Quran
ﮖ
ﱃ
ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ٥٤ ٥٤ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ٥٥ ٥٥ ﭻ ﭼ ﭽ
ﭾ ﭿ ٥٦ ٥٦ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ
ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ
٥٧ ٥٧ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ
ﮙ ٥٨ ٥٨ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ
ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ
ﮮ ﮯ ٥٩ ٥٩ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ
ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ
ﯤ ﯥ ٦٠ ٦٠ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ
ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ
ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ
ﰇ ﰈ ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ٦١ ٦١
أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۗ أَلَآ إِنَّ وَعۡدَ ٱللَّهِ حَقّٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٥٥
Pernyataan bahwa kebanyakan dari mereka tidak mengetahui, menunjukkan bahwa di antara mereka ada yang mengetahui, namun mereka mengingkarinya sebagai bentuk kesombongan. (Ibnu Asyur, 11/200).
Pertanyaan: Mengapa dinyatakan bahwa kebanyakan dari mereka tidak mengetahui bukan seluruhnya?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧
“Penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada,” yakni, menyembuhkan penyakit yang ada padanya, berupa kebodohan dan keraguan. (Ibnu Juzay, 1/382).
Pertanyaan: Mengapa al-Qur`an adalah kesembuhan bagi apa yang ada di dalam dada?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧
Allah menyatakan tentang al-Qur`an dengan empat sifat yang menjadi dasar kesempurnaannya dan ciri khasnya, yaitu bahwa ia adalah nasihat, kesembuhan bagi apa yang ada di dalam dada, hidayah dan rahmat bagi orang-orang Mukmin. (Ibnu Asyur, 11/201).
Pertanyaan: Allah menyatakan al-Qur`an dengan empat sifat yang menjadi dasar kesempurnaannya dan ciri khasnya, apa itu?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧
“Penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada,” yaitu, kebimbangan, kemunafikan, perselisihan dan perpecahan. “Petunjuk,” yakni, bimbingan ke jalan lurus bagi siapa yang mengikutinya, “serta rahmat,” yakni, nikmat, “bagi orang yang beriman.” Allah mengkhususkan mereka karena mereka adalah orang-orang yang mengambil manfaat dari iman mereka. (Al-Qurthubi, 11/10).
Pertanyaan: Apakah semua orang dapat mengambil manfaat dari al-Qur`an dan obatnya?
قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ
Allah memerintahkan orang-orang Mukmin agar berbahagia dengan rahmat dan karunia Allah, karena hal itu melahirkan semangat dan kelapangan jiwa, mendorong sikap syukur kepada Allah, menguatkannya dan meningkatkan keingingan kepada ilmu dan iman yang menggugah untuk meningkatkan keduanya. (As-Sa'di, 367).
Pertanyaan: Mengapa Allah memerintahkan kita agar berbahagia dengan rahmat Allah?
وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفۡتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلۡكَذِبَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضۡلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَشۡكُرُونَ ٦٠
“Tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukuri.” Bisa mereka memang tidak mensyukurinya, bisa juga mereka menggunakannya untuk bermaksiat, bisa juga mereka menahannya dengan tidak membagikan sebagian darinya kepada hamba-hamba Allah. (As-Sa'di, 367).
Pertanyaan: Apa bentuk-bentuk kufur nikmat?
وَمَا تَكُونُ فِي شَأۡنٖ وَمَا تَتۡلُواْ مِنۡهُ مِن قُرۡءَانٖ وَلَا تَعۡمَلُونَ مِنۡ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيۡكُمۡ شُهُودًا إِذۡ تُفِيضُونَ فِيهِۚ وَمَا يَعۡزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثۡقَالِ ذَرَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِي ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصۡغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡبَرَ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٍ ٦١
Allah mengabarkan tentang keumuman pengetahuanNya dan penglihatanNya terhadap segala keadaan manusia, dalam aktivitas mereka dan diam mereka. Ini mengandung seruan kepada sikap muraqabah (merasa senantiasa diawasi) secara konsisten.Hendaknya kalian merasa diawasi Allah dalam amal-amal kalian, tunaikanlah ia dengan tulus dan sungguh-sungguh, jauhilah apa yang Allah benci, karena ia mengetahui kalian, mengetahui apa yang nampak dan apa yang tersembunyi bagi kalian. (As-Sa'di, 368-369).
Pertanyaan: Apa maksud dari pemberitahuan Allah kepada hamba-hambaNya bahwa Dia mengetahui segala sesuatu?