Quran
ﮜ
ﱆ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ١١١ ١١١ ﭢ ﭣ ﭤ
ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ
ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ١١٢ ١١٢ ﭻ ﭼ
ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ
١١٣ ١١٣ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ
ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ١١٤ ١١٤ ﮓ ﮔ
ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ
ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ
ﮩ ١١٥ ١١٥ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ
ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ١١٦ ١١٦ ﯤ ﯥ
ﯦ ﯧ ﯨ ١١٧ ١١٧ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ١١٨ ١١٨
يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍۢ تُجَٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍۢ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ ١١١
“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri.” Mendebat dan menyodorkan alasan atas kebaikan dan keburukan yang dilakukannya, sibuk dengannya sehingga tidak melakukan selainnya. (Al-Baghawi, 2/641).
Pertanyaan: Kapan seorang hamba sibuk dengan aib dirinya sendiri sehingga tidak sempat memikirkan aib orang lain?
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ١١٢
Rasa aman didahulukan atas ketenteraman, karena tanpa rasa aman, ketenteraman tidak akan terwujud, sebagaimana ketakutan menyebabkan kegelisahan dan kecemasan. (Ibnu Asyur, 14/305).
Pertanyaan: Mengapa rasa aman didahulukan atas ketenteraman di dalam ayat yang mulia ini?
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ١١٢
Allah menyebut kelaparan dan ketakutan sebagai pakaian, karena ia menampakkan mereka bertubuh kurus, warna tubuh yang kuning dan kehidupan yang buruk sehingga ia seperti pakaian. (Al-Qurthubi, 12/452).
Pertanyaan: Mengapa Allah menamakan kelaparan dan ketakutan yang menimpa mereka dengan sebutan pakaian?
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍۢ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ ١١٢
Allah menjadikan mereka sebagai perumpamaan dan nasihat bagi siapa yang melakukan seperti apa yang mereka lakukan, yaitu mengingkari nikmat-nikmat Allah. (Ibnu Asyur, 14/303).
Pertanyaan: Bagaimana negeri yang dibinasakan menjadi nasihat dan perumpamaan bagi negeri lainnya?
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡمَيۡتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحۡمَ ٱلۡخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيۡرِ ٱللَّهِ بِهِۦۖ
Allah tidak mengharamkan atas kita kecualli yang buruk sebagai karunia dan penjagaan dari segala yang tidak baik. (As-Sa'di, 451).
Pertanyaan: Apa alasan dari diharamkannya sebagian makanan?
وَلَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٞ وَهَٰذَا حَرَامٞ لِّتَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ١١٦
Tercakup dalam hal ini setiap orang yang melakukan bid’ah di dalam agama yang tidak memiliki landasan dari syariat. (Ibnu Katsir, 2/570).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan diharamkannya melakukan bid’ah dalam agama?
وَلَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلۡسِنَتُكُمُ ٱلۡكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٞ وَهَٰذَا حَرَامٞ لِّتَفۡتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ لَا يُفۡلِحُونَ ١١٦
Ayat ini tertuju kepada orang-orang Arab yang menghalalkan beberapa hal dan mengharamkan beberapa hal, seperti bahirah dan lainnya yang disebutkan dalam surat al-Ma`idah dan al-An’am. Ayat juga berlaku untuk siapa yang berkata ini halal dan ini haram tanpa didasari ilmu. (Ibnu Juzay, 1/476).
Pertanyaan: Terangkan kelompok-kelompok yang tercakup dalam ayat ini!