨

١٩ ١٩

٢٠ ٢٠


٢١ ٢١

٢٢ ٢٢

٢٣ ٢٣

٢٤ ٢٤

ﯿ ٢٥ ٢٥
306
Maryam Ayat 0 - 13

وَبَرَّۢا بِوَٰلِدَيۡهِ وَلَمۡ يَكُن جَبَّارًا عَصِيّٗا ١٤

Allah berfirman, “Dan sangat berbakti kepada orang tuanya.” Dia adalah anak yang berbakti kepada ibu bapaknya, bergegas dalam menaati dan mencintai keduanya, tidak durhaka kepada keduanya. “Dan dia bukan orang yang sombong (bukan pula) orang yang durhaka.” Tidak menyombongkan diri dari ketaatan kepada Tuhannya dan kepada ibu bapaknya, sebaliknya dia bertawadhu’ dan tunduk kepada Allah dan kepada kedua orang tuanya, melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang, tidak durhaka kepada Tuhannya dan tidak pula kepada ibu bapaknya. (Ath-Thabari, 18/160).
Pertanyaan: Ayat mengandung dua hak, apa itu?

Maryam Ayat 0 - 15

وَسَلَٰمٌ عَلَيۡهِ يَوۡمَ وُلِدَ وَيَوۡمَ يَمُوتُ وَيَوۡمَ يُبۡعَثُ حَيّٗا ١٥

Sufyan bin Uyainah berkata, “Tiga keadaan yang paling menakutkan manusia; pada hari kelahirannya, dia melihat dirinya keluar dari rahim, pada hari kematian, dia melihat kaum yang tidak dia lihat sebelumnya, dan pada hari kebangkitan, dia melihat dirinya di padang mahsyar. Namun Allah memuliakan Yahya bin Zakariya dengan memberinya keselamatan di tiga keadaan tersebut.” (Ibnu Katsir, 3/111).
Pertanyaan: Mengapa keselamatan disebutkan untuk Nabi Allah Yahya pada tiga keadaan tersebut?

Maryam Ayat 0 - 18

قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا ١٨

Mengingatkannya dengan nama Allah, demikian usaha menepis keburuk-an, diawali dengan yang lebih mudah kemudian yang mudah, maka Maryam memperingatkannya dengan nama Allah. (Ibnu Katsir, 3/113).
Pertanyaan: Apa cara yang paling bagus untuk menepis pelanggaran seseorang?

Maryam Ayat 0 - 18

قَالَتۡ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحۡمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيّٗا ١٨

Dia mengingatkannya dengan nama ar-Rahman secara khusus bukan nama lain, karena dia ingin Allah merahmatinya dengan menepis siapa yang disangkanya akan berbuat buruk terhadapnya. (Ibnu Asyur, 16/81).
Pertanyaan: Mengapa Maryam mengkhususkan nama ar-Rahman dari nama-nama Allah lainnya?

Maryam Ayat 0 - 21

وَلِنَجۡعَلَهُۥٓ ءَايَةٗ لِّلنَّاسِ

Yang menunjukkan kekuasaan Allah yang sempurna, bahwa sebab-sebab tidak menetapkan akibat secara independen, tetapi ada takdir Allah, hamba-hamba Allah melihat kejadian luar biasa di luar kebiasaan umum, agar mereka tidak mengandalkan sebab dan melupakan Penakdir dan Peletaknya. (As-Sa'di, 491).
Pertanyaan: Kisah Maryam dan putranya membuat hati berkait dengan Allah semata bukan sebab dunia. Jelaskan hal itu!

Maryam Ayat 0 - 25

وَهُزِّيٓ إِلَيۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَٰقِطۡ عَلَيۡكِ رُطَبٗا جَنِيّٗا ٢٥

Sebagian orang menjadikan ayat ini sebagai dalil bahwa manusia patut berusaha mencari rizki, karena Allah memerintahkan Maryam agar menggoyang pokok pohon kurma. (Ibnu Juzay, 2/6).
Pertanyaan: Ayat menunjukkan bahwa hamba patut berusaha mencari rizki. Jelaskan hal itu!

Maryam Ayat 0 - 26

وَهُزِّيٓ إِلَيۡكِ بِجِذۡعِ ٱلنَّخۡلَةِ تُسَٰقِطۡ عَلَيۡكِ رُطَبٗا جَنِيّٗا ٢٥ فَكُلِي وَٱشۡرَبِي وَقَرِّي عَيۡنٗاۖ

Sebagian ulama memahami dari ayat ini bahwa sebaik-baik makanan untuk ibu sesudah melahirkan adalah kurma muda. Mereka berkata, seandainya ada makanan lain yang lebih bagus daripada kurma muda, niscaya Allah memberikannya kepada Maryam saat dia melahirkan Isa. Ini dikatakan ar-Rabi’ bin Khutsaim dan lainnya. (Asy-Syinqithi, 3/399).
Pertanyaan: Ayat mengandung makanan sehat yang diajarkan oleh al-Qur`an, apa itu?