Quran
ﮘ
ﱅ
ﭙ ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ
ﭥ ٨٧ ٨٧ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ
ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
٨٨ ٨٨ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ
ﮇ ٨٩ ٨٩ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ
ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ
ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ٩٠ ٩٠ ﮤ ﮥ ﮦ
ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ٩١ ٩١ ﮮ ﮯ ﮰ
ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
٩٢ ٩٢ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ
ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ٩٣ ٩٣ ﯪ ﯫ
ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ
ﯶ ٩٤ ٩٤ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ٩٥ ٩٥
يَٰبَنِيَّ ٱذۡهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيۡـَٔسُواْ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٧
Harapan yang benar menuntut seorang hamba untuk berusaha sungguh-sungguh mewujudkan harapannya, sebaliknya putus asa berarti berat langkah dan malas berusaha. (As-Sa'di, 404).
Pertanyaan: Apa faidah berbaik sangka kepada Allah dan tidak berputus asa dari rahmat Allah?
إِنَّهُۥ لَا يَاْيۡـَٔسُ مِن رَّوۡحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ٨٧
Ayat ini menetapkan bahwa putus asa itu sifat orang kafir, karena sebab putus asa adalah mendustakan rububiyah Allah atau kebodohan terhadap sifat Allah, yaitu kuasa, karunia dan rahmatNya. (Ibnu Juzay, 1/426).
Pertanyaan: Mengapa putus asa termasuk sifat orang-orang kafir?
فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيۡهِ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهۡلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئۡنَا بِبِضَٰعَةٖ مُّزۡجَىٰةٖ فَأَوۡفِ لَنَا ٱلۡكَيۡلَ وَتَصَدَّقۡ عَلَيۡنَآۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجۡزِي ٱلۡمُتَصَدِّقِينَ ٨٨ قَالَ هَلۡ عَلِمۡتُم مَّا فَعَلۡتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذۡ أَنتُمۡ جَٰهِلُونَ ٨٩
Manakala mereka mengadukan kesulitan mereka, Nabi Yusuf merasa iba kepada mereka maka dia pun menyingkap identitasnya. (Ibnu Juzay, 1/425).
Pertanyaan: Jelaskan dampak dari kalimat yang baik dalam mempengaruhi manusia dan mengubah keadaan!
إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصۡبِرۡ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجۡرَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٩٠
Yakni, siapa yang bertakwa kepada Allah dan sabar menghadapi musibah serta dalam meninggalkan maksiat. “Maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” Yaitu, orang-orang yang sabar menghadapi ujian dari Allah dan selalu menaatiNya. (Al-Qurthubi, 11/443).
Pertanyaan: Kapan seorang hamba menggapai kemuliaan dunia dan akhirat?
قَالَ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَۖ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٩٢
Yusuf menggugurkan hak dirinya dengan berkata, “Pada hari ini tidak ada cercaan terhadap kalian.” Lalu mendoakan mereka agar Allah mengampuni mereka terkait dengan hak dirinya. (Ibnu Juzay, 1/436).
Pertanyaan: Ayat ini menetapkan sebuah akhlak agung dan manhaj luhur dari para nabi, jelaskan!
قَالَ لَا تَثۡرِيبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡيَوۡمَۖ يَغۡفِرُ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَهُوَ أَرۡحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ ٩٢
Aku tidak menyalahkan kalian dan sejak hari ini aku melupakan apa yang kalian lakukan terhadapku. (Al-Baghawi, 2/494).
Pertanyaan: Sejauh mana maaf Nabi Yusuf kepada saudara-saudaranya?
ٱذۡهَبُواْ بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلۡقُوهُ عَلَىٰ وَجۡهِ أَبِي يَأۡتِ بَصِيرٗا
Karena sumber kesedihan yang menimpa Nabi Ya’qub adalah pakaian yang dibawa oleh saudara-saudara Yusuf yang telah mereka lumuri dengan darah palsu, maka Yusuf memilih pakaian tersebut sebagai pembuka kebahagiaan, bukan barang yang lain. Yusuf ingin membahagiakan bapaknya dari arah kesedihan menimpanya. (Al-Alusi, 14/103).
Pertanyaan: Mengapa Yusuf memilih pakaiannya bukan barang lainnya untuk dibawa kepada bapaknya?