Quran
ﮓ
ﱀ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ٨٢ ٨٢ ﭠ
ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ٨٣ ٨٣ ﭨ
ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ
٨٤ ٨٤ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ
ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ
ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ
ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ٨٥ ٨٥ ﮜ
ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ
ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ
ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ
ﯕ ﯖ ٨٦ ٨٦ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ
ﯤ ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ٨٧ ٨٧
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢
“Mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.” Ini adalah ejekan kepada mereka, mereka adalah orang-orang yang sok suci dari perbuatan-perbuatan keji, sekaligus mereka berbangga dengan apa yang mereka praktikkan, yaitu perbuatan keji. Sebagaimana seorang pentolan penjahat berkata kepada sebagian orang shalih yang menasihatinya, “Usirlah orang yang fanatik ini dari kita, istirahatkanlah kami dari orang yang sok zuhud ini.” (Al-Qasimi, 5/139).
Pertanyaan: Apa tanda terbaliknya tolok ukur pada sebagian akal?
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوۡمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخۡرِجُوهُم مِّن قَرۡيَتِكُمۡۖ إِنَّهُمۡ أُنَاسٞ يَتَطَهَّرُونَ ٨٢
Ucapan kaum homoseksual, “Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negeri kalian ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci,” sejenis dengan Firman Allah tentang Ashhabul Ukhdud, “Dan mereka tidak memusuhi orang-orang yang beriman karena karena orang-orang yang beriman itu beriman kepada Allah yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.” [Al-Buruj: 8]. Demikianlah orang musyrik, dia memusuhi orang yang bertauhid, karena dia memurnikan Tauhid dan tidak mengotorinya dengan syirik. Demikian juga ahli bid’ah, dia membenci pengikut Sunnah, karena pengikut as-Sunnah mengikuti Sunnah Rasulullah dengan baik, bahwa dia tidak mencampurnya dengan pendapat-pendapat manusia dan tidak pula dengan apa yang menyelisihinya. Kesabaran ahli Tauhid yang mengikuti Sunnah Rasulullah atas permusuhan ahli syirik dan ahli bid’ah adalah lebih baik baginya dan lebih bermanfaat serta lebih mudah baginya daripada kesabarannya dalam menerima azab Allah dan kebencian dari Rasulullah karena menyetujui ahli syirik dan ahli bid’ah. (Al-Qasimi, 5/141).
Pertanyaan: Bagaimana seorang Mukmin menghadapi ejekan para pengejek?
فَأَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ وَٱلۡمِيزَانَ وَلَا تَبۡخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشۡيَآءَهُمۡ
Mengurangi pada barang adalah dengan menyembunyikan cacatnya, menawarnya dengan harta sangat rendah, menipu pada harganya, melakukan trik untuk menambah takaran atau menguranginya. Semua itu termasuk ke dalam memakan harta manusia dengan cara yang batil, hal ini dilarang pada umat-umat terdahulu melalui lisan para rasul. (Al-Qurthubi, 10/333).
Pertanyaan: Bagaimana mengurangi hak manusia dalam urusan barang?
وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ٨٥
“Janganlah kalian berbuat kerusakan di bumi” dengan kekafiran dan kezhaliman, “setelah (diciptakan) dengan baik,” yakni, sesudah bumi itu baik menyusul perbaikan yang dilakukan oleh para nabi dan para pengikut mereka yang mengamalkan syariat mereka berupa memenuhi takaran dan timbangan, hukuman-hukuman had dan hukum-hukum lainnya. (Al-Qasimi, 5/147).
Pertanyaan: Apa bentuk berbuat kerusakan paling berat di bumi?
وَلَا تَقۡعُدُواْ بِكُلِّ صِرَٰطٖ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِهِۦ و
Dari Ibnu Abbas tentang Firman Allah, “Dan janganlah kalian duduk di setiap jalan,” "Mereka duduk menakut-nakuti manusia agar mereka tidak datang menemui Nabi Syu'aib." Dia berkata, "Mereka duduk-duduk di jalan, mereka berkata kepada siapa yang melewatinya bahwa Nabi Syu'aib adalah pembohong besar, jangan sampai kalian tertipu olehnya dari agama kalian." (Ath-Thabari, 12/557).
Pertanyaan: Ada sisi kesamaan dalam metode merusak citra seorang da'i dan menghalang-halangi manusia darinya sejak dahulu hingga zaman ini. Jelaskan hal itu!
وَلَا تَقۡعُدُواْ بِكُلِّ صِرَٰطٖ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبۡغُونَهَا عِوَجٗاۚ
Nabi Syu'aib melarang kaumnya melakukan pembegalan, baik riil maupun maknawi. “Dan janganlah kalian duduk di setiap jalan dengan menakut-nakuti,” yakni, kalian mengancam manusia dengan pembunuhan bila mereka tidak menyerahkan uang mereka kepada kalian. “Dan menghalang-halangi orang-orang yang beriman dari jalan Allah dan ingin membelokkannya,” yakni, kalian ingin agar jalan Allah itu bengkok tidak lurus. (Ibnu Katsir, 2/222).
Pertanyaan: Pembegalan ada dua macam. Sebutkan!
وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ كُنتُمۡ قَلِيلٗا فَكَثَّرَكُمۡۖ
Yakni, Allah memperbanyak jumlah kalian melalui kenikmatan yang Allah berikan kepada kalian berupa pasangan hidup dan anak-anak keturunan serta kesehatan. Allah tidak menimpakan bala` kepada kalian berupa penyakit yang menyedikitkan jumlah kalian, Allah tidak menguasakan musuh atas kalian yang menumpas kalian, Allah tidak mencerai-beraikan kalian di muka bumi, namun Allah memberi kalian nikmat dengan menyatukan kalian, mengucurkan rizki kepada kalian dan memperbanyak jumlah anak-anak kalian. (As-Sa'di, 296).
Pertanyaan: Ayat mengandung isyarat kepada beberapa kenikmatan. Jelaskan!