Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan



١٣٨ ١٣٨

١٣٩ ١٣٩

١٤٠ ١٤٠



١٤١ ١٤١



١٤٢ ١٤٢




١٤٣ ١٤٣
167
Al-A'raf Ayat 0 - 138

وَجَٰوَزۡنَا بِبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ٱلۡبَحۡرَ فَأَتَوۡاْ عَلَىٰ قَوۡمٖ يَعۡكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصۡنَامٖ لَّهُمۡۚ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱجۡعَل لَّنَآ إِلَٰهٗا كَمَا لَهُمۡ ءَالِهَةٞۚ قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ ١٣٨

Yakni, kebodohan mana yang lebih besar dibandingkan dengan kebodohan orang yang tidak mengetahui Tuhan dan Penciptanya, dia hendak menyamakan selainNya denganNya padahal selainNya itu tidak memiliki manfaat dan mudarat, tidak menguasai kematian dan kebangkitan. (As-Sa'di, 302).
Pertanyaan: Apa kebodohan yang paling besar dan mengapa?

Al-A'raf Ayat 0 - 138

قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱجۡعَل لَّنَآ إِلَٰهٗا كَمَا لَهُمۡ ءَالِهَةٞۚ قَالَ إِنَّكُمۡ قَوۡمٞ تَجۡهَلُونَ ١٣٨

Pernyataan Nabi Musa bahwa mereka adalah orang-orang yang bodoh bersifat tegas, sesuai dengan petunjuk jumlah ismiyah (kalimat nominal) di mana kebodohan adalah sifat yang melekat pada mereka yang berakar di dalam jiwa mereka, seandainya mereka tidak demikian, niscaya sejak awal mereka tidak akan pernah mengajukan permintaan ini kepada Nabi Musa. (Ibnu Asyur, 9/82).
Pertanyaan: Ayat menunjukkan bahwa kebodohan bisa menyeret kepada kesyirikan. Jelaskan hal ini!

Al-A'raf Ayat 0 - 140

قَالَ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَبۡغِيكُمۡ إِلَٰهٗا وَهُوَ فَضَّلَكُمۡ عَلَى ٱلۡعَٰلَمِينَ ١٤٠

Yang dimaksud dengan manusia di sini adalah manusia di zaman mereka. Kelebihan yang mereka miliki adalah bahwa mereka adalah anak keturunan para nabi dan rasul, bahwa para rasul dan para nabi datang dari kalangan mereka, bahwa Allah membimbing mereka kepada Tauhid dan menyelamatkan mereka dari cengkeraman Fir'aun sesudah mereka tidak tahu mesti berbuat apa. Allah menjadikan mereka orang-orang merdeka setelah sebelumnya mereka adalah para budak. Allah menyerahkan bumi yang diberkahi kepada mereka, mendukung mereka dengan pertolongan dan ayat-ayatNya, mengutus kepada mereka seorang rasul untuk mene-gakkan syariat bagi mereka. Ini adalah kelebihan-kelebihan yang tidak didapatkan oleh umat selain mereka pada zaman itu. (Ibnu Asyur, 9/84).
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan manusia di dalam ayat yang mulia dan apa kelebihan yang Allah berikan kepada Bani Israil?

Al-A'raf Ayat 0 - 142

وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخۡلُفۡنِي فِي قَوۡمِي وَأَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ١٤٢

Manakala Nabi Musa berangkat untuk bertemu dengan Tuhannya, beliau mewasiatkan kepada Nabi Harun karena keinginan dan kasihan kepada Bani Israil. “Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku,” yakni, jadilah kamu penggantiku. Lakukanlah pada mereka sebagaimana yang aku lakukan. “Dan perbaikilah (dirimu dan kaum-mu),” yakni, ikutilah jalan kebaikan. “Dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan.” Mereka adalah orang-orang yang berbuat kemaksiatan. (As-Sa'di, 302).
Pertanyaan: Para nabi adalah orang-orang yang paling menyayangi dan mengasihi kaum mereka. Jelaskan hal ini dari ayat yang mulia ini!

Al-A'raf Ayat 0 - 142

وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخۡلُفۡنِي فِي قَوۡمِي وَأَصۡلِحۡ وَلَا تَتَّبِعۡ سَبِيلَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ١٤٢

Nabi Musa menunjuk saudaranya Nabi Harun untuk mengantikan posisinya pada kaumnya. Nabi Musa berwasiat kepadanya agar melakukan perbaikan dan tidak membuat kerusakan. Ini adalah peri-ngatan dan pengingatan, karena Harun adalah seorang nabi mulia dan memiliki kedudukan mulia di sisi Allah, dia memiliki kedudukan dan kehormatan. (Ibnu Katsir, 2/234).
Pertanyaan: Semua orang shalih tetap perlu diingatkan termasuk para nabi. Jelaskan hal ini!

Al-A'raf Ayat 0 - 143

وَلَٰكِنِ ٱنظُرۡ إِلَى ٱلۡجَبَلِ فَإِنِ ٱسۡتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوۡفَ تَرَىٰنِيۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلۡجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكّٗا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقٗاۚ

Gunung itu lebih besar dan lebih kuat. Manakala Tuhannya menam-pakkan diri kepada gunung. Nabi Musa melihat gunung tidak kuat, gunung itu hancur luluh. Nabi Musa melihat apa yang terjadi pada gunung, maka dia jatuh pingsan. (Ibnu Katsir, 2/235).
Pertanyaan: Ayat ini menjelaskan sebagian dari keagungan Allah. Jelaskan!

Al-A'raf Ayat 0 - 143

فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبۡحَٰنَكَ تُبۡتُ إِلَيۡكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ١٤٣

Nabi Musa berkata sebagai wujud pengakuan dan ketundukan kepada Allah saat dia melihat bukti keagunganNya. Umat bersepakat bahwa taubat Nabi Musa bukan karena dosa, karena para nabi ma’shum. (Al-Qurthubi, 10/439).
Pertanyaan: Apakah istighfar hanya karena kemaksiatan?