Quran
ﮛ
ﱆ
ﭘ ٩٢ ٩٢ ﭚ ﭛ ﭜ ٩٣ ٩٣ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ
ﭢ ﭣ ٩٤ ٩٤ ﭥ ﭦ ﭧ ٩٥ ٩٥ ﭩ
ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ٩٦ ٩٦ ﭳ ﭴ
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ٩٧ ٩٧ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ
ﭿ ﮀ ٩٨ ٩٨ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ٩٩ ٩٩
ﮜ
١ ١ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ
ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ٢ ٢ ﮦ
ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ٣ ٣ ﮯ
ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ٤ ٤ ﯙ
ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ
٥ ٥ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ٦ ٦
فَوَرَبِّكَ لَنَسۡـَٔلَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ٩٢ عَمَّا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ ٩٣
Ibnu Abbas berkata, “Allah tidak bertanya kepada mereka dalam rangka untuk menggali informasi. Apakah kalian melakukan ini dan ini, karena Allah mengetahui segala sesuatu, akan tetapi Allah bertanya dalam konteks menetapkan kesalahan mereka.” (Al-Qurthubi, 12/260).
Pertanyaan: Apa bentuk pertanyaan yang Allah ajukan kepada orang-orang kafir tentang amal perbuatan mereka pada Hari Kiamat?
إِنَّا كَفَيۡنَٰكَ ٱلۡمُسۡتَهۡزِءِينَ ٩٥
Ini adalah janji Allah kepada RasulNya, bahwa orang-orang yang memperolok-olok beliau tidak akan bisa menimpakan mudarat kepada beliau, Allah menjaga beliau dengan berbagai macam cara hukuman. Allah telah melakukan, tidak seorang pun yang menampakkan sikap mengejek Nabi dan apa yang beliau bawa kecuali Allah mem-binasakannya dan mematikannya dengan kematian yang terburuk. (As-Sa'di, 435).
Pertanyaan: Allah menjanjikan RasulNya untuk menjaga beliau dari orang-orang yang mengejek beliau, bagaimana janji ini terwujud? Apa hukum orang yang memperolok-olok Rasulullah ?
إِنَّا كَفَيۡنَٰكَ ٱلۡمُسۡتَهۡزِءِينَ ٩٥ ٱلَّذِينَ يَجۡعَلُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۚ فَسَوۡفَ يَعۡلَمُونَ ٩٦
Allah menyatakan mereka adalah orang-orang musyrik, ini mengan-dung hiburan bagi Rasulullah dan meringankan beban berat beliau. Allah menyatakan kepada beliau bahwa mereka tidak hanya memperolok-olok beliau, akan tetapi lebih dari itu mereka berani melakukan dosa yang lebih besar yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu. (Al-Alusi, 14/441).
Pertanyaan: Allah menjanjikan penjagaan kepada RasulNya dari keburukan orang-orang yang memperolok-olok beliau dan sesudahnya Allah menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang musyrik; apa faidahnya?
وَٱعۡبُدۡ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأۡتِيَكَ ٱلۡيَقِينُ ٩٩
Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku tidak melihat sebuah keyakinan yang lebih mirip keraguan daripada keyakinan manusia terhadap kematian, kemudian mereka tidak menyiapkan diri untuk menghadapinya.” Maksudnya, seolah-olah mereka meragukannya. (Al-Qurthubi, 12/256).
Pertanyaan: Apa faidah dari dinamakannya ajal kematian dalam ayat dengan “yaqin”?
أَتَىٰٓ أَمۡرُ ٱللَّهِ
Allah mengabarkan dekatnya kedatangan Hari Kiamat dengan kalimat masa lalu yang menunjukkan bahwa ia terjadi dan pasti, tidak bisa tidak. (Ibnu Juzay, 2/431).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengabarkan dekatnya kedatangan Hari Kiamat dengan kalimat masa lalu, bukan dengan berkata akan datang ketetapan Allah. Apa faidahnya bagi seorang Muslim?
يُنَزِّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنۡ أَمۡرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦٓ
Allah mengatakan bahwa wahyu adalah ruh, karena wahyu menghidupkan hati. (Al-Baghawi, 2/604).
Pertanyaan: Mengapa Allah mengatakan bahwa wahyu adalah ruh?
وَٱلۡأَنۡعَٰمَ خَلَقَهَاۖ لَكُمۡ فِيهَا دِفۡءٞ وَمَنَٰفِعُ وَمِنۡهَا تَأۡكُلُونَ ٥ وَلَكُمۡ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسۡرَحُونَ ٦
Surat ini dinamakan dengan surat an-Ni’am, karena di awal surat Allah menyebutkan dasar-dasar nikmat dan kaidah-kaidahnya, sedangkan di akhirnya adalah pelengkap dan penyempurnanya. (As-Sa'di, 435-436).
Pertanyaan: Mengapa surat an-Nahl dinamakan surat an-Ni’am?