Quran
ﮖ
ﱃ
٤٣ ٤٣ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ
ﭧ ٤٤ ٤٤ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ
ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ
ﭽ ٤٥ ٤٥ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ
ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ٤٦ ٤٦ ﮏ
ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ
ﮚ ﮛ ٤٧ ٤٧ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ
٤٨ ٤٨ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ
ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ٤٩ ٤٩
ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ
ﯪ ٥٠ ٥٠ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ
ﯷ ٥١ ٥١ ﯹ ﯺ ﯻ ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ
ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ٥٢ ٥٢ ﰇ ﰈ
ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ ﰓ ﰔ ٥٣ ٥٣
وَمِنۡهُم مَّن يَسۡتَمِعُونَ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تُسۡمِعُ ٱلصُّمَّ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يَعۡقِلُونَ ٤٢ وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يُبۡصِرُونَ ٤٣
Jika akal, pendengaran dan penglihatan mereka rusak, padahal ia adalah pintu ilmu, lalu di mana jalan yang shahih kepada kebenaran? (As-Sa'di, 365).
Pertanyaan: Apa saja pintu-pintu ilmu? Dan bagaimana ia bermanfaat secara sempurna dalam mengetahui syariat Allah?
وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ
Melihat kepada kehidupan Nabi, petunjuk, akhlak dan amal beliau, dan dakwah beliau termasuk petunjuk paling besar atas kebenaran beliau dan keshahihan apa yang beliau bawa, dan bahwa itu sudah cukup bagi orang yang menggunakan penglihatannya sehingga tidak memerlukan selainnya. (As-Sa'di, 365).
Pertanyaan: Apa urgensi belajar dan mengajarkan sirah Nabi?
وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يُبۡصِرُونَ ٤٣
Di antara mereka ada orang-orang yang melihat kepadamu dan kepada apa yang Allah berikan kepadamu berupa ketenangan, sifat mulia, kebaikan dan akhlak yang agung, bukti-bukti yang nyata atas kenabianmu bagi para pemilik bashirah dan akal lurus. Mereka melihat sebagaimana selain mereka melihat, namun tidak ada hidayah apa pun yang terwujud bagi mereka sebagaimana ia terwujud bagi selain mereka. Sebaliknya orang-orang Mukmin melihatmu dengan mata penghormatan, sementara orang-orang kafir melihatmu dengan mata perendahan. (Ibnu Katsir, 2/400).
Pertanyaan: Mengapa melihat kehidupan Nabi berguna bagi kaum Muslimin dan tidak bagi kaum kafir?
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظۡلِمُ ٱلنَّاسَ شَيۡـٔٗا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمۡ يَظۡلِمُونَ ٤٤
Dengan kekafiran dan kemaksiatan, mereka menyelisihi perintah Pencipta mereka. (Al-Qurthubi, 10/507).
Pertanyaan: Bagaimana seseorang menzhalimi dirinya sendiri?
وَيَوۡمَ يَحۡشُرُهُمۡ كَأَن لَّمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيۡنَهُمۡۚ
Semua ini menunjukkan pendeknya kehidupan dunia di alam akhirat. (Ibnu Katsir, 2/401).
Pertanyaan: Bagaimana kita melihat kehidupan dunia melalui ayat ini?
قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي ضَرّٗا وَلَا نَفۡعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۗ
“Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku'.” Yakni, aku tidak kuasa apa pun dalam menolak mudarat dan mendatangkan manfaat bagi diriku. “Kecuali apa yang Allah kehendaki,” bagiku. (Al-Baghawi, 2/365).
Pertanyaan: Bila Nabi tidak memiliki kuasa untuk diri beliau manfaat dan mudarat, maka bagaimana mungkin orang lain memilikinya?
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَتَىٰكُمۡ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا أَوۡ نَهَارٗا مَّاذَا يَسۡتَعۡجِلُ مِنۡهُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ ٥٠
Rahasia penggunaan kata بَيَاتًا kata bukan لَيْلًا padahal keduanya sinonim, adalah untuk menetapkan makna tidur dan lalai, ia adalah waktu di mana musuh diduga menyerang padanya memanfaatkan kelengahan, dan makna ini tidak terdapat pada kata لَيْل. (Al-Qasimi, 4/256).
Pertanyaan: Apa rahasia penggunaan kata بَيَاتًا dan bukan لَيْلًا padahal keduanya sinonim?