Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٦٢ ٦٢


٦٣ ٦٣

٦٤ ٦٤
ﭿ
٦٥ ٦٥

٦٦ ٦٦

٦٧ ٦٧
٦٨ ٦٨
٦٩ ٦٩


٧٠ ٧٠

٧١ ٧١

٧٢ ٧٢
ﯿ
٧٣ ٧٣

٧٤ ٧٤
301
Al-Kahf Ayat 0 - 80

وَنَرِثُهُۥ مَا يَقُولُ وَيَأۡتِينَا فَرۡدٗا ٨٠

(Ini mengandung) anjuran agar seseorang memberi makan pelayannya dari makanannya, lalu keduanya makan bersama, karena zhahir ucapannya, “Bawalah kemari makanan kita” adalah penisbatan kepada keduanya, bahwa Nabi Musa dan pembantunya makan bersama. (As-Sa'di, 483).
Pertanyaan: Ayat ini mengandung adab di dalam bermuamalah dengan pelayan. Jelaskan!

Al-Kahf Ayat 0 - 80

وَنَرِثُهُۥ مَا يَقُولُ وَيَأۡتِينَا فَرۡدٗا ٨٠

Ini mengandung dalil bahwa seseorang boleh menyampaikan keadaannya, berupa rasa sakit atau penyakit. Hal itu tidak bertentangan dengan keridhaan menerima takdir dan berserah diri kepada keputusan Allah, selama hal itu muncul bukan dari kejengkelan dan kemarahan. (Al-Qurthubi, 13/322).
Pertanyaan: Apakah mengabarkan tentang keadaan dianggap menentang takdir?

Al-Kahf Ayat 0 - 82

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةٗ لِّيَكُونُواْ لَهُمۡ عِزّٗا ٨١ كَلَّاۚ سَيَكۡفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمۡ وَيَكُونُونَ عَلَيۡهِمۡ ضِدًّا ٨٢

Dia menisbatkan keburukan dan sebab keburukan kepada setan, karena setanlah yang menggoda dan mengganggu sekalipun semuanya adalah takdir dan qadha` Allah. (As-Sa'di, 483).
Pertanyaan: Mengapa dia menisbatkan lupa kepada setan padahal ia karena takdir Allah?

Al-Kahf Ayat 0 - 85

يَوۡمَ نَحۡشُرُ ٱلۡمُتَّقِينَ إِلَى ٱلرَّحۡمَٰنِ وَفۡدٗا ٨٥

Ini adalah permohonan dengan kerendahan hati, bukan memaksa. Demikianlah sepatutnya pertanyaan dari penuntut ilmu kepada ulama. (Ibnu Katsir, 3/94).
Pertanyaan: Ayat ini berisikan adab yang sepatutnya dipegang oleh penuntut ilmu di depan ulama. Apa itu?

Al-Kahf Ayat 0 - 86

وَنَسُوقُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرۡدٗا ٨٦

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang membimbing kepada kebaikan. Setiap ilmu yang mengandung kebaikan dan membawa kepada jalan-jalan kebaikan dan memperingatkan dari jalan ke-burukan, atau merupakan wasilah kepadanya, maka ia termasuk ilmu yang bermanfaat. Selain itu, ada kemungkinan ia berbahaya atau tidak mengandung faidah, berdasarkan FirmanNya, “Agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?” (As-Sa'di, 484).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Musa meminta Khadhir untuk mengajarinya ilmu yang lurus bukan asal ilmu?

Al-Kahf Ayat 0 - 87

لَّا يَمۡلِكُونَ ٱلشَّفَٰعَةَ إِلَّا مَنِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحۡمَٰنِ عَهۡدٗا ٨٧

Ini adalah salah satu dasar pengajaran, di mana dia mengingatkan muridnya tentang hal-hal insidentil dalam menguasai tema-tema ilmu yang akan diajarkan, apalagi bisa untuk meraihnya menuntut kelelahan. (Ibnu Asyur, 15/372).
Pertanyaan: Ayat ini mengandung salah satu dasar pengajaran. Apa itu?

Al-Kahf Ayat 0 - 91

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِنۡهُ وَتَنشَقُّ ٱلۡأَرۡضُ وَتَخِرُّ ٱلۡجِبَالُ هَدًّا ٩٠ أَن دَعَوۡاْ لِلرَّحۡمَٰنِ وَلَدٗا ٩١

Sesungguhnya kamu tidak akan mampu menyertaiku, karena kamu akan melihat hal-hal yang tidak sejalan dengan syariatmu. (Ibnu Katsir, 4/94).
Pertanyaan: Mengapa Nabi Musa tidak bisa sabar melihat perbuatan Khadhir?