Quran

Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan
Tidak ada hasil ditemukan

Surah Header

ﭦﭛﭣﭤ
١ ١ ٢ ٢
٣ ٣

٤ ٤


ﭿ ٥ ٥


٦ ٦


٧ ٧

٨ ٨


٩ ٩

١٠ ١٠
483
Asy-Syura Ayat 0 - 3

كَذَٰلِكَ يُوحِيٓ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ ٱللَّهُ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ ٣

Dua nama Allah "Mahaperkasa" dan "Maha Bijaksana" hadir di sini, bukan selain keduanya, karena dua nama ini sangat tepat dengan maksud dari keterangan bahwa Allah menunjuk siapa yang Dia kehendaki untuk memikul risalahNya. (Ibnu Asyur, 25/27).
Pertanyaan: Mengapa ayat ditutup dengan "Mahaperkasa" dan "Maha Bijaksana"?

Asy-Syura Ayat 0 - 5

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِن فَوۡقِهِنَّۚ

Hampir setiap langit terbelah karena perkataan kaum musyrikin bahwa Allah memiliki anak. (Al-Qurthubi, 18/444).
Pertanyaan: Mengapa langit-langit hampir terbelah?

Asy-Syura Ayat 0 - 5

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرۡنَ مِن فَوۡقِهِنَّۚ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ

Didahulukannya tasbih atas sanjungan menunjukkan bahwa menyucikan Allah dari apa yang tidak layak bagiNya lebih penting daripada menetapkan sifat kesempurnaan bagi Allah, karena penyucian merupakan pengantar kepada mengetahui kesempurnaan Allah. (Ibnu Asyur, 25/33).
Pertanyaan: Apa faidah didahulukannya tasbih (menyucikan Allah dari segala kekurangan) atas sanjungan (kepadaNya)?

Asy-Syura Ayat 0 - 5

وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ يُسَبِّحُونَ بِحَمۡدِ رَبِّهِمۡ وَيَسۡتَغۡفِرُونَ لِمَن فِي ٱلۡأَرۡضِۗ

Yakni, malaikat-malaikat memohon ampunan kepada Tuhan mereka untuk dosa-dosa penduduknya yang beriman. (Ath-Thabari, 21/502).
Pertanyaan: Makhluk yang paling dekat kepada Allah adalah manusia yang paling mengasihi makhluk. Jelaskan hal ini!

Asy-Syura Ayat 0 - 10

وَمَا ٱخۡتَلَفۡتُمۡ فِيهِ مِن شَيۡءٖ فَحُكۡمُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِۚ

Makna ayat yang mulia ini adalah bahwa kesepakatan umat merupakan hujjah yang tak terbantahkan. Karena Allah tidak memerintahkan kita untuk mengembalikan perkara kepadaNya kecuali pada saat berselisih, dan apa yang kita sepakati, maka kesepakatan tersebut sudah cukup, karena umat ini adalah umat yang terjaga dari kesalahan, maka kesepakatan umat pasti sejalan dengan kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. (As-Sa’di, 753).
Pertanyaan: Bagaimana ayat ini menunjukkan bahwa ijma’ adalah hujjah?

Asy-Syura Ayat 0 - 10

عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ ١٠

Dua dasar ini sering Allah sebutkan di dalam kitabNya, karena kesempurnaan hamba terwujud dengan keduanya. Apabila keduanya atau salah satu dari keduanya tidak terwujud maka kesempurnaan tidak terwujud, sebagaimana Allah berfirman, "Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan." [Al-Fatihah: 5]. Dan Firman Allah, "Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepadaNya." [Hud: 123]. (As-Sa’di, 754).
Pertanyaan: Allah sering menyatukan antara tawakal dan ibadah di dalam KitabNya. Mengapa?

Asy-Syura Ayat 0 - 10

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبِّي عَلَيۡهِ تَوَكَّلۡتُ وَإِلَيۡهِ أُنِيبُ ١٠

Kata تَوَكَّلْتُ hadir dalam bentuk fi’il madhi (kata kerja lampau), sedangkan kata أُنِيْب hadir dalam bentuk fi’il mudhari’ (kata kerja sekarang) untuk menunjukkan bahwa tawakal beliau kepada Allah mendahului sebelum terlihat penentangan kaum beliau kepada beliau, manakala mereka terbukti menentang, maka beliau sudah dalam keadaan bertawakal kepada Allah. Untuk mudhari’, maka untuk menunjukkan bahwa inabah (kembali) kepada Allah selalu up date. (Ibnu Asyur, 25/43).
Pertanyaan: Mengapa Kata تَوَكَّلْتُ hadir dalam bentuk fi’il madhi, sedangkan kata أُنِيْب hadir dalam bentuk fi'il mudhari’?