Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﰏ

ﱖ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ
ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ٦ ٦
ﭣ ﭤ ﭥ
ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ٧ ٧
ﭭ
ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ
ﭷ ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ٨ ٨
Surah Header

ﰐ

ﭦﭛﭣﭤ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ١ ١ ﮊ ﮋ ﮌ ٢ ٢ ﮎ
ﮏ ﮐ ﮑ ٣ ٣
ﮓ ﮔ ﮕ ٤ ٤ ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ
٥ ٥
ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ٦ ٦ ﮣ ﮤ
ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ٧ ٧
ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ٨ ٨
Surah Header

ﰑ

ﭦﭛﭣﭤ
ﮱ ﯓ ١ ١ ﯕ ﯖ ٢ ٢ ﯘ
ﯙ ٣ ٣
ﯛ ﯜ ﯝ ٤ ٤ ﯟ ﯠ ﯡ ٥ ٥
599
Al-Bayyinah Ayat 0 - 8

رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ

Karena tidak ada satu pun harapan mereka kecuali Allah mengabulkannya, dan mereka mengetahui bahwa semua itu adalah pemberian yang berlebih dari Allah. Tidak seorang pun yang diwajibkan Allah untuk membalas semuanya, dan tidak seorang pun yang mampu membalasNya dengan sebenar-sebenarnya. Seandainya Allah mengambil hakNya secara utuh dari manusia, maka manusia akan binasa. Nikmat Allah paling agung kepada manusia adalah bimbinganNya kepada mereka untuk mengikuti Rasulullah, karena ia adalah sebab bagi segala kebaikan. (Al-Biqa’i, 22/198).
Pertanyaan: Apa maksud dari Firman Allah, “Dan mereka ridha kepada Allah.”?

Al-Bayyinah Ayat 0 - 8

جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ ٨

Takut adalah kunci kebahagiaan sejati dan kemenangan dengan meraih derajat tertinggi, karena tanpa rasa takut, larangan dan dosa tidak ditinggalkan dan tidak ada persiapan untuk menghadapi hari di mana ubun-ubun dan telapak kaki dipegang. (Al-Alusi, 15/431).
Pertanyaan: Apa makna takut?

Al-Bayyinah Ayat 0 - 8

جَزَآؤُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتُ عَدۡنٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدٗاۖ رَّضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ ذَٰلِكَ لِمَنۡ خَشِيَ رَبَّهُۥ ٨

Barangsiapa takut kepada Allah dengan takut yang demikian, maka dia meninggalkan segala apa yang tidak layak terhadap keagungan Allah, tidak menggugat bukti nyata dan tidak ragu-ragu terhadapnya. Tidaklah rasa takut semacam itu meninggalkan hati kecuali menjadikan hati tersebut rusak. (Al-Biqa’i, 22/199).
Pertanyaan: Apa tanda bahwa seorang hamba takut kepada Allah?

Az-Zalzalah Ayat 0 - 4

يَوۡمَئِذٖ تُحَدِّثُ أَخۡبَارَهَا ٤

Bersaksi atas para pelaku dengan perbuatan mereka di atas bumi, berupa kebaikan atau keburukan. Bumi termasuk saksi yang bersaksi atas para hamba dengan perbuatan mereka. (As-Sa’di, 932).
Pertanyaan: Apa langkah praktis yang kalian petik dari ayat ini?

Az-Zalzalah Ayat 0 - 6

يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ ٦

Tidak ada seseorang pun di Hari Kiamat melainkan dia menyalahkan dirinya. Apabila dia orang baik, dia berkata, “Mengapa aku tidak menambah kebaikan?” Jika dia orang jahat, dia berkata, “Mengapa aku tidak meninggalkan kemaksiatan?” Hal ini saat mereka melihat balasan pahala dan hukuman. Ibnu Abbas berkata tentang أَشْتَاتًا, ”Berbeda-beda menurut amal-amal mereka.” (Al-Qurthubi, 22/437).
Pertanyaan: Apa hikmah dari melihatnya manusia terhadap amal-amal mereka di Hari Kiamat?

Az-Zalzalah Ayat 0 - 8

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ٧ وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ ٨

الْمِثْقَالُ adalah timbangan. Sedangkan الذَّرَّةُ adalah semut kecil. Melihat bukan dengan mata kepala, akan tetapi ungkapan bagi balasan. Allah menyebutkan timbangan semut untuk mengingatkan bahwa yang lebih besar lebih patut lagi, seolah-olah ayat berkata, barangsiapa beramal sedikit atau banyak. (Ibnu Juzay, 2/600).
Pertanyaan: Disebutkannya timbangan semut dalam ayat, menunjukkan apa?

Az-Zalzalah Ayat 0 - 8

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ ٧ وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ ٨

Diriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi kebaikan seorang Mukmin, dia diberi balasan dalam bentuk rezeki di dunia dan diberi balasan di Akhirat. Adapun orang kafir, maka dia diberi balasannya di dunia, bila datang Hari Kiamat, maka dia tidak memiliki kebaikan apa pun.” (Ath-Tha-bari, 24/553).
Pertanyaan: Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi siapa pun, namun demikian orang kafir pada Hari Kiamat tidak memiliki kebaikan apa pun yang dulu dilakukannya di dunia, bagaimana bisa demikian?