Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٣٧ ٣٧


٣٨ ٣٨

٣٩ ٣٩
ﭿ

٤٠ ٤٠








٤١ ٤١
114
Al-Ma'idah Ayat 0 - 38

وَٱلسَّارِقُ وَٱلسَّارِقَةُ فَٱقۡطَعُوٓاْ أَيۡدِيَهُمَا

Di dalam ayat ini Allah memulai dengan pencuri laki-laki sebelum pencuri wanita sedangkan dalam ayat zina Allah memulai dengan pezina wanita sebelum pezina laki-laki. Apa hikmahnya? Jawabannya, karena cinta harta lebih mendominasi kaum laki-laki, sedangkan syahwat kaum wanita lebih dominan, maka Allah memulai dengan apa yang Dia mulai pada kedua masalah tersebut. (Al-Qurthubi, 7/473).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebut laki-laki sebelum wanita dalam ayat mencuri dan sebaliknya dalam ayat zina?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 39

فَمَن تَابَ مِنۢ بَعۡدِ ظُلۡمِهِۦ وَأَصۡلَحَ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَتُوبُ عَلَيۡهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ ٣٩

Taubat pencuri adalah menyesali apa yang terjadi dan meninggalkannya untuk ke depannya, mengembalikan apa yang dia curi kepada pemiliknya. (Ibnu Juzay, 1/236).
Pertanyaan: Apa tanda kebenaran taubat pencuri?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 41

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحۡزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡكُفۡرِ

Rasulullah sangat bersedih bila melihat seseorang telah memperlihatkan iman kemudian kembali kepada kekufuran, hal ini karena beliau sangat ingin manusia beriman, maka Allah membimbing beliau agar tidak bersedih dan berputus asa dari orang-orang seperti mereka, karena mereka itu bukan dalam rombongan dagang dan bukan pula dalam rombongan perang, kehadiran mereka tidak berguna dan ketidakhadiran mereka juga tidak merugikan. (As-Sa'di, 231).
Pertanyaan: Mengapa kita tidak perlu bersedih bila ada orang yang murtad?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 41

يَٰٓأَيُّهَا ٱلرَّسُولُ لَا يَحۡزُنكَ ٱلَّذِينَ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡكُفۡرِ

Makna bersegera di dalam kekufuran, yaitu memperlihatkan bukti-buktinya dalam keadaan yang memungkinkan dan dalam segala kesempatan, Allah menyamakan sikap menampakkan sesuatu dan mengulang-ulangnya seperti orang yang berjalan dengan cepat menuju sesuatu. (Ibnu Asyur, 6/198).
Pertanyaan: Apa makna bersegera dalam kekufuran?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 41

يَقُولُونَ إِنۡ أُوتِيتُمۡ هَٰذَا فَخُذُوهُ وَإِن لَّمۡ تُؤۡتَوۡهُ فَٱحۡذَرُواْۚ وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتۡنَتَهُۥ فَلَن تَمۡلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمۡۚ

Ayat ini menunjukkan bahwa siapa yang berhakim kepada syariat Allah atas dorongan hawa nafsunya, bahwa bila hukum memihaknya, dia menerimanya, bila tidak maka dia marah, maka hal tersebut menunjukkan bahwa hatinya tidak bersih. Sebaliknya siapa yang berhukum kepada syariat Allah dan dia rela menerimanya, apakah ia sesuai dengan keinginannya atau tidak, hal itu menunjukkan kesucian hatinya. (As-Sa'di, 232).
Pertanyaan: Apakah setiap orang yang berhakim kepada syariat otomatis benar dalam perbuatannya? Siapa yang mendapatkan pahala karena berhukum kepada syariat?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 41

وَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ فِتۡنَتَهُۥ فَلَن تَمۡلِكَ لَهُۥ مِنَ ٱللَّهِ شَيۡـًٔاۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمۡۚ

Hal ini menunjukkan bahwa kesucian hati adalah sebab semua kebaikan dan pendorong paling besar kepada semua perkataan yang lurus dan perbuatan yang baik. (As-Sa'di, 232).
Pertanyaan: Apa urgensi kesucian hati?

Al-Ma'idah Ayat 0 - 41

لَهُمۡ فِي ٱلدُّنۡيَا خِزۡيٞۖ وَلَهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٞ ٤١

“Di dunia mereka mendapat kehinaan,” yakni, orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi, kehinaan bagi orang-orang munafik adalah terkuaknya bopeng mereka dan terbukanya kedok kemunafikan mereka. Sedangkan kehinaan orang-orang Yahudi adalah membayar jizyah atau dibunuh atau ditawan atau dusir, mereka melihat apa yang tidak mereka sukai dari Nabi dan para sahabat. (Al-Baghawi, 1/677).
Pertanyaan: Bagaimana kehinaan yang menimpa orang-orang munafik dan orang-orang Yahudi di dunia?