Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٥ ٥



٦ ٦
ﭿ
٧ ٧

٨ ٨


٩ ٩


١٠ ١٠

١١ ١١

١٢ ١٢

١٣ ١٣

ﯿ ١٤ ١٤
236
Yusuf Ayat 0 - 5

قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٥

Ya’qub berkata demikian karena dia mengetahui bahwa arti mimpinya adalah ketinggian derajat Yusuf, maka dia khawatir saudara-saudara Yusuf akan hasad terhadapnya. (Ibnu Juzay, 1/410).
Pertanyaan: Ayat ini menjelaskan salah satu cara menjaga dari hasad. Apa itu?

Yusuf Ayat 0 - 5

قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٥

Ini mengandung anjuran untuk menyembunyikan nikmat sampai nikmat tersebut yang tampak sendiri. (Ibnu Juzay, 2/450).
Pertanyaan: Bila Allah memberimu suatu nikmat, kapan kamu boleh menampakkannya dan kapan boleh menyembunyikannya?

Yusuf Ayat 0 - 5

قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٥

Dalam ash-Shahih, Rasulullah bersabda, “Bila seseorang dari kalian bermimpi sesuatu yang disukainya, maka sesungguhnya itu dari Allah, hendaknya dia memuji Allah atasnya dan hendaknya dia menceritakannya, namun bila dia bermimpi yang tidak disukainya, maka sesungguhnya itu dari setan, hendaknya dia memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk dan dari kejahatannya. Tidak usah menceritakannya kepada siapa pun, sesungguhnya ia tidak merugikannya.” Shahih dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda, “Jika seseorang dari kalian bermimpi sesuatu yang dibencinya, maka hendaknya meludah tiga kali ke arah kirinya, memohon perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk dan mengubah posisi tidurnya.” (Al-Alusi, 12/514).
Pertanyaan: Apa petunjuk Nabi dalam masalah mimpi?

Yusuf Ayat 0 - 7

لَّقَدۡ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخۡوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٞ لِّلسَّآئِلِينَ ٧

Yakni, siapa yang bertanya dengan bahasa tubuh atau bahasa lisan, orang-orang yang bertanya adalah orang-orang yang mengambil faidah dari nasihat dan pelajaran. Adapun orang-orang yang berpaling, mereka tidak mengambil faidah dari ayat-ayat Allah, dari kisah-kisah dan keterangan-keterangan. (As-Sa'di, 394).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang yang bertanya dinyatakan secara khusus bahwa mereka akan mengambil faidah dari ayat-ayat Allah?

Yusuf Ayat 0 - 9

ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا يَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِيكُمۡ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡمٗا صَٰلِحِينَ ٩

Ayat ini mengandung pelajaran dari akhlak buruk, yaitu usaha melepaskan diri dari persaingan dengan orang mulia dengan kemuliaannya oleh orang yang lebih rendah darinya atau yang setara dengannya dengan cara menghabisi orang yang mulia. Ini adalah kejahatan besar, karena ia mengandung hasad, menimpakan kerugian atas orang lain, melanggar apa yang Allah perintahkan agar dijaga, padahal mereka adalah orang-orang yang beragama dan dari keluarga nabi. Namun sesudahnya Allah memperbaiki kehidupan mereka, menyanjung mereka dan menamakan mereka dengan Asbath. (Ibnu Asyur, 12/223).
Pertanyaan: Sikap saudara-saudara Yusuf mengandung pelajaran yang berharga tentang akibat dari akhlak yang buruk seperti hasad. Jelaskan!

Yusuf Ayat 0 - 9

ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا يَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِيكُمۡ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡمٗا صَٰلِحِينَ ٩

Mereka memiliki keinginan untuk bertaubat lebih dahulu sebelum melakukan dosa, hal itu untuk memudahkan mereka melaksanakan dosa dan meringankan sisi keburukannya, serta untuk mendorong mereka dalam melaksanakannya. (As-Sa'di, 394).
Pertanyaan: Ayat ini menyebutkan sebuah siasat setan terhadap orang-orang shalih. Apa itu?

Yusuf Ayat 0 - 9

ٱقۡتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضٗا يَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِيكُمۡ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡمٗا صَٰلِحِينَ ٩

Satu dosa melahirkan dosa yang bermacam-macam, pelakunya tidak akan berhenti kecuali sesudah melakukan berbagai dosa. Saudara-saudara Yusuf hendak memisahkan Yusuf dari bapaknya, karena itu mereka melakukan berbagai macam cara, mereka berdusta berkali-kali, mengelabuhi bapak mereka pada pakaian Yusuf dan darah yang ada padanya, mereka datang di waktu Isya dengan pura-pura menangis. (As-Sa'di, 408).
Pertanyaan: Satu dosa melahirkan dosa yang bermacam-macam, jelaskan hal ini melalui ayat!