Quran
ﯔ
ﱏ
ﭞ ﭟ ١٢ ١٢ ﭡ ﭢ ﭣ ﭤ ﭥ ﭦ ﭧ ﭨ ﭩ
١٣ ١٣ ﭫ ﭬ ﭭ ﭮ ﭯ ﭰ ١٤ ١٤ ﭲ ﭳ ﭴ ﭵ ﭶ ﭷ
ﭸ ﭹ ﭺ ﭻ ﭼ ﭽ ﭾ ﭿ ﮀ ﮁ
ﮂ ﮃ ﮄ ﮅ ﮆ ١٥ ١٥ ﮈ ﮉ ﮊ ﮋ ﮌ ﮍ
ﮎ ﮏ ﮐ ﮑ ﮒ ﮓ ﮔ ﮕ ﮖ ﮗ ﮘ ﮙ ١٦ ١٦
ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ
ﮦ ﮧ ١٧ ١٧ ﮩ ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ
ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ١٨ ١٨
ﯚ ﯛ ﯜ ﯝ ﯞ ﯟ ﯠ ﯡ ﯢ ﯣ ١٩ ١٩
ﯥ ﯦ ﯧ ﯨ ﯩ ﯪ ﯫ ﯬ ﯭ ﯮ ﯯ
ﯰ ﯱ ﯲ ﯳ ﯴ ﯵ ﯶ ﯷ ﯸ ﯹ ﯺ ٢٠ ٢٠ ﯼ ﯽ
ﯾ ﯿ ﰀ ﰁ ﰂ ﰃ ﰄ ﰅ ﰆ ﰇ ﰈ
ﰉ ﰊ ﰋ ﰌ ﰍ ﰎ ﰏ ﰐ ﰑ ﰒ
ﰓ ﰔ ﰕ ﰖ ﰗ ﰘ ﰙ ﰚ ﰛ ٢١ ٢١
قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَعۡبُدَ ٱللَّهَ مُخۡلِصٗا لَّهُ ٱلدِّينَ ١١ وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٢
Jika ada yang bertanya, Bagaimana kata “aku diperintahkan” dikaitkan kepada kata “aku diperintahkan,” sedangkan arti keduanya sama, kami jawab, untuk yang pertama adalah perintah untuk beribadah dengan ikhlas sedangkan yang kedua adalah perintah menjadi orang pertama dalam Islam, dua arti yang berbeda. (Ibnu Juzai, 2/266).
Pertanyaan: Diulangnya kata “aku diperintahkan” di dalam ayat merupakan perintah untuk dua perkara. Apa itu?
وَأُمِرۡتُ لِأَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ ١٢
Karena aku adalah da'i yang membimbing manusia kepada Tuhan mereka, hal itu menuntutku menjadi orang pertama yang melaksanakan apa yang Allah perintahkan dan orang pertama yang berserah diri. Perintah ini pasti berlaku untuk Muhammad dan orang siapa yang mengaku mengikuti Muhammad. (As-Sa’di, 721).
Pertanyaan: Al-Qur`an al-Karim memerintahkan agar berpegang dengan kuat kepada agama, jelaskan hal itu melalui ayat yang mulia ini!
قُلۡ إِنَّ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ وَأَهۡلِيهِمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ
Maksudnya, mereka saling terpisah sehingga tidak bertemu selamanya, keluarga mereka masuk surga sedangkan mereka sendiri masuk neraka, atau mereka semuanya bersama masuk neraka, tidak ada pertemuan kebahagiaan selamanya. (Ibnu Katsir, 4/49).
Pertanyaan: Kalau para pendosa masuk neraka bersama keluarga mereka pada Hari Kiamat, bisakah mereka bahagia?
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ
Ibnu Abbas berkata, “Yaitu seseorang yang mendengar yang baik dan yang buruk, dia membicarakan yang baik dan menahan diri tidak membicarakan yang buruk.” Ada yang berkata, dia mendengar al-Qur`an dan selainnya, lalu dia mengikuti al-Qur`an. (Al-Qurthubi, 18/260).
Pertanyaan: Apa maksud mendengar perkataan dan mengikuti yang paling baik?
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٨
Ini mencakup semua jenis perkataan, mereka mendengar segala jenis perkataan untuk memilah antara yang layak diambil dan yang patut dibuang, karena itulah orang-orang yang berakal dan tegas mengikuti apa yang paling baik. Dan perkataan yang paling baik secara mutlak adalah firman Allah dan sabda Rasulullah, sebagaimana firmanNya, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (al-Qur`an), sebuah Kitab yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang.” [Az-Zumar: 23]. Orang yang tidak bisa membedakan antara perkataan yang baik dan perkataan yang buruk bukan termasuk orang-orang yang berakal yang lurus, atau bisa membedakan namun dia kalah oleh hawa nafsunya, sehingga akalnya bermakmum kepada hawa nafsunya, dia tidak mengambil yang paling baik, dia kurang akalnya. (As-Sa’di, 722).
Pertanyaan: Bagaimana kamu menentukan bahwa seseorang itu berakal lurus dan baik?
ٱلَّذِينَ يَسۡتَمِعُونَ ٱلۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحۡسَنَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَىٰهُمُ ٱللَّهُۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ أُوْلُواْ ٱلۡأَلۡبَٰبِ ١٨
Mereka mendengar al-Qur`an lalu mereka mengikuti yang paling baik dengan amal mereka, di antaranya adalah memaafkan, bukan membalas, dan yang sepertinya (Ibnu Juzay, 2/267).
Pertanyaan: Dari tafsir ayat yang ada, bagaimana seseorang mengikuti perkataan yang paling baik?
أَفَمَنۡ حَقَّ عَلَيۡهِ كَلِمَةُ ٱلۡعَذَابِ أَفَأَنتَ تُنقِذُ مَن فِي ٱلنَّارِ ١٩
Kata mengentaskan dipakai di sini untuk menyerupakan antara keadaan Nabi yang sangat ingin menyampaikan hidayah kepada mereka dan kondisi mereka yang tenggelam dalam apa yang diancamkan kepada mereka, diserupakan dengan keadaan orang yang berusaha menyelamatkan orang yang masuk ke dalam api sementara api sudah mengepungnya dari segala sisi. (Ibnu Asyur, 23/371).
Pertanyaan: Jelaskan kesungguhan Nabi menyampaikan hidayah kepada manusia melalui ayat ini!