Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan






٣٤ ٣٤
ﭿ


٣٥ ٣٥




٣٦ ٣٦


٣٧ ٣٧
84
An-Nisa Ayat 0 - 34

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ

Keunggulan kaum laki-laki atas kaum wanita dari beberapa sisi: Perwalian hanya khusus bagi laki-laki, juga kenabian dan kerasulan, dan kekhususan kaum laki-laki dengan banyak ibadah seperti jihad, hari raya dan shalat Jum’at, di samping Allah melebihkan mereka dengan akal, keseimbangan, kesabaran dan keteguhan yang sepertinya tidak dimiliki oleh kaum wanita, demikian juga nafkah mereka kepada para istri, bahkan banyak nafkah berlaku khusus bagi kaum laki-laki dan menjadi milik mereka bukan kaum wanita. (As-Sa'di, 177).
Pertanyaan: Sebutkanlah tiga alasan mengapa Allah mengunggulkan kaum laki-laki atas kaum wanita?

An-Nisa Ayat 0 - 34

فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

Yakni, wanita-wanita yang shalihah dalam agama mereka, taat kepada suami-suami mereka, atau taat kepada Allah terkait dengan hak suami mereka. “Menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada,” yakni, menjaga apa yang tidak terjangkau oleh pe-ngetahuan suaminya, maka ia mencakup menjaga diri mereka, menjaga harta dan rumah serta rahasia. “Karena Allah telah menjaga (mereka).” Dengan penjagaan dan pemeliharaanNya, atau melalui perintah Allah kepada kaum wanita agar menaati para suami dan menjaganya. (Ibnu Juzay, 1/188).
Pertanyaan: Apa sifat wanita shalihah?

An-Nisa Ayat 0 - 34

حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

Hal itu dengan penjagaan Allah dan taufikNya kepada para istri, bukan dari diri mereka, karena jiwa manusia cenderung mengajak kepada keburukan, akan tetapi barangsiapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupi apa yang menggelisahkannya dari urusan agama dan dunia. (As-Sa'di, 177).
Pertanyaan: Apa korelasi antara penjagaan para istri-istri terhadap suami-suami mereka dengan penjagaan dari Allah ?

An-Nisa Ayat 0 - 34

فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٞ لِّلۡغَيۡبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُۚ

Mereka menjaga diri mereka dan kehormatan mereka saat suaminya tidak hadir, demikian juga menjaga apa yang wajib dijaga, yaitu jiwa dan harta, mereka juga menjaga rahasia suami-suami mereka, apa yang terjadi di antara mereka berkenaan dengan urusan ranjang. (Al-Alusi, 5/24).
Pertanyaan: Apa petunjuk yang dipahami dari disebutkan sifat wanita-wanita beriman yang shalihat bahwa mereka menjaga diri saat suaminya tidak ada?

An-Nisa Ayat 0 - 34

فَإِنۡ أَطَعۡنَكُمۡ فَلَا تَبۡغُواْ عَلَيۡهِنَّ سَبِيلًاۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا ٣٤

Maafkanlah, kalian wahai para suami, kesalahan-kesalahan istri-istri kalian. Maafkanlah mereka manakala mereka bertaubat, atau Allah Mahakuasa untuk membalas kalian, karena Allah tidak ridha terhadap kezhaliman terhadap siapa pun, atau bahwa Allah di samping ketinggi-anNya yang mutlak dan kesombonganNya, tidak membebani kalian kecuali apa yang kalian sanggupi, karena itu kalian jangan membebani para istri kecuali sebatas kemampuan mereka. (Al-Alusi, 5/26).
Pertanyaan: Apa petunjuk yang dipahami dari ditutupnya ayat dengan, “Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.”

An-Nisa Ayat 0 - 34

إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيّٗا كَبِيرٗا ٣٤

Ancaman kepada kaum laki-laki apabila mereka menganiaya wanita, karena sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. Allah membalas siapa yang menzhalimi dan melanggar hak kaum wanita. (Ibnu Katsir, 1/467).
Pertanyaan: Apa korelasi ayat dengan ditutupnya ayat dengansebutan bahwa Allah Mahatinggi lagi Mahabesar ?

An-Nisa Ayat 0 - 36

وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡـٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗا

Para ulama berkata, manusia yang paling kuat haknya untuk disyukuri dan diberi terima kasih sesudah Allah Pencipta, Pemberi nikmat-nikmat, paling patut diperlakukan dengan baik, ditaati dan diikuti adalah orang yang Allah menyandingkan kebaikan kepadanya dengan ibadah, ketaatan dan berbuat baik kepadaNya, dan keduanya adalah bapak ibu. (Al-Qurthubi, 6/302).
Pertanyaan: Siapa manusia yang paling patut diberikan ucapan terima kasih sesudah Allah?