Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

٣٤ ٣٤
٣٥ ٣٥
٣٦ ٣٦
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢
٣ ٣
٤ ٤ ٥ ٥
ﭿ ٦ ٦

٧ ٧
٨ ٨
٩ ٩
١٠ ١٠
١١ ١١
١٢ ١٢ ١٣ ١٣
١٤ ١٤
١٥ ١٥
١٦ ١٦
١٧ ١٧ ١٨ ١٨
١٩ ١٩
٢٠ ٢٠
٢١ ٢١

٢٢ ٢٢
٢٣ ٢٣ ٢٤ ٢٤
589
Al-Mutaffifin Ayat 0 - 35

عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِ يَنظُرُونَ ٣٥

Mereka melihat kebun-kebun, sungai-sungai, bidadari-bidadari, para dayang-dayang dan kesenangan-kesenangan lainnya yang mereka hasrati, mereka tidak mempunyai kesibukan selain itu. Al-Qusyairi berkata, “Ayat ini menyatakan bahwa mereka melihat dan ayat tidak menyatakan apa yang mereka lihat, karena perbedaan yang mereka lihat, di antara mereka ada yang melihat istana-istananya, di antara mereka ada yang melihat bidadari-bidadarinya, di antara mereka ada yang melihat ini dan ada yang melihat itu. Sedangkan orang-orang khusus senantiasa melihat kepada Tuhan mereka sebagaimana orang-orang fajir senantiasa terhalang darinya. (Al-Biqa’i, 21/327).
Pertanyaan: Mengapa ayat ini mengabarkan tentang penglihatan orang-orang Mukmin di surga dan tidak mengabarkan apa yang mereka melihat?

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡإِنسَٰنُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدۡحٗا فَمُلَٰقِيهِ ٦

Dorongan untuk bersungguh-sungguh dalam beramal baik, karena barangsiapa yakin bahwa dia akan dihadapkan kepada Allah, dia akan beramal dengan sungguh-sungguh agar bisa menghadap dengan baik. (Al-Biqa’i, 21/339).
Pertanyaan: Apabila seorang hamba mengetahui bahwa dia akan dihadapkan kepada Allah, apa yang seharusnya dilakukannya?

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 9

وَيَنقَلِبُ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورٗا ٩

Pada saat di dunia, di tengah-tengah kaumnya dia dalam keadaan takut menghadap kepada Allah, cemas dan khawatir, menghisab dirinya pagi dan petang dengan hisab yang ketat, padahal dia dan keluarganya dalam kehidupan yang sempit dan susah serta dalam ancaman orang-orang yang menyelisihi. (Al-Biqa’i, 21/341).
Pertanyaan: Mengapa Mukmin dibalas dengan kebahagiaan di surga bersama keluarganya?

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 10

وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ وَرَآءَ ظَهۡرِهِۦ ١٠

Orang-orang kafir diberi buku catatan amal mereka dari belakang punggung mereka, mungkin karena pemberi tidak kuasa memandang wajah mereka, karena sangat buruk, atau karena sangat membenci mereka, atau karena di dunia mereka mencampakkan kitab Allah di belakang punggung mereka. (Al-Alusi, 30/81).

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 13

إِنَّهُۥ كَانَ فِيٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورًا ١٣

Kebahagiaan tanpa memikirkan akibatnya dan tidak takut terhadap apa yang ada di depannya, maka kebahagiaan yang sesaat itu berujung dengan kesedihan yang panjang. (Ibnu Katsir, 4/490).
Pertanyaan: Kapan kebahagiaan itu menjadi tercela?

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 14

إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ ١٤

Sangkaan mereka yang mengisyaratkan bahwa mereka tidak beriman kepada hari kebangkitan atau meragukannya adalah pendorong kepada semua keburukan dan penyia-nyia segala kebaikan, sebaliknya bahwa beriman kepada hari Akhirat adalah pendorong kepada segala kebaikan dan pencegah dari segala keburukan. Iman kepada kebangkitan adalah titik tolak dari segala amal shalih, sebagaimana disebutkan di awal al-Qur`an, “Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” [Al-Baqarah: 2] (Asy-Syinqithi, 8/471).
Pertanyaan: Bagaimana pengingkaran kepada hari kebangkitan atau keraguan kepadanya menjadi titik awal dari segala keburukan?

Al-Insyiqaq Ayat 0 - 15

بَلَىٰٓۚ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرٗا ١٥

Dia melihatnya dan mengetahuinya dengan penglihatan paling sempurna dan pengetahuan paling utuh, maka (bagaimana mungkin) Allah membiarkannya begitu saja, padahal Dia mengetahui amal perbuatannya. Ini menafikan hikmah, keadilah dan kekuasaan, suatu hal yang tidak mungkin sesuai dengan akal. (Al-Biqa’i, 21/345).
Pertanyaan: Petunjuk apa yang didapat dari ayat ini bahwa Allah selalu melihat hambaNya?