Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan





ﭿ
٢٩ ٢٩
Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ

١ ١


٢ ٢


٣ ٣

٤ ٤
515
Al-Fath Ayat 0 - 29

مُّحَمَّدٞ رَّسُولُ ٱللَّهِۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗاۖ

Penggabungan dua sifat yang bertentangan untuk orang-orang yang bersama Nabi Muhammad, yaitu kekerasan dan kasih sayang, menunjukkan bahwa akal mereka sempurna dan pendapat mereka lurus, bahwa mereka berbuat dan bertindak sesuai dengan hikmah dan jalan lurus. Jiwa mereka tidak mendahulukan satu kemuliaan dan mengesampingkan yang lainnya. Mereka juga tidak melakukan sesuatu hanya atas do-rongan tabiat tanpa pertimbangan. (Ibnu Asyur, 26/205).
Pertanyaan: Apa faidah penggabungan dua sifat yang bertentangan untuk orang-orang yang bersama Nabi Muhammad, yaitu kekerasan dan kasih sayang?

Al-Fath Ayat 0 - 29

وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلۡكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيۡنَهُمۡۖ تَرَىٰهُمۡ رُكَّعٗا سُجَّدٗا

"Keras terhadap orang-orang kafir," yakni, tegas dan serius dalam memusuhi mereka, berusaha untuk itu dengan segenap kemampuan mereka. "Berkasih sayang sesama mereka," yakni, mereka saling mengasihi, menyayangi, mencintai seperti satu tubuh, seseorang dari mereka mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. Ini adalah muamalah mereka dengan manusia. Kalau muamalah mereka dengan Yang Maha Pencipta, maka itu adalah, “Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud.” (As-Sa’di, 795).
Pertanyaan: Mengapa Allah menyebutkan shalat mereka sesudah menyebutkan bahwa mereka bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan saling mengasihi di antara sesama orang-orang Mukmin?

Al-Hujurat Ayat 0 - 1

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ١

Apabila Allah melarang orang-orang beriman untuk meninggikan suara mereka di atas suara Nabi, lalu bagaimana mereka meninggikan akal mereka di atas sabda Nabi dan apa yang beliau bawa? (Ibnul Qayyim, 3/5).
Pertanyaan: Ayat menunjukkan bahwa akal yang lurus pasti mengetahui naql (al-Qur`an dan as-Sunnah) yang shahih. Jelaskan!

Al-Hujurat Ayat 0 - 1

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيِ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٞ ١

Ayat ini melarang dengan tegas untuk mendahulukan perkataan siapa pun atas sabda Rasulullah, karena bila Sunnah Rasulullah telah jelas, ia wajib diikuti dan didahulukan atas perkataan siapa pun. (As-Sa’di, 799).
Pertanyaan: Apa hukum mengikuti perkataan seseorang padahal Sunnah Rasulullah sudah jelas dan nyata?

Al-Hujurat Ayat 0 - 2

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَرۡفَعُوٓاْ أَصۡوَٰتَكُمۡ فَوۡقَ صَوۡتِ ٱلنَّبِيِّ وَلَا تَجۡهَرُواْ لَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ كَجَهۡرِ بَعۡضِكُمۡ لِبَعۡضٍ

Sebagian ulama membenci meninggikan suara di depan kubur Nabi. Sebagian ulama memakruhkan meninggikan perkataan di majlis ulama, karena ulama adalah pewaris para Nabi. (Al-Qurthubi, 19/361).
Pertanyaan: Apa penerapan langsung dari ayat ini?

Al-Hujurat Ayat 0 - 2

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَرۡفَعُوٓاْ أَصۡوَٰتَكُمۡ فَوۡقَ صَوۡتِ ٱلنَّبِيِّ وَلَا تَجۡهَرُواْ لَهُۥ بِٱلۡقَوۡلِ كَجَهۡرِ بَعۡضِكُمۡ لِبَعۡضٍ

Zhahir ayat berkata bahwa amal seseorang bisa batal tanpa dia sadari. (Asy-Syinqithi, 7/403).
Pertanyaan: Apakah kamu memahami ayat ini bahwa amal seseorang bisa batal tanpa dia sadari?

Al-Hujurat Ayat 0 - 4

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَآءِ ٱلۡحُجُرَٰتِ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ ٤

Allah mencela mereka dengan menyatakan bahwa mereka tidak mengerti, karena mereka tidak memahami adab yang diajarkan Allah (yang harus mereka lakukan) terhadap RasulNya. Termasuk kesempurnaan akal adalah menggunakan adab. Adab seorang hamba adalah tanda kesempurnaan akalnya, dan bahwa Allah menghendaki kebaikan baginya. (As-Sa’di, 799).
Pertanyaan: Apa kaitan antara adab dengan akal dalam ayat ini?