Quran
ﮏ
ﰼ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ
ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ
ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ١٩٥ ١٩٥
ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ١٩٦ ١٩٦ ﮈ ﮉ
ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ ﮎ ﮏ ١٩٧ ١٩٧ ﮑ ﮒ ﮓ
ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ
ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ ١٩٨ ١٩٨ ﮨ ﮩ
ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ
ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ ﯛ
ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ
ﯧ ﯨ ١٩٩ ١٩٩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ
ﯮ ﯯ ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ٢٠٠ ٢٠٠
ﮐ
فَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ وَأُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأُوذُواْ فِي سَبِيلِي وَقَٰتَلُواْ وَقُتِلُواْ لَأُكَفِّرَنَّ عَنۡهُمۡ سَيِّـَٔاتِهِمۡ وَلَأُدۡخِلَنَّهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ
“Orang-orang yang berhijrah,” yakni, mereka meninggalkan negeri syirik menuju negeri iman, berpisah dengan orang-orang terkasih, kawan dekat, saudara dan tetangga. “Yang diusir dari kampung halaman mereka,” yakni, orang-orang musyrik mengintimidasi mereka dengan gangguan sehingga mereka terpaksa keluar meninggalkan orang-orang terdekat, karena itu Allah berfirman, “Yang disakiti di jalanKu,” dosa mereka menurut orang-orang musyrikin adalah bahwa mereka beriman kepada Allah semata. “Dan mereka tidak menyiksa orang-orang Mukmin itu kecuali karena orang-orang Mukmin itu beriman kepada Allah dan yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji.” [Al-Buruj: 8]. “Yang berperang dan yang terbunuh.” Ini adalah derajat tertinggi, di mana mereka berperang di jalan Allah. (Ibnu Katsir 1/418).
Pertanyaan: Apa balasan orang yang berhijrah atau diusir dari negerinya atau disakiti atau terbunuh di jalan Allah?
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١٩٦
Ini merupakan dalil bahwa orang-orang kafir itu tidak diberi nikmat di dunia ini, karena hakikat nikmat adalah kemurnian dari resiko kemudaratan cepat atau lambat, sedangkan apa yang orang-orang kafir dapatkan itu terkotori dengan kepedihan dan kesengsaraan, seperti orang yang menyuguhkan madu kepada orang lain yang dicampur dengan racun, sekalipun orang tersebut meminumnya dengan rasanya yang manis, tetap tidak dikatakan bahwa pemberinya memberinya kenikmatan, karena ia mematikannya. (Al-Qurthubi 5/481).
Pertanyaan: Apakah orang-orang kafir mendapatkan nikmat di dunia?
لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فِي ٱلۡبِلَٰدِ ١٩٦
Orang yang tertipu berbahagia dengan apa yang menipunya, orang-orang kafir tertipu dengan kebebasan mereka dalam beraktivitas, sementara orang-orang Mukmin tetap memperhatikannya, namun mungkin saja seorang Mukmin menyangka bahwa kebebasan orang-orang kafir itu adalah karena kebaikan mereka, hal ini bisa membuatnya condong kepada mereka dan merasa kalah dari mereka, karena itu Allah berfirman, “Jangan sekali-kali kamu terpedaya.” Tidak ada Mukmin dan kafir kecuali kematian adalah kebaikan baginya. Untuk kafir agar dosanya tidak bertambah, sedangkan untuk Mukmin maka apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang baik. (Ibnu Athiyyah, 1/558).
Pertanyaan: Mengapa Allah memilih kata اَلْغُرُوْر dalam ayat?
نُزُلٗا مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِۗ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّلۡأَبۡرَارِ ١٩٨
اَلْأَبْرَار adalah bentuk jamak dari بار dan بر. Maknanya adalah orang-orang yang mengamalkan kebaikan, yaitu puncak ketakwaan dan amal shalih. Sebagian dari mereka menyatakan bahwa abrar adalah orang-orang yang tidak menyakiti siapa pun. (Ibnu Juzay, 1/170).
Pertanyaan: Apa yang dimaksud dengan abrar?
وَإِنَّ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ لَمَن يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكُمۡ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِمۡ خَٰشِعِينَ لِلَّهِ
Karena iman mereka bersifat umum dan hakiki, maka ia bermanfaat bagi mereka, hal itu melahirkan rasa takut kepada Allah, di antara rasa takut kepada Allah yang sempurna adalah bahwa mereka, “tidak memperjual-belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah.” Mereka tidak mengedepankan dunia dari agama, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yang menyimpang yang menyembunyikan apa yang Allah turunkan dan menukarnya dengan harga yang sedikit. Adapun mereka maka mereka mengetahui perkara sebenarnya, mereka mengetahui bahwa di antara bentuk kerugian yang paling besar adalah menukar yang tinggi dengan yang rendah. (As-Sa'di, 162).
Pertanyaan: Apa tanda iman hakiki?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٢٠٠
Allah menutup surat ini dengan apa yang terkandung oleh ayat yang kesepuluh ini, berupa wasiat yang menyatukan sebab-sebab kemenangan di dunia atas musuh dan keberuntungan meraih nikmat akhirat. Allah mendorong untuk bersabar di atas ketaatan dan dari syahwat, dan sabar adalah menahan diri. (Al-Qurthubi, 5/485).
Pertanyaan: Ayat ini menyebutkan beberapa syarat untuk bisa menang menghadapi musuh dan beruntung di akhirat, apa saja itu?
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱصۡبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ ٢٠٠
Ayat ini menyampaikan syarat dikabulkannya permohonan kemenangan atas orang-orang kafir, mengajak untuk mengingatkan orang-orang yang berakal agar merasa mendapatkan pengawasan dari Allah yang Maha Esa Mahahidup lagi Maha mengurusi makhlukNya. (Al-Biqa'i, 2/203).
Pertanyaan: Apa syarat dikabulkannya permohonan kemenangan bagi orang-orang Mukmin?