Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



٢٣ ٢٣


ﭿ ٢٤ ٢٤



٢٥ ٢٥


٢٦ ٢٦

٢٧ ٢٧

٢٨ ٢٨


٢٩ ٢٩
ﯿ
٣٠ ٣٠
238
Yusuf Ayat 0 - 23

وَرَٰوَدَتۡهُ ٱلَّتِي هُوَ فِي بَيۡتِهَا عَن نَّفۡسِهِۦ

Ujian berat ini lebih berat bagi Yusuf dibanding ujian yang ditimpakan saudara-saudaranya kepadanya. Kesabaran Yusuf atas ujian ini lebih besar pahalanya, karena ia adalah kesabaran yang diupayakannya bersamaan dengan banyaknya faktor yang mendorong untuk melakukan perbuatan keji tersebut, namun Yusuf mengedapankan apa yang Allah cintai. Adapun ujian yang ditimpakan saudara-saudara Yusuf kepadanya adalah kesabaran yang terpaksa, seperti penyakit dan hal-hal yang tidak diharapkan yang menimpa seorang hamba tanpa ia inginkan, hamba tidak memiliki pilihan kecuali menerimanya dengan sabar, suka atau tidak. (As-Sa'di, 396).
Pertanyaan: Ujian mana yang lebih besar pahalanya bagi Yusuf; ujian dari saudara-saudaranya atau ujian dari istri majikannya? Mengapa?

Yusuf Ayat 0 - 23

قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ رَبِّيٓ أَحۡسَنَ مَثۡوَايَۖ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢٣

Maksudnya yaitu aku belindung kepada Allah dan berpegang teguh kepadaNya dari ajakanmu. (Al-Baghawi, 2/449).
Pertanyaan: Jelaskan besarnya peranan berlindung kepada Allah dalam menolak kemaksiatan!

Yusuf Ayat 0 - 24

قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِۖ إِنَّهُۥ رَبِّيٓ أَحۡسَنَ مَثۡوَايَۖ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ ٢٣ وَلَقَدۡ هَمَّتۡ بِهِۦۖ وَهَمَّ بِهَا لَوۡلَآ أَن رَّءَا بُرۡهَٰنَ رَبِّهِۦۚ كَذَٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلۡفَحۡشَآءَۚ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٢٤

Intinya Allah menjadikan hal-hal yang menghalangi Yusuf untuk melakukan ajakan wanita itu, yaitu takwa kepada Allah, menjaga hak majikan laki-lakinya yang telah berbuat baik kepadanya, menjaga dirinya dari kezhaliman yang barangsiapa melakukannya maka dia tidak beruntung. Demikian juga tanda iman yang telah Allah masukkan ke dalam hatinya, yang mengajaknya untuk melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Kesimpulan dari semua itu, bahwa Allah menjaganya dari perbuatan buruk dan keji. (As-Sa'di, 396).
Pertanyaan: Apa faktor-faktor yang membantu Yusuf dalam menjauhi kemaksiatan?

Yusuf Ayat 0 - 24

وَلَقَدۡ هَمَّتۡ بِهِۦۖ وَهَمَّ بِهَا لَوۡلَآ أَن رَّءَا بُرۡهَٰنَ رَبِّهِۦۚ كَذَٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلۡفَحۡشَآءَۚ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٢٤

Ia adalah tanda iman yang ada di dalam hati Yusuf, dengannya Allah memalingkan apa yang terbetik dalam hatinya, maka dia mendapatkan kebaikan yang utuh. (Ibnu Taimiyah, 4/34).
Pertanyaan: Apa tanda yang Yusuf lihat?

Yusuf Ayat 0 - 24

كَذَٰلِكَ لِنَصۡرِفَ عَنۡهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلۡفَحۡشَآءَۚ إِنَّهُۥ مِنۡ عِبَادِنَا ٱلۡمُخۡلَصِينَ ٢٤

Ini menunjukkan bahwa ikhlas adalah benteng perlindungan dari kekuasaan setan, sebagaimana Allah berfirman, “Demikianlah Kami palingkan darinya keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (untuk menjadi orang-orang yang ikhlas).” (Ibnu Taimiyah, 4/36).
Pertanyaan: Ikhlas merupakan benteng perlindungan dari kekuasaan setan, bagaimana kamu mengetahui hal ini dari ayat tersebut?

Yusuf Ayat 0 - 25

وَٱسۡتَبَقَا ٱلۡبَابَ

Seorang hamba yang berada di tempat yang terdapat fitnah dan faktor pendorong perbuatan maksiat hendaknya berlari darinya, menjauh sebisa mungkin, agar selamat dari maksiat. Karena saat wanita itu merayu Yusuf, Yusuf lari ke pintu untuk menyelamatkan diri dari keburukannya. (As-Sa'di, 409).
Pertanyaan: Larinya Yusuf dari tempat maksiat tersebut menunjukkan apa?

Yusuf Ayat 0 - 30

قَدۡ شَغَفَهَا حُبًّاۖ

Waspadai cinta yang memudharatkan, karena istri al-Aziz melakukan apa yang ingin dilakukannya karena cintanya yang besar kepada Yusuf sampai-sampai dia merayunya sedemikian rupa, kemudian berdusta memfitnah Yusuf, yang karenanya Yusuf mendekam di dalam bui dalam masa yang lama. (As-Sa'di 409).
Pertanyaan: Apakah bahaya menuruti cinta yang muncul di luar hubungan pernikahan?