Quran
ﯩ
ﱔ
ﭚ ﭛ ﭜ ﭝ ﭞ ﭟ ﭠ ﭡ ﭢ ﭣ
ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ ﭪ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ
ﭯ ﭰ ﭱ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ ﭸ
ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ ﮂ ١ ١ ﮄ
ﮅ ﮆ ﮇ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ
ﮍ ﮎ ﮏ ﮐ ٢ ٢ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ
ﮘ ﮙ ﮚ ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ٣ ٣ ﮢ ﮣ
ﮤ ﮥ ﮦ ﮧ ﮨ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ
ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ ﯚ
ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ﯤ
ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ ﯰ
ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ٤ ٤ ﯹ ﯺ ﯻ
ﯼ ﯽ ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ٥ ٥
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمۡ أَوۡلِيَآءَ تُلۡقُونَ إِلَيۡهِم بِٱلۡمَوَدَّةِ
Bila rasa kasih sayang sudah terwujud maka akan lahir kesedian untuk menolong dan loyalitas, karenanya seorang hamba keluar dari iman dan masuk ke dalam rombongan orang-orang kafir, berpisah dari rombongan orang-orang Mukmin. (As-Sa’di, 855).
Pertanyaan: Mengapa ada larangan berkasih sayang dengan orang-orang kafir?
وَأَنَا۠ أَعۡلَمُ بِمَآ أَخۡفَيۡتُمۡ وَمَآ أَعۡلَنتُمۡۚ
Apa gunanya kalian menyembunyikan jika kalian mengetahui bahwa sesungguhnya Aku mengetahuinya. Bila kalian menyangka bahwa Aku tidak mengetahui, maka hal itu adalah malapetaka. (Al-Biqa’i, 19/488).
Pertanyaan: Allah mengabarkan bahwa Dia mengetahui apa yang rahasia dan apa yang nampak. Apa faidahnya?
إِن يَثۡقَفُوكُمۡ يَكُونُواْ لَكُمۡ أَعۡدَآءٗ وَيَبۡسُطُوٓاْ إِلَيۡكُمۡ أَيۡدِيَهُمۡ وَأَلۡسِنَتَهُم بِٱلسُّوٓءِ وَوَدُّواْ لَوۡ تَكۡفُرُونَ ٢
Agama bagi orang-orang Mukmin lebih berharga daripada nyawa mereka karena mereka siap mempertaruhkan nyawa demi agama. Hal terpenting bagi musuh adalah menyerang sesuatu yang paling berharga yang ada pada orang-orang Mukmin. (Al-Alusi, 14/263).
Pertanyaan: Apa sesuatu yang paling berharga bagi seorang Mukmin dan apa sesuatu yang menjadi sasaran utama orang-orang kafir?
لَن تَنفَعَكُمۡ أَرۡحَامُكُمۡ وَلَآ أَوۡلَٰدُكُمۡۚ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ يَفۡصِلُ بَيۡنَكُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ ٣
Ketika Hathib beralasan bahwa dia mempunyai anak-anak dan kerabat di tengah-tengah kaum kafir, Allah menjelaskan bahwa anak-anak dan keluarga tidak berguna apa pun di Hari Kiamat bila seseorang bermaksiat kepada Allah karenanya. (Al-Qurthubi, 20/402).
Pertanyaan: Bisakah dimaklumi apabila seorang Muslim memata-matai kaum Muslimin karena takut terhadap dirinya atau anak-anaknya atau kerabatnya?
قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ إِذۡ قَالُواْ لِقَوۡمِهِمۡ إِنَّا بُرَءَٰٓؤُاْ مِنكُمۡ وَمِمَّا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ كَفَرۡنَا بِكُمۡ وَبَدَا بَيۡنَنَا وَبَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٰوَةُ وَٱلۡبَغۡضَآءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَحۡدَهُۥٓ
Cinta dan benci karena Allah termasuk simpul iman yang paling kokoh, keduanya tidak layak dilalaikan. (Al-Alusi, 14/263).
Pertanyaan: Apa simpul iman yang paling kokoh?
قَدۡ كَانَتۡ لَكُمۡ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٞ فِيٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ
Maksudnya, hendaknya kaum Muslimin mengikuti ridha rasul mereka sebagaimana orang-orang yang bersama Nabi Ibrahim. (Ibnu Asyur, 28/143).
Pertanyaan: Apa yang ditunjukkan dalam perintah ayat ini untuk meneladani Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya?
رَبَّنَا لَا تَجۡعَلۡنَا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ
Jangan menguasakan mereka atas kami dikarenakan dosa-dosa kami sehingga mereka menimpakan cobaan kepada kami dan mereka juga menimpakan cobaan atas diri mereka sendiri. Bila mereka melihat diri mereka menang, maka mereka menyangka bahwa mereka di atas kebenaran dan kami di atas kebatilan, maka mereka akan semakin kufur dan menentang. (As-Sa’di, 856).
Pertanyaan: Apa maksud dari seorang Muslim menjadi “(sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir.”?