Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

ﯱ

ﱕ

ﭑ ﭒ ﭓ ﭔ ﭕ ﭖ ﭗ ﭘ ﭙ ﭚ ١٧ ١٧ ﭜ
ﭝ ١٨ ١٨
ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ١٩ ١٩ ﭧ
ﭨ ٢٠ ٢٠
ﭪ ﭫ ٢١ ٢١ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ
ﭳ ٢٢ ٢٢
ﭵ ﭶ ﭷ ٢٣ ٢٣ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ
ﭾ ٢٤ ٢٤
ﮀ ﮁ ﮂ ﮃ ٢٥ ٢٥ ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ
٢٦ ٢٦
ﮋ ﮌ ﮍ ٢٧ ٢٧ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ
٢٨ ٢٨
ﮗ ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ٢٩ ٢٩ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ
ﮢ ٣٠ ٣٠
ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ٣١ ٣١ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ
ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ٣٢ ٣٢
ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ
ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ٣٣ ٣٣
ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ ﯥ ﯦ ٣٤ ٣٤
ﯨ ﯩ ﯪ ٣٥ ٣٥
ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ٣٦ ٣٦ ﯱ ﯲ
ﯳ ﯴ ﯵ ٣٧ ٣٧
ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ﯻ ٣٨ ٣٨ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ
ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ ٣٩ ٣٩
ﰊ ﰋ ﰌ
ﰍ ٤٠ ٤٠
ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ ﰓ ﰔ ﰕ ﰖ ٤١ ٤١ ﰘ
ﰙ ﰚ ﰛ ﰜ ﰝ ﰞ ﰟ ﰠ ٤٢ ٤٢
565
Al-Qalam Ayat 0 - 17

إِنَّا بَلَوۡنَٰهُمۡ كَمَا بَلَوۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ

Kami menguji orang-orang yang mendustakan itu dengan kebaikan, Kami menangguhkan mereka, Kami memberi mereka harta, anak-anak, usia panjang dan hal-hal lain yang Kami kehendaki yang sesuai dengan keinginan mereka. Bukan karena mereka adalah orang-orang mulia di sisi Kami, akan tetapi sebagai istidraj bagi mereka dari arah yang tidak mereka duga. (As-Sa’di, 880).
Pertanyaan: Apakah kekayaan dan kemiskinan merupakan bukti bahwa Allah mencintai hamba yang kaya dan membenci hamba yang miskin?

Al-Qalam Ayat 0 - 19

فَطَافَ عَلَيۡهَا طَآئِفٞ مِّن رَّبِّكَ وَهُمۡ نَآئِمُونَ ١٩

Hukuman telah menimpa mereka sebelum mereka melakukan apa yang mereka niatkan, yaitu tidak memberi sedekah kepada fakir miskin, karena niat mereka kuat ditambah dengan sumpah mereka, maka mereka dianggap sudah melakukan. Ayat ini mengandung nasehat bagi siapa yang memiliki harta namun tidak menggunakannya untuk membantu fakir miskin. (Ibnu Asyur, 29/82).
Pertanyaan: Mengapa para pemilik kebun dihukum hanya karena mereka berniat untuk tidak memberi sedekah?

Al-Qalam Ayat 0 - 25

وَغَدَوۡاْ عَلَىٰ حَرۡدٖ قَٰدِرِينَ ٢٥

Mereka bertekad tidak memberi fakir miskin, berusaha menghalangi-halangi fakir miskin, padahal mereka mampu untuk memberi fakir miskin, maka mereka berangkat dalam keadaan tidak ada yang mereka pikirkan kecuali untuk menghalangi dan tidak memberi. (Al-Alusi, 15/36).
Pertanyaan: Apa yang membuat para pemilik kebun di dalam ayat gagal memanen hasil kebun mereka?

Al-Qalam Ayat 0 - 27

بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ ٢٧

Kami gagal mendapatkan hasil dari kebun kami karena kami menghalang-halangi orang-orang miskin darinya dan karena kami tidak mengucapkan, "Insya Allah". (Al-Baghawi, 4/451).
Pertanyaan: Apa sebab kegagalan mereka mendapatkan hasil yang baik ini?

Al-Qalam Ayat 0 - 28

قَالَ أَوۡسَطُهُمۡ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ لَوۡلَا تُسَبِّحُونَ ٢٨

أَوْسَطُهُمْ adalah orang yang paling baik, yang paling dekat kepada kebaikan, salah satu dari ketiga saudara. Kata الْوَسَطُ bermakna yang paling baik yang paling utama, Allah berfirman, Dan demikianlah Kami menjadikan kalian umat yang adil dan pilihan.” [Al-Baqarah: 143]. Allah berfirman, “Jagalah shalat-shalat dan shalat wustha.” [Al-Baqarah: 238]. (Ibnu Asyur, 29/86).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan secara khusus orang yang paling baik di antara mereka?

Al-Qalam Ayat 0 - 34

إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ ٣٤

Kedekatan mereka dengan Allah menunjukkan bahwa Allah meridhai mereka. Keridhaan Pemilik rumah (surga) adalah syarat utama sebelum bisa melihat rumah (surga). (Al-Biqa’i, 20/317).
Pertanyaan: Apa yang bisa dipahami dari Firman Allah, “Di sisi Tuhan mereka.”?

Al-Qalam Ayat 0 - 42

يَوۡمَ يُكۡشَفُ عَن سَاقٖ وَيُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ ٤٢

Mereka dihukum dengan kebalikan dari keadaan mereka di dunia, saat di dunia mereka diperintahkan untuk bersujud, mereka menolak padahal mereka sehat wal afiat, maka di Akhirat mereka dihukum dengan tidak kuasa untuk sujud saat ar-Rabb menampakkan diriNya, lalu orang-orang Mukmin sujud kepadaNya. Tidak ada salah seorang pun dari orang-orang kafir dan munafik yang mampu untuk sujud, justru punggung mereka kembali seperti satu ruas. (Ibnu Katsir, 4/407).
Pertanyaan: Mengapa mereka tidak bisa sujud pada hari itu?