Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan




٨٤ ٨٤

٨٥ ٨٥

ﭿ

٨٦ ٨٦

٨٧ ٨٧

٨٨ ٨٨

٨٩ ٨٩


٩٠ ٩٠


٩١ ٩١
61
Al-Imran Ayat 0 - 85

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

Ayat ini membatalkan semua agama kecuali Islam. (Ibnu Juzay, 1/151).
Pertanyaan: Bagaimana kamu menyanggah siapa yang mengatakan bahwa orang yang memeluk agama Yahudi dan Nasrani bukan orang kafir, karena keduanya ada-lah agama samawi?

Al-Imran Ayat 0 - 85

وَمَن يَبۡتَغِ غَيۡرَ ٱلۡإِسۡلَٰمِ دِينٗا فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡهُ وَهُوَ فِي ٱلۡأٓخِرَةِ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٨٥

Allah menjelaskan bahwa agama yang Dia terima dan Dia ridhai dari hamba-hambaNya adalah Islam, dan sebuah agama tidak mungkin diterima dan diridhai kecuali dengan menyatukan dua hal, yaitu membenarkan dan mengamalkan. (Ibnu Taimiyah, 2/96).
Pertanyaan: Kapan agama itu diterima?

Al-Imran Ayat 0 - 86

كَيۡفَ يَهۡدِي ٱللَّهُ قَوۡمٗا كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ وَشَهِدُوٓاْ أَنَّ ٱلرَّسُولَ حَقّٞ وَجَآءَهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُۚ

Mereka itu tidak dibimbing untuk mendapatkan hidayah, karena orang yang diharapkan mendapatkan hidayah adalah orang yang tidak mengetahui yang haq dan dia mencarinya dengan sungguh-sungguh, orang seperti ini layak Allah mudahkan baginya jalan hidayah dan Allah jaga dari sebab-sebab kesesatan. (As-Sa'di, 137).
Pertanyaan: Siapa orang-orang kafir yang diharapkan akan mendapatkan hidayah dan beriman?

Al-Imran Ayat 0 - 86

كَيۡفَ يَهۡدِي ٱللَّهُ قَوۡمٗا كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ وَشَهِدُوٓاْ أَنَّ ٱلرَّسُولَ حَقّٞ وَجَآءَهُمُ ٱلۡبَيِّنَٰتُۚ

Yakni hujjah-hujjah dan bukti-bukti telah tegak di hadapan mereka atas kebenaran dari apa yang dibawa oleh Rasul, perkaranya sudah nyata bagi mereka, kemudian mereka murtad masuk ke dalam kegelapan kesyirikan. Bagaimana mereka itu patut mendapatkan hidayah dari kesesatan sesudah mereka membuangnya? (As-Sa'di, 137).
Pertanyaan: Mengapa orang-orang yang tersebut di dalam ayat tidak patut men-dapatkan hidayah?

Al-Imran Ayat 0 - 90

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ ثُمَّ ٱزۡدَادُواْ كُفۡرٗا لَّن تُقۡبَلَ تَوۡبَتُهُمۡ

Yakni, mereka tidak diharapkan bertaubat dengan taubat yang diterima, akan tetapi Allah melepaskan mereka dalam pelanggaran mereka tanpa mengetahui jalan yang benar, dialah orang yang berusaha memutuskan tali rahmat Tuhannya dari dirinya, dialah yang menutup pintu taubat atas dirinya. (As-Sa'di, 137).
Pertanyaan: Mengapa taubat orang-orang yang tersebut di dalam ayat tidak diterima?

Al-Imran Ayat 0 - 90

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعۡدَ إِيمَٰنِهِمۡ ثُمَّ ٱزۡدَادُواْ كُفۡرٗا لَّن تُقۡبَلَ تَوۡبَتُهُمۡ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلضَّآلُّونَ ٩٠

Karena Allah telah menutup hati mereka, maka mereka tidak akan bertaubat dengan taubat nasuha (tulus) yang mereka pegang secara konsisten, tidak memperbaiki apa yang rusak, atau mereka tidak akan melakukan pertaubatan yang diterima, karena mereka mengalahkan golongan pertama dengan sikap melampaui batas. (Al-Biqa'i, 2/123).
Pertanyaan: Mengapa taubat orang yang mengulang kekufuran sesudah iman tidak diterima?

Al-Imran Ayat 0 - 91

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَمَاتُواْ وَهُمۡ كُفَّارٞ فَلَن يُقۡبَلَ مِنۡ أَحَدِهِم مِّلۡءُ ٱلۡأَرۡضِ ذَهَبٗا وَلَوِ ٱفۡتَدَىٰ بِهِۦٓۗ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ ٩١

Dari Ibnu Umar, dia berkata, Aku mendengar Anas bin Malik dari Nabi bahwa beliau bersabda, “Allah berfirman kepada penghuni neraka yang paling ringan azabnya pada Hari Kiamat, ‘Seandainya kamu di bumi mempunyai sesuatu, apakah kamu akan menebus dirimu dengannya?’ Dia menjawab, ‘Ya.’ Allah berfirman, ‘Aku menginginkan yang lebih mudah dari itu saat kamu di dalam tulang sulbi moyangmu, Adam, agar kamu tidak menyekutukan sesuatu pun denganKu, namun kamu menolak kecuali menyekutukan'.” (Al-Baghawi, 1/380).
Pertanyaan: Apa yang dikatakan kepada penghuni neraka yang paling ringan azabnya pada Hari Kiamat?