Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan


٥٣ ٥٣

٥٤ ٥٤



ﭿ ٥٥ ٥٥


٥٦ ٥٦

٥٧ ٥٧

٥٨ ٥٨


٥٩ ٥٩

٦٠ ٦٠


٦١ ٦١
57
Al-Imran Ayat 0 - 53

رَبَّنَآ ءَامَنَّا بِمَآ أَنزَلۡتَ وَٱتَّبَعۡنَا ٱلرَّسُولَ فَٱكۡتُبۡنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ ٥٣

“Golongan orang-orang yang memberikan kesaksian,” yakni, yang bersaksi dengan kebenaran dari umat-umat. Ada yang berkata, Bersama umat Muhammad. (Ibnu Juzay, 1/147).
Pertanyaan: Apa yang patut Anda lakukan agar Anda tercakup oleh doa ini?

Al-Imran Ayat 0 - 54

وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٥٤

Makar Allah adalah istidraj bagi hamba-hambaNya dari arah yang tidak mereka sadari. Ibnu Abbas berkata, “Setiap kali mereka melakukan kesalahan, Kami memperbarui nikmat bagi mereka.” (Al-Qurthubi, 5/151).
Pertanyaan: Ayat menjelaskan bentuk makar Allah terhadap seorang hamba, apa itu?

Al-Imran Ayat 0 - 55

وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوۡقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ

Yakni dengan hujjah, penegakan bukti. Ada yang berkata, Dengan kemuliaan dan kemenangan. (Al-Qurthubi, 5/156).
Pertanyaan: Bagaimana ahli Tauhid mengungguli selain mereka?

Al-Imran Ayat 0 - 55

وَجَاعِلُ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوكَ فَوۡقَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأَحۡكُمُ بَيۡنَكُمۡ فِيمَا كُنتُمۡ فِيهِ تَخۡتَلِفُونَ ٥٥

Mereka adalah ahli Islam yang membenarkanNya dan mengikuti agamaNya dalam Tauhid dari kalangan umat Muhammad. Mereka di atas orang-orang kafir dan mereka mengalahkan orang-orang kafir itu dengan kemuliaan, kekuatan dan hujjah. (Al-Baghawi, 1/361).
Pertanyaan: Allah menjanjikan kemenangan dan kekuasaan bagi pengikut Isa. Apakah janji ini juga berlaku untuk umat Muhammad? Jelaskan hal itu!

Al-Imran Ayat 0 - 57

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَيُوَفِّيهِمۡ أُجُورَهُمۡۗ

Ini menunjukkan bahwa mereka mendapatkan balasan atas amal mereka di dunia ini dalam bentuk pemuliaan, penghormatan, kemenangan dan kehidupan yang baik. Dan balasan atas amal mereka yang sempurna, mereka dapatkan pada Hari Kiamat, mereka mendapatkan balasan atas kebaikan-kebaikan mereka melimpah terpampang di depan mereka, setiap orang yang beramal dari mereka diberi balasan atas amalnya dan Allah menambahkan balasan itu dari karunia dan kemurahanNya. (As-Sa'di, 132).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan kepada terwujudnya balasan bagi orang-orang Mukmin di dunia dan di akhirat?

Al-Imran Ayat 0 - 59

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ ٱللَّهِ كَمَثَلِ ءَادَمَۖ خَلَقَهُۥ مِن تُرَابٖ ثُمَّ قَالَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ ٥٩

Ayat ini merupakan hujjah atas orang-orang Nasrani di dalam ucapan mereka, “Bagaimana ada anak tanpa bapak.” Maka Allah mengumpamakannya dengan Adam yang Allah ciptakan tanpa bapak dan ibu, ini lebih luar biasa dibandingkan apa yang mereka nilai luar biasa, maka ia lebih memangkas pendapat mereka. (Ibnu Juzay, 1/147).
Pertanyaan: Ayat ini memutuskan perkataan orang-orang Nasrani. Jelaskan secara ringkas!

Al-Imran Ayat 0 - 60

ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُن مِّنَ ٱلۡمُمۡتَرِينَ ٦٠

Ayat ini dan ayat sesudahnya mengandung sebuah kaidah mulia, yaitu bahwa sesuatu yang dalil-dalil membuktikan kebenarannya dan seorang hamba memastikannya, baik di dalam masalah akidah atau lainnya, maka seorang hamba memastikan bahwa segala yang menyelisihinya adalah batil, semua syubhat yang menyusup adalah rusak, baik bisa diuraikan atau tidak. Ketidakmampuannya untuk menguraikannya tidak serta-merta membolehkannya untuk menggugatnya, karena segala yang menyelisihi kebenaran adalah kebatilan. Allah berfirman, “Dan tidak ada sesudah kebenaran itu melainkan kebatilan.” [Yunus: 32]. Dengan kaidah syar’i inilah banyak masalah yang musykil bagi Muslim terpecahkan yang disusupkan oleh ahli kalam dan disusun oleh ahli mantiq, bila seseorang bisa memecahkannya, maka itu adalah usaha yang layak diberi ucapan terima kasih, namun jika tidak, maka tugasnya ha-nyalah menjelaskan kebenaran dengan dalil-dalilnya dan menyeru kepadanya. (As-Sa'di, 133).
Pertanyaan: Bagaimana seorang Muslim ahli Tauhid menyikapi syubhat-syubhat yang dilemparkan kepadanya dalam masalah-masalah akidah yang dalil-dalilnya jelas dan nyata dari al-Qur`an dan as-Sunnah?